Kesuksesan menjadi tujuan hidup bagi semua orang. Tidak semua orang memandang sukses hanya berupa materi semata, tetapi sukses dapat memiliki makna yang berbeda-beda bagi setiap orang. Ada yang melihat sukses apabila secara batiniah mereka sudah merasa “damai” dengan kepercayaannya masing-masing, ada yang merasa sukses apabila melihat orang-orang di sekitarnya bahagia karena apa yang telah diri kita perbuat. Namun pada artikel ini, membicarakan kesuksesan berdasarkan sudut pandang kesuksesan dunia dalam usaha.

Terlebih kesuksesan dalam usaha tidak dapat secara instan didapatkan begitu saja. Jatuh bangun sebuah usaha, merasakan asam dan garam yang tidak selalu mulus pada perjalanannya, segala hal harus tetap dihadapi meski di situasi tergenting sekali pun pada kondisi usaha yang dijalankan. Pada akhirnya, satu tujuan yang pasti, yakni demi berkembang dan besarnya usaha yang dijalankan sampai kata “SUKSES” itu didapatkan.

Berikut list 30 orang paling sukses menurut Forbes berdasarkan bidang retail/e-commerce dengan usia di bawah 30 tahun di Asia :

  1. Li Xiaoya (30 Tahun)

China

 

Seorang wanita bernama Li Xiaoya adalah COO dari Shenzen yang berbasis Huisboubao. Huishoubao adalah sebuah startup yang menyediakan layanan daur ulang smartphone. Perusahaan pertama-tama harus melakukan evaluasi, keseimbangan diantara penggunaan model berdasarkan informasi secara online, dan melakukan evaluasi kembali setelah pengguna mendapatkan pesan ke toko yang sudah ditunjuk. Hal itu juga menyediakan layanan daur ulang untuk perusahaan-perusahaan seperti Huawei, Suning, dan Gome. Dengan cara, mereka mengirimkan handphone lama mereka kepada Huishoubao dan diproses untuk membeli model yang baru. Berdasarkan website mereka, Huishoubao telah menarik lebih dari dari 4,5 juta pelanggan dan telah mendaur ulang 5,1 juta unit sejak berdiri pada tahun 2014. Dan pada tahun 2017, mereka mendapatkan USD 45 juta dalam perputaran keuangan terakhir dari para investor termasuk Haixia Capital dan Source Code Capital dari China.

  1. Keyis Ng (30 Tahun)

Singapore

Cafebond.com yang didirikan pada tahun 2016 oleh seorang pria bernama Keyis Ng. Dia terinspirasi oleh kualitas dari sebuah kopi ketika sedang berlibur di Melbroune, Australia. Dengan pendanaan dari Angel Investor dan VCs, termasuk Quest Venture dari China, biji kopi melalui e-commerce platform menyuplai biji-biji kopi dari seluruh dunia ke penikmat kopi di Asia. Cafebond.com  sekarang bekerja sama dengan Colonna Coffee (London), Padre Coffee (Melbroune), dan Simple Kaffa Coffee (Taipei). Cafebond.com juga masuk ke dalam Singapore’s 20 Hottest Startups in 2016.

  1. Cordelia Xiao (29 Tahun)

China

Cordelia Xiao adalah pendiri dari Xiaolusenlin atau DeerForest, sebuah startup menyediakan layanan pakaian untuk anak-anak. Xiao lulus dari Shanghai Jiao Tong University dan mendapatkan gelar MBA dari Stanford University. Hanya dengan USD 31 dalam setahun, para orang tua dapat menerima setiap dua bulannya itu sebuah box yang berisikan lima buah pakain anak-anak, yang perusahaan sudah tentukan bedasarkan tinggi anak, berat badan anak, dan warna yang disukai oleh anak-anak. Konsumen juga dapat membayar lebih untuk beberapa item yang mereka inginkan atau dikembalikan secara gratis tanpa dikenakan biaya. Perusahaan tersebut juga meluncurkan Abox, yang merupakan layanan untuk sebuah style secara online untuk para wanita yang dimana akan memberikan rekomendasi berbusana dari fashion professional.

Baca Juga: Micro Brand, Jadi Peluang Anda untuk Sukses di Bisnis Online?

  1. Augustin Ceyrac (29 Tahun) & Tommaso Tamburnotti (30 Tahun)

Hongkong

Co-founders dari perusahaan Easyship, yang bergerak di bidang pengiriman barang dalam skala global. Berbasis di Hongkong, Easyship bekerja sama dengan lebih dari 100 kurir dan menyediakan visibilitas pada peraturan pengiriman internasional, pajak dan tanggung jawab dalam satu akun. Ketika bekerja dengan penjual dari eCommerce, Easyship menyadari bahwa pengiriman ke seluruh dunia menjadi dinding terakhir bagi sebuah perusahaan yang ingin masuk ke pasar dunia. Setelah memiliki pengalaman pada hambatan yang penjual eCommerce alami, Easyship percaya bahwa ada cara yang lebih baik untuk mengirim sesuatu ke seluruh dunia dan karena itulah Easyship lahir. Pada hari ini, mereka telah memiliki 31 orang di empat kantor di seluruh dunia dan dipercaya dengan lebih dari 15,000 perusahaan di seluruh dunia. Tahun 2017 mereka diberikan penghargaan oleh Computer World sebagai Best Technology Company of the Year (startup).

  1. Adeek Shafii (30 Tahun) dan Adnan Shafii (28 Tahun)

Pakistan

 

Adnan bersaudara, Adnan dan Adeel Shafii membuat berbelanja online dengan sebuah handphone menjadi lebih mudah. Mereka mendirikan PriceOye pada tahun 2015, yakni sebuah sistem perbandingan secara online untuk mobile phones pada kota tingkat kedua dan ketiga di Pakistan. Platform ini menggunakan analisis data untuk menyediakan informasi pemasaran dari para retailer dan di waktu yang bersamaan mendapatkan pula penawaran terbaik atas beberapa penawaran yang ditawarkan oleh retailer. Mereka memiliki lebih dari satu juta penonton setiap bulannya.

  1. Ian Ang (25 Tahun) dan Alaric Choo (30 Tahun)

Singapore

Game online sudah menjadi passion bagi Ian dan Alaric, yang memaksa mereka berdua untuk mendirikan Secretlab. Pada tahun 2015, mereka tidak dapat menemukan sebuah kursi yang cocok dan nyaman seperti apa yang mereka inginkan dan mereka memutuskan untuk membuatnya dengan tangan mereka sendiri. Hingga hari ini, perusahaan startup yang mereka jalani telah menarik konsumen dari berbagai kalangan seperti perusahaan hukum, gamers, klinik, dan telah mencapai angka penjualan tahunan di angka USD 15 juta. Kursi yang mereka produksi tersedua untuk konsumen yang berada di Amerika Serikat, United Kingdom, Eropa, Australia, Kanada dan Asia Tenggara.

  1. Tushar Khandelwal (29 Tahun)

Singapore

Voyagin, sebuah usaha travel berbais online dan aktivitas platform yang ditemukan oleh sosok Tushar Khandelwal pada 2012. Voyagin diakuisisi oleh situs e-commerce terbesar di Jepang yaitu, Rakuten pada tahun 2015.Voyagin beroperasi sebagai sebuah alat untuk membantu seorang traveller untuk menikmati pengalaman berlibur dengan beberapa saran kegiatan. Memperlihatkan review para tamu dan dapat membantu dalm hal pemesanan. Mereka bekerja sama dengan 150 restoran ternama di Jepang dan berkerjasama dengan stasiun Jepang dengan mengirimkan tiket kereta peluru (kereta cepat) ke hotel-hotel. Mobile platform mereka menyediakan enam pilihan bahasa dan 19 mata uang.

  1. Josephine Chow (29 Tahun) dan Lai Shanru (29 Tahun)

Singapore

Shopback didirkan oleh Josephine dan Lai yang bidang usahanya bergerak di bidang gaya hidup. Sebuah portal yang “memimpin” jalan untuk berbelanja lebih cerdas di Asia dengan 3,5 juta konsumen yang sudah melakukan registrasi dari total enam negara. Mereka rata-rata menerima hampir 1,000 order setiap jamnya dari 1,300 rekan penjual di retail, travel, dan fashion. November 2017, ShopBack mengumumkan laporan pendanaan terakhir mereka yang menyentuh angka USD 25 juta yang berasal dari Credit Saison, perusahaan kartu kredit dan keuangan retail terbesar di Jepang.

  1. Noppon Anukunwithaya (29 Tahun) & Amornched “Taro” Jindaapiraksa (29 Tahun)

Thailand

Jinda dan Noppon keduanya merupakan pendiri dari TakeMeTour. Sebuah “pasar” yang dijalankan secara online untuk tur lokal dan aktivitas-aktivitas yang ada di Thailand. TakeMeTour berdiri dengan tujuan untuk menghubungkan turis-turis dengan mereka yang sudah sangat amat paham tentang sebuah area untuk paket tur satu harinya. Sekarang ini, mereka telah memilki jaringan lebih dari 20,000 local experts yang terbagi dari 50 kota dan TakeMeTour juga mendistribusikan pariwisata yang ada. Pada 2017 TakeMeTour memenangkan Asia Pacific ICT Alliance dalam bidang Toursim and Hospitality.

  1. Arit Gupta (29 Tahun), Karan Gupta (28 Tahun), Himesh Joshi (29 Tahun), dan Rohit Ramasubramanian (27 Tahun)

India

Keempat pria ini merupakan pendiri dari Zefo yang memberikan “nafas baru” untuk barang-barang yang sebelumnya sudah digunakan. Berbeda dari kompetitornya, karena mereka menghandle semua prosesnya mulai dari penyuplaian barang hingga proses pembayaran sekalipun. Mereka telah menarik berbagai VCs seperti Sequoia, Helion Ventures, dan Beenext hingga menyentuh angka USD 15 juta. Zefo tidak hanya membeli dan memperbaharui furniture dan barang-barang elektrik dari berbagai orang dan juga dari berbagai vendor seperti Flipkart dan Amazon.

  1. Ammar Roslizar (28 Tahun) & Ammar Shahrin (29 Tahun)

Malaysia

Duo Ammar ini merupakan Co-founders dari perusahaan ARBA Travel &  Tour yang berasal dari negara tetangga yaitu, Malaysia. ARBA Travel & Tour masuk ke dalam “Top 30 SME in Malaysia” pada tahun 2017 oleh SME Corp. Malaysia. ARBA Travel & Tour juga menjadi satu-satunya travel agency Malaysia yang pernah masuk ke dalam kategori tersebut. Didirikan oleh 3 orang lulusan luar negeri, kini ARBA Travel & Tour menjadi salah satu perusahaan travel yang berkembang paling cepat di Malaysia. ARBA Travel & Tour telah menggunakan beberapa teknlogi untuk pelayanan dan produkya seperti Google Analytics, WordPress, and G suite. ARBA Travel & Tour secara aktif menggunakan 24 teknologi untuk website mereka. Ini meliputi Viewport Meta, Iphone/Mobile Compatible, and SSL by Default. Mereka juga berada di peringkat 753,480 bersaing dengan website-website berskala global lainnya dengan pengunjung bulanan sebanyak 57,714. Sekarang basis operasional mereka sudah ada di Kuala Lumpur, Malaysia dan Seoul, Korea Selatan, dan pada 2019 akan mengembangkannya di Indonesia tepatnya berada di Jakarta.

  1. Lin Hai (29 Tahun) dan Liu Jieyi (28 Tahun)

China

Liu dan Lin, keduanya merupakan penemu Particle Fever yg bergerak di bidang desain pakain olahraga. Perusahaan ini bertujuan untuk dikenal sebagai brand yang lebih baik dari brand-brand lain seperti Adidas, Nike dan Lulumon. Angka penjualan tumbuh dan menjadi USD 1,6 juta pada tahun 2016. Angka penjualan ini datang dari penjualan online dan penjualan secara fisik di toko. Liu Jieyi memiliki gelar master dari Harvard University’s Law School, akan tetapi memutuskan untuk pindah ke Fashion pada tahun 2014, karena menurutnya hukum tidak menarik minatnya.

  1. Kyrylo Medvediev (28 Tahun) dan Olga Oleinikova (29 Tahun)

Australia

Bersama dengan Kyrylo Medvediev, Olga Oleinikova mendirikan Persollo. Persollo merupakan instant checkout platform nomor 1 di dunia. penjual skala kecil, brand-brand, dan para influencer untuk bisa memperjualkan produk mereka melalui jaringan sosial tanpa harus membuat situs belanja yang canggih. Terinspirasi dari karirnya sebagai peneliti akan konsumen dan keilmuwan akan sebuah perilaku. Olga memeriksa strategi kehidupan perseorangan, motivasi dan pola perilaku dan dapat disimplukan bahwa orang-orang suka untuk melakukan pembelian yang tidak memiliki syarat dan melakukan apa yang mereka ingin lakukan tanpa adanya sebuah halangan. Persollo sekarang sudah membantu lebih dari 750 perusahaan dari 16 negara untuk meningkatkan konversi mereka yang menyentuh angka 300%. New Balance, Sunglass Hut, Australian UGGs Original dan Maria Claire merupakan klien mereka dalam skala global.

  1. Fransiska Hadiwidjana (28 Tahun)

Indonesia

Fransiska Hadiwidjana seorang insinyur dan pengusaham, sekaligus penemu juga CEO dari Prelo, sebuah pasar mobile e-commerce yang berfokus pada penggunaan teknologi ramah lingkungan dan pemberdayaan masyarakat. Prelo memperbolehkan penggunanya untuk menjual barang bekas mereka atau menyewakan barang tersebut. Fransiska merupakan lulusan dari Institut Teknologi Bandung (ITB) yang juga pendiri dari AugMI  Labs, sebuah startup biomedis berprestasi di Silicon Valley yang dinobatkan sebagai salah satu dari sepuluh pengusaha teknologi perempuan inspiratif di Asia Tenggara seperti apa yang dilansir oleh Forbes.

  1. Nyha Shree (28 Tahun)

Singapore

Melihat trend akan sebuah bisnis yang memanfaatkan sosial media untuk melakukan pendekatan yang sangat amat potensial dengan konsumennya, Nyha Shree akhirnya mendirikan Jumper.ai. Sosial media pada umumnya seperti Facebook, Instagram dan Youtube digunakan untuk berinteraksi secara langsung. Ini berarti konsumen tidak dapat menjauh dari sebuah website atau aplikasi untuk melakukan pembelian. Sejak diluncurkan pada Mei 2017, Jumper.ai telah bekerja dengan lebih dari 3,000 perusahaan di seluruh dunia, termasuk perusahaan raksasa seperti Unilever dan Disney.

  1. Alexandra Spencer (28 Tahun)

Australia

Model dan blogger asal Australia, Alexandra Spencer mendirikan Realisation Par dengan temannya dan seorang designer Teale Talbot pada tahun 2015. Artis seperti Kaia Geber, Selena Gomez, dan Bella Hadid telah membantu memperoleh peningkatan followers yang signifikan. Dengan budget di bawah USD 250, kita bisa mendapatkan koleksi lengkap dan berfokus pada produk-produk kunci yang ditawarkan. Realisation Par juga memiliki metode “beli sekarang” yang dimana itu menjadi salah satu strategi mereka. Dan dengan metode ini juga dapat memutuskan apa yang biasa sebut sebagai perantara dan langsung mejualnya ke konsumen.

  1. Su Chunzi (28 Tahun)

China

Seorang wakil presiden dari perusahaan Startup FLOWERPLUS bernama Su Chunzi. Hanya dengan USD 16 atau USD 27 per bulan, pengguna sudah bisa memiliki bunga buket yang akan dikirimkan ke rumah mereka setiap minggunya setelah memesan secara online. FLOWERPLUS juga menyediakan beberapa jenis bentuk, gaya, dan tatanan bunga yang tersedia. Sejak berdiri pada tahun 2015, FLOWERPLUS telah menerima pendanaan ratusan juta Yuan, dengan angka pengguna terus bertumbuh dan meningkat hingga menyentuh angka 4,5 juta pengguna pada tahun lalu. FLOWERPLUS juga memiliki dan mengoperasikan kebun bunga yang mereka miliki.

  1. Raeesa Sya (28 Tahun)

Malaysia

Sosok Raeesa Sya, seorang pengusaha sekaligus pendiri dari Orkid Cosmetics yang dimana hadir untuk memenuhi pangsa pasar dari Muslim beauty market. Orkid Cosmetics hadir bertujuan agar para millennials dapat mengetahui apa saja yang sedang trend, halal, vegan, dan kekejaman akan kebebasan produk yang tidak bertanggung jawab. Hanya dalam 10 bulan pertama setelah kemunculannya Orkid Cosmetics memiliki 1,000 konsumen dan 4,000 followers di Instagram. Sya telah dikenal sebagai Malaysia Amazing Women 2017 by Marie Claire dan termasuk ke dalam 12 under 30 Pengusaha yang Menjanjikan di Asia Tenggara versi Tech in Asia pada tahun 2016.

  1. Gretta van Riel (28 Tahun)

Australia

Gretta memulai kesuksesan dalam dunia startupnya dengan SkinnyMe Tea (SMT) di umur 22 tahun dan hanya dengan bermodalkan USD 24 di bank. Keberanian dalam memulai usahanya tersebut terbayarkan, SMT  “meledak” dengan menjual lebih dari 11 juta teh ke seluruh dunia hanya dalam 5 tahun dan memenangkan Shopify Build-A-Business Competition pada tahun 2013, serta ratusan ribu konsumen yang masih terus melakukan proses order. Gretta juga membuat The 5th Watch, yang meraih USD 1 juta dalam satu hari penjualannya dan USD 100,000 keuntungan yang didapatkan di hari pertama penjualannya. Belakangan ini Gretta juga sedang menjalankan usaha lainnya yaitu Hey Influencers. Hey Influencers akan membantu untuk memberikan kita jaringan dan membangun hubungan atau koneksi antara brand-brand dengan para influencers di sosial media.

  1. Michael Wang (28 Tahun)

China

Ycloset didirkan oleh Wang yang sekaligus menjabat sebagai COO dari Yi23, perusahaan penyewaan busana terbesar di China. Wang juga sebelumnya bekerja di IDG Capital dan KKR Group. A VC berubah menjadi seorang pengusaha yang ikut ke perusahaan tersebut setelah menjadi salah satunya yang sebelumnya adalah juga sebagai investor. Wang memanage pengoperasian, produk, strategi pengembangan bisnis, dan pendanaan. Sejak didirikan pada tahun 2015, Yi23 tumbuh dengan lebih dari 600 karyawan dan mendapatkan lebih dari USD 50 juta dari berbagai investor seperti Sequoia Capital, Alibaba Innovation Fund, Softbank, GSR, dan IDG.

Baca Juga: 10 Kebohongan tentang Sukses yang dipercayai banyak Orang

  1. Jonathan Weins (28 Tahun)

Malaysia

Weins dibuat frustasi oleh buruknya kualitas makanan yang memiliki label dengan harga yang begitu mahal.  Dan akhirnya Jonathan Weins mendirikan Dahmakan. Sebuah startup yang bergerak di bidang foodtech yang berlokasi di Malaysia. Menggunakan hak milih melalui teknologi, dan di dalam tim yang terdiri dari koki-koki yang sudah berpengalaman dan bahan-bahan yang berkualitas. Usaha yang Weins miliki menawarkan makan siang dengan harga yang terjangkau dan pengiriman makan malam bagi para pekerja di kantor. Dan pada 2017, Dahmakan menjadi orang Startup asal Malaysia Pertama yang menjadi bagian dari Ycombinator. Hingga hari ini, Dahmakan telah mendapatkan lebih  dari USD 4 juta untuk pendanaan dari Asia Tenggara dan perusahaan internasional dan investor yang memiliki reputasi yang tinggi yaitu, mantan CEO dari Nestle

  1. Xu XinMing (28 Tahun)

China

 

Mendirikan Shi Lili pada tahun 2013, sebuah operator dari berbagai butik hotel di China. Perusahaan ini dikenal dengan kamar-kamarnya yang memiliki pemandangan yang indah dan suasana yang romantis, yang beroperasi pada tujuan wisata yang populer bagi para turis di provinsi Yunnan, Guangxi and Zhejiang. Pada Februari 2017, mendapatkan USD 15 juta dalam Series A yang dipimpin oleh Matrix Partner. XinMing lulus dari Shenzhen University, dia sudah memiliki 8 tahun pengalaman di dunia perhotelan sebelum dia memulai usahanya sendiri.

  1. Krishnan Menon (28 Tahun) & Marshall Utoyo (28 Tahun)

Indonesia

Krishnan dan Marshall menggabungkan pengetahuan mereka akan e-commerce di Indonesia dan desain furniture untuk Fabileo. Fabileo adalah sebuah toko furniture Indonesia berbasis online dan offline pada tahun 2015. Dengan memperkerjakan 2,000 pengrajin lokal dan pabrik-pabrik, mereka bertujuan untuk membuat desian yang original dan produk yang berkualitas dengan harga yang masuk akal. Mereka juga memiliki pelayanan yang lain dimana di dalamnya terdapat desain interior dan produk-produk untuk keperluan rumah. Mereka juga menggunakan bahan 100% asli kayu yang berasal dari Indonesia dan Fabileo pun berkembang cukup pesat meskipun tergolog masih “anak baru” dalam dunia industri yang mereka geluti. Buktinya pada tiga bulan pertamanya saja mereka mencatatkan pertumbuhan dengan angka yang sangat amat fantastis yakni di angka 200%

  1. Vidit Aatrey (27 Tahun) dan Sanjeev Barnwal (28 Tahun)

India

Vidit dan Sanjeev mendidikan sebuah distribusi ritel platform di India yang mereka namakan Meesho. Meesho mempersilahkan para reseller untuk menyebarluaskan produk mereka dia sosial media seperti Facebook, Whatsapp, Instagram, dan lain lain. Meesho bertujuan untuk menyediakan layanan end-to-end dengan pemerikaan supplier, menyediakan jasa pengiriman dan fasilitas pembayaran. Lebih dari 200 juta ibu rumah tangga di India menggunakan Meesho sebagai penghasilan tambahan, sementara Meesho juga cukup dikenal di kalangan mahasiswa/i dan pemilik bisnis kecil. Investor-investor Meesho diantaranya yaitu SAIF Partners, Y Combinator dan Investopad.

  1. Stanislaus Tandelilin (27 Tahun)

Indonesia

Stanislaus Tandelilin merupakan salah satu dari lima pendiri Salestock.com. Salestock.com adalah aplikasi dan platform online yang bertujuan untuk memudahkan mobile access, dengan cara membuat pakaian yang layak untuk kelas pekerja dan untuk mereka yang suka hidup di alam. Dengan harga yang murah diusahakan tetap konsisten pada level tersebut, Salestock.com menggunakan kecerdasan mereka untuk memanage pembelian dan proses rantai suplai mereka, sekaligus menawarkan pembayaran di tempat untuk lebih dari 7,000 lokasi. Perusahaan tersebut baru saja menerima USD 27 juta dalam putaran pendanaan Series-B yang memungkinkan untuk melakukan pengembangan di luar negeri.

  1. Sanna Vohra (27 Tahun)

India

Sanna Vohra yang merupakan pendiri sekaligus CEO dari Wedding Brigade. Sebuah wedding platform di India yang semua sudah termasuk dalam satu paket lengkap yang bisa diakses secara online. Lulus dari Brown University, Sanna terinspirasi untuk mulai membuat busana pernikahan hingga pemesanan tempat pernikahan. Hingga hari ini, Wedding Brigade telah memiliki 35 karyawan di lima kota dengan konsumen lebih dari 15 negara. Bekerja dengan komisi sebagai kompensasinya, Sanna memiliki niat untuk memperkuat peluang yang mungkin dia bisa dapatkan dengan membuat private wedding wear line dan menambahkan konten video pada tahun 2018.

  1. Ankiti Bose (26 Tahun) dan Dhruv Kapoor (27 Tahun)

India

Ankiti dan Dhruv mendirikan sebuah pasar e-commerce online yang dinamakan Zilingo pada tahun 2015. Mereka membawa sebuah misi yaitu untuk menyediakan platform dimana beribu-ribu produk pakaian dapat terjual dan menjadi bagian dari ekonomi digital.  Dengan dukungan dari investor “kelas berat” seperti miliyader Silicon Valley yaitu Tim Draper. Hingga sekarang sudah memiliki 8,000 produk dan sekitar 2 juta pengguna.

  1. Bala Sarda (26 Tahun)

India

Bala Sarda merupakan pendiri Vahdam Teas, yang merupakan online retail platform. Dengan Vahdam Teasnya, Bala memiliki misi untuk membawa penikmat teh segar untuk bisa menikmatinya melalui platform yang telah ia buat. Dengan teknologi masa kini, dia memutus siklus kepada para perantara yang sebelumnya menjadi penghubung antara petani dan pembeli. Dengan ini, mereka memiliki model bisnis vertikal yang dimana secara langsung tertuju kepada konsumen. Lebih dari 100 perkebunan di India yang dijadikan sumber oleh Bala. Dimana teh-teh tersebut diproses, dipackaging dan dikirim langsung dari sumbernya. Dalam dua setengah tahun setelah beroperasi, Bala mendapatkan pendanaan USD 2 juta dan telah mengirimkan teh ke 150,000 konsumen yang tersebar di 80 negara.

 

  1. Dhruv Sharma (26 Tahun)

India

Pada tahun 2014, Dhruv Sharma lulus dari Boston University. Dhruv mendirikan GuestHouser, AirBNB India Version. Dengan ini, memudahkan orang untuk terhubung dengan orang-orang yang ingin menyewakan propertinya yang digunakan untuk berlibur. Saat ini, 150 member dari GuestHouser team memanage jaringan rumah untuk liburan terbesar di India dengan 130,000 properti, dengan 2,200 destinasi tujuan dari seluruh dunia.

  1. Nik Mirkovic (22 Tahun) dan Alex Tomic (24 Tahun)

Australia

Nik dan Alex merupakan teman semasa kecil yang memanfaatkan sisi kompetitif mereka untuk meluncurkan sebuah produk pemutih gigi yang bernama HiSmile. Sebuah produk yang diklaim dapat memutihka gigi hanya dalam 10 menit. Memiliki nilai kekayaan yang jika digabungkan antar keduanya mencapain USD 46 juta, dan menjadi orang yang paling muda yang muncul dalam Australian Financial Review’s 2017 Young Rich List. Dua atribut yang sukses dalam menaklukan media marketing strategy yang mereka terapkan. Memperhitungkan sosok seperti Kylie dan Kendall Jenner dan beberapa influencers lainnya untuk mengiklankan produk mereka. Mengatur pendapat mereka seakan-akan “mengambil alih kamar mandi dunia”, mereka sekarang menjadi salah satu yang paling cepat berkembang di perusahaan-perusahaan lain di Australia yang dihitung dari USD 0 sampai USD 50 juta dalam tiga tahun.