Kalau kita bicara bisnis artinya kita bicara tentang kesempatan. Mereka yang berhasil di dunia bisnis adalah mereka yang bisa memanfaatkan kesempatan. Seringkali bisnis yang dulu kita anggap sukses, hari ini belum tentu sukses. Mengapa ? Karena kesempatannya sudah berakhir.

Nah berbicara tentang kesempatan, ada statistik menarik mengenai jumlah penduduk Indonesia berdasarkan usia. Perlu diketahui sebelumnya bahwa Indonesia adalah negara dengan jumlah penduduk terbesar ke-4 di dunia dengan sekitar 260 juta jiwa. Jumlah ini tentunya adalah pasar yang sangat besar.

Berdasarkan statistik, ternyata penduduk Indonesia didominasi oleh anak muda. 50% penduduk Indonesia berusia di bawah 30 tahun. Dan mereka inilah yang sering disebut dengan “Generasi Millennial”.

Siapa Generasi Millennial ?

  • Generasi Millennial adalah mereka yang lahir antara tahun 1981-1997 atau ada juga yang menyebutkan hingga kelahiran tahun 2000.
  • Mereka yang saat kecil sudah mulai mengenal teknologi, seperti handphone, internet dan gadget canggih lainnya.
  • Mereka lebih memilih ponsel mereka daripada menonton televisi.
  • Mereka hampir dipastikan mempunyai minimal 1 akun email.
  • Teknologi bukan lagi sebagai alat, tapi sudah menjadi “perpanjangan” tubuh mereka 🙂
  • Mereka adalah generasi yang senang bergaul (networking)
  • Mereka terbuka dan ekspresif

Dimana mereka saat ini ? Kita akan mudah menemukan mereka di Media Sosial, seperti Instagram, Facebook, LINE dan sejenisnya.


Credit : Hootsuite

Dari data-data diatas sudah dapat melihat peluang bisnis yang menjanjikan? Yup, Generasi Millennial adalah pasar yang sangat besar di Indonesia.

Ide bisnis apa yang cocok untuk dijual ke mereka ? Bisnis yang bagus bagi kaum millennial adalah bisnis yang “instragamable”. Mengapa ? Ingat ciri-ciri mereka diatas. Apa itu “Instagramable” ? Instagramable adalah segala hal yang menarik untuk di-posting di Instagram.

Baca Juga : 5 Tips Memilih Endorser yang Tepat untuk Bisnis Anda di Instagram

Seringkali media sosial bukan hanya menjadi media untuk bersosialisasi, tapi juga menjadi media pamer. Karena mereka mudah menemukan teman baru di media sosial, maka saat itulah mereka mudah untuk berbagi sesuatu ke teman-teman mereka.

Ide Bisnis apa yang berpotensi untuk berhasil :

1. Produknya memang menarik untuk difoto. 
Indonesia sangat kaya akan wisata alamnya. Cobalah bisnis travel dengan menjual “pemandangan”. Buat sebuah grup yang membawa mereka ke tempat-tempat wisata yang akan membuat galeri foto mereka penuh dengan foto pemandangan 🙂

Bisnis kuliner juga menarik. Makanan unik atau Cafe yang mempunyai spot menarik akan dikunjungi anak muda sekedar untuk memuaskan rasa ingin tahu dan menambah koleksi foto mereka.


Credit :

2. Produk yang susah didapatkan. 
Manusia itu cenderung “kepo”. Apalagi anak muda. Melihat orang lain antri begitu panjang atau ada yang memasang foto duluan, akan membuat mereka penasaran dan ingin mencobanya. Produknya bisa apa saja. Tidak perlu mahal, yang penting bikin penasaan. Sekarang pikirkan saja bagaimana agar mereka bersedia antri. Tentu produknya harus layak dibeli juga.

Untuk membuat seseorang menjadi penasaran, bisa dengan melakukan pembatasan, misal :
– Hanya dijual atau diskon hari ini
– Hanya dijual dalam 1 jam saja
– Hanya tersedia 10 buah
– Ada artis (public figure) yang rela antri


Credit : Kompasiana

3. Karena ada dia di dalam produk itu.
Salah satu ciri manusia jaman sekarang yaitu ingin “eksis”. Contoh saja Starbucks yang akan menuliskan nama kita di gelas minuman kita. Atau minuman biasa dimana penutupnya di-print foto kita. Anak-anak muda akan tergoda untuk mem-psoting itu ke Instagram mereka. Dan tentu saja itu akan menarik perhatian “follower” dia untuk melakukan hal yang sama.


Credit :


Credit : Kompas

Beberapa waktu yang lalu, saya mengikuti meetup untuk para pemilik e-commerce yang diadakan secara rutin oleh Asia Commerce. Saat itu pembicara tamu-nya adalah Aria Rajasa, CEO tees.co.id. Dia menceritakan, saat ini ada desain kaos yang cukup laris dibeli oleh ibu-ibu, yaitu coretan gambar anak mereka sendiri 🙂

4. Produk yang mahal banget. 
Kali ini agak tidak masuk akal, tapi entah mengapa tetap ada yang membelinya. Membeli produk dengan harga yang tidak wajar dianggap akan menaikkan gengsi dia. Orang lain tidak bisa seperti dia.

Contoh, membeli nasi goreng biasa dengan harga 150 ribu rupiah. Hmm.. Saya percaya orang tersebut akan segera foto nasi goreng itu dan posting di Instagram dia. Atau minimal dia akan foto struk pembelian 🙂


Credit : Berita Heboh

Nah sudah mulai terpikirkan mau jualan apa ? Atau, kalau sekarang sudah ada produknya, coba modifikasi agar produk tersebut disukai oleh generasi millennial.