Sudah menjadi pemandangan sehari-hari entah itu di Cafe, warkop, restaurant, mall, angkutan umum. Sebagian besar orang sedang melihat ke bawah- ke smartphone mereka. Hampir tidak ada sama sekali yang memperhatikan Billboard atau Baliho yang ada di “Dunia Luar”.

Social Media adalah tempat dimana semua perhatian tertuju.

Karena alasan tersebut lah, Influencer Marketing mendapatkan momentum yang luar biasa di dunia advertising sebagai mana ia mampu membantu brand mendapatkan Positive word-of-mouth tentang produk dan jasa mereka jauh lebih efektif lagi.

Eits, jangan salah tangkap dulu tentang Influencer Marketing, saat orang mengatakan tentang Influencer Marketing pasti bayak yang mengira bahwa mereka harus mendapatkan selebritis yang lagi hot saat ini dan sering muncul di TV seperti ‘Ayu ting-ting’ misalnya.

Padahal sebuah studi dari Markerly, menyebut bahwa “micro Influencer” – entah itu dari YouTube maupun Instagram- adalah pusaka bagi kekuatan Sosial Media; dan juga cara paling ampuh untuk mengumpulkan high-quality word-of-mouth. Jadi apa micro influencers itu? Tidak seperti Seleb youtube atau Instagram yang mempunyai jutaan followers, mereka yang bisa disebut micro influencer hanya mempunyai sekitar ribuan sampai 20k follower di masing-masing platform.

Micro Influencer lebih Efektif dibanding dengan Seleb

Saat ini salah satu kategori industri yang sangat gencar menerapkan micro influencer adalah perusahaan-perusahan peralatan komputer contohnya, mereka telah menggandeng para reviewer-reviewer yang ada di youtube, untuk mereview produk mereka. Pendekatan seperti ini terbukti sukses karena mereka juga menawarkan kesempatan bagi konsumer mereka untuk terhubung dengan lebih interaktif dan lebih mengenal produk mereka. Selain itu brand-brand tersebut juga mendorong para customer untuk menjadi sebuah komunitas fandom dan menyebarkannya satu sama lain.

Baca juga : Mencari Supplier Terpercaya Dalam Bisnis Online

Selain perusahaan hardware komputer, micro influncer ini juga terbukti sangat efektif untuk produk makanan/minuman ataupun produk kecantikan atau kosmetik. Karena produk-produk tersebut sangatlah membutuhkan review atau word-of-mouth yang kuat untuk suatu brands.

Para micro influencers sendiri juga seringkali sangat vocal terkait brand yang mereka yakini. Mereka-mereka ini yang biasanya aktif berbicara lebih banyak tentang brand di social media dibanding dengan average comnsumer. Sebuh studi juga menunjukan bahwa para micro influencer memiliki 22.2 kali lebih banyak pembicaraan tentang brand di sosial media per minggu dibanding dengan konsumen biasa. Dan mereka tahu apa yang mereka lakukan. Micro influencer adalah orang yang ahli dalam memanfaatkan sosial media untuk mendongkrak status selebriti mereka sebagai mana mereka harus menggunakan sosial platform ini untuk mendorong kesuksesan mereka.

Selain itu, para micro influencer juga diakui lebih berpengaruh karena mereka memang terasa lebih “Kredibel dan dapat dipercaya”, “Lebih berpengetahuan”, dan “Lebih baik dalam menjelaskan bagaiamana manfaat dan yang terbaik dari sebuah produk” daripada konsumen biasa pada sosial media.

Micro Influencer bukanlah seperti Selebriti tradisional, tapi lebih bisa disebut seseorang yang pada kategori tertentu sangat paham, mempunyai passion tinggi, dan dilihat sebagai sumber terpercaya saat mencari rekomendasi hal apa yang ingin dibeli. Konsumen merasa bahwa mereka dapat mempercayai micro influencer karena mereka bukan selebriti yang bergelimang popularitas, melainkan, mereka juga merupakan konsumer yang derajat sosial nya naik karena kesuksesan dan popularitas mereka di sosial media.

Hal ini lah yang membuat mereka sangat penting dalam peningkatan brand, karena mereka dapat menjadi penghubung yang pas antara brand dan konsumer biasa- membuat mereka menjadi lebih terpercaya dan “dapat diandalkan” daripada selebriti tradisional.

6 Alasan untuk mempertimbangkan Micro Influencer Marketing

TL;DR: Micro Influencer marketing merupakan era baru dalam pemasaran mulut ke mulut. Influencers dapat memaksimalkan Social Media advertising atau marketing yang sudah sangat efektif tersebut. Berkat engagemen dan interaktif nya mereka, membuat pemasaran menjadi lebih hidup dan natural. Aktifitas para influencer ini juga memberikan kesempatan bagi Brand untuk mempelajari produk mereka dan mendapatkan feedback yang berharga. Sekarang mari kita lihat list betapa pentingnya micro influencers untuk marketing yang sukses.

1.       Fee mereka sangat terjangkau

Banyak business yang mempunyai dua kesulitan utama: Cashflow yang terbatas, dan Manpower yang terbatas. Untuk mengembangkan presence anda pada sosial media, akan membutuhkan cukup banyak waktu dan uang. Pertumbuhan juga kadang akan terasa sangat lambat, dan akan cukup sulit untuk menjadi viral atau untuk mendapat reach yang kita butuhkan di platform seperti Instagram tanpa mengeluarkan biaya yang besar. 

Micro Influencers merupakan suplemen yang terjangkau. Mungkin hal ini merupakan alasan yang langsung diterima oleh suatu brand untuk menggaet micro influencer. Meskipun ide  bahwa selebriti mempromosikan brand anda terdengar hebat, realitanya Endorsment seleb dapat memakan banyak uang. Bahkan hanya satu instagram post dari selebriti dapat mengabiskan uang puluhan juta lho, kalau ndak lebih. Sedangkan micro influencer, tentu saja jauh lebih terjangkau. Sebuah survey menyatakan bahwa 84% micro influencer mencharge sekitar $250 per branded post di Instagram (ini di luar negri lho ya, mungkin di Indonesia standarnya bisa lebih murah). Bahkan, ada micro influencer yang meminta bayaran lebih murah karena dia pribadi memiliki ketertarikan dengan brand yang ia promosikan.

2.       Mereka Punya Target Audience yang Jelas

Marketing tidak seperti halnya kata-kata motivasi “Shооt fоr thе mооn, іf уоu mіѕѕ, уоu’ll lаnd аmоng thе ѕtаrѕ.” Jika anda tidak mempunyai target Audience yang jelas dalam marketing, anda akan menembakan uang anda di Ruang hampa udara. Coba duduk dan pikirkan apa yang anda tawarkan dan lihat sekeliling siapakah yang paling cocok untuk produk atau jasa anda.

Micro Influencer mempunyai audiens dan follower yang lebih tertarget dibanding dengan selebriti lebih besar yang ada di sosial media. Seseorang mungkin memfollow Rafi Ahmad karena, akting nya, cara berpakainnya atau kehidupan pribadinya. Dengan kata lain, tidak semua 100 juta follower Cristiano Ronaldo yang ada di Instagram merupakan pecinta bola. Selain itu anda perlu merogoh kocek 5 miliar untuk bisa di posting oleh CR7, dimana ini membawa kita kembali ke poin pertama, terjangkau nya harga micro influencer.

Dengan Micro Influencer, orang-orang mengikuti mereka karena passion mereka tentang satu interest tertentu atau satu kategori interest tertentu. Anda bisa dengan mudah menarget orang-orang yang tepat dengan memilih influencer yang cocok dengan brand anda, dan anda mendapatkan target audience anda dengan cara yang sangat mudah dan natural. Soal angka, salah satu sumber menyatakan mendapatkan ROI sebesar $6.50 di setiap dollar yang mereka keluarkan untuk Influencer marketing (itu berarti lebih dari 600%, wow)

Baca Juga: 5 Tips Memilih Endorser yang Tepat untuk Bisnis Anda di Instagram

3.       Mereka itu Otentik

Otentik dalam konteks ini adalah dengan menjadi genuine, unquestionable, reliable, dapat dipercaya dan nyata.

Ide tentang authentic marketing memang bukanlah hal yang baru. Berawal dari ide sederhana yakni “kebenaran itu menjual”; dan hal ini pun menjadi salah satu marketing tool yang sangat powerful di dunia marketing saat ini. Brand yang Otentik, pada wujud sederhananya, adalah mereka yang menyajikan kebenaran dan transparansi, menghilangkan elemen ‘brand’ yang memisahkan mereka dengan konsumen, dan menggantinya dengan elemen ‘manusia’ yang menimbulkan hubungan yang diinginkan.

Keberhasilan seorang influencer sangat bergantung pada keontetikan mereka. Memilih influencer yang tepat akan menyelesaikan masalah saat mencoba menyuruh team pemasaran untuk berbicara dengan para ABG. Jika meleset pada tahap ini seperti halnya menginjak kerikil. Daripada menyuruh seorang marketer yang berusia 40 tahun untuk merayu seorang remaja, seorang micro influencer yang masih remaja yang menggunakan produk anda akan jauh lebih menjual, mereka juga terdengar lebih otentik dan berbicara layaknya target market anda juga. Micro Influencer sangatlah senang jika brand membiarkan mereka membuat konten yang sesuai dengan gaya mereka. Kenapa? Karena mereka memang ditantang untuk selalu menampilkan konten baru yang relevan untuk follower mereka. Ini merupakan win-win solution. Bagaimanapun, keotentikan adalah kualitas yang patut dikejar oleh semua brand.

 

Source: Markerly

4.       Mereka menghasilkan Engagement yang lebih tinggi

Banyak sekali perusahaan Jasa menginvestasikan dana mereka terhadap Relationship Marketing. Namun tak semua customer menyambut baik upaya marketing yang satu ini. Selain setiap customer sebenarnya memiliki orientasi yang berbeda untuk dapat didekati, saat ini aktifitas marketing juga harus disesuaikan kepada satu individual dan market segment. Terus aktif berhubungan dengan pelanggan adalah faktor penting untuk membangun hubungan yang kuat dengan pelanggan. Sosial Media mendapatkan popularitas yang menakjubkan karena kemampuan nya dalam menghubungkan orang satu sama lain. Pada akhirnya, sosial media selalu menjadi jalur dua arah dan akan terus seperti itu.

Micro influencer yang bagus adalah yang antusias akan apa yang anda antusiaskan. Jika anda membuat produk yang bagus, seringkali kontaklah para micro influencers-atau kirimi mereka sample nya- hal ini akan membuat mereka mempromosikan brand anda secara gratis atau dengan sedikit biaya! Para micro influencer mempunyai engagement rate di sosial media yang lebih bagus dibandingkan dengan selebritis.

Markerly mengadakan studi tentang engagement di Instagram dan hasilnya menunjukan bahwa semakin banyak follower dari sosial media influencer, jumlah like dari mereka semakin menurun persentasenya. Dari 800.000 pengguna Instagram yang dianalisa, yang mempunyai 1.000 followers mempunyai engagement sekitar 8%; mereka yang mempunyai follower 1.000-10.000 mempunyai engagement rate 4%; dan mereka yang 10.000-100.000 sekitar 2.4%. Sementara influencer dengan follower lebih dari satu juta terlihat hanya memiliki engagemt sekitar 1.7%.

Like Rate vs micro influencer follower

Comment vs Micro Influencer followers

 

5.       Mereka menghasilkan Conversion yang lebih baik

Seperti yang disebutkan sebelumnya, sebuah study dari Exerticy menunjukan bahwa micro influencers mempunyai sekitar 22.2 kali lebih banyak percakapan dengan follower mereka di Instagram dibandingkan dengan Influencer mainstream seperti selebriti atau User biasa. Hal ini dikarenakan micro influencer sangatlah antusias dengan interest mereka dan sangat suka berbagi dengan follower mereka. Micro influencer mempunyai audience dan follower yang jauh lebih tertarget dibandingkan dengan selebritis. Sekali lagi, dengan micro influencer, orang-orang mengikuti mereka karena passion nya pada suatu interest atau kategori interest yang sejenis.

Berdasarkan beberapa survey terhadap customer yang dilakukan oleh Markerly, 82 persen dari customer seringkali mengikuti rekomendasi seorang micro influencer saat memutuskan untuk membeli produk atau jada, hal ini dikarenakan micro influencer mempunyai passion dan pengalaman terhadap barang tersebut.

Satu lagi statistik menarik yang patut untuk dishare, berdasarkan Think with Google, 40% subscriber millenial lebih percaya terhadap influencer dibandingkan dengan teman mereka di dunia nyata. Dan 70% dari mereka lebih tertarik terhadap YouTube creators daripada selebriti tradisional.

Last but not least, micro influencer mempunyai keterampilan dalam mereview apa yang anda buat atau apa yang anda lakukan. Sekali lagi, mereka sangatlah antusias dan fokus terhadap satu niche yang menjadi ketertarikan mereka, jadi saat mereka mereview produk anda, review tersebut tidak akan masuk melalui telinga kanan dan keluar dari telinga kiri.

 

6.       Mereka memberikan feedback yang lebih baik

Marketing yang bagus berdasar dari mengetahui apa yang customer cari dan merespon kebutuhan mereka. Cara terbaik untuk melakukan hal ini adalah dengan cara mendapatkan feedback dari customer anda. Jika anda tidak aware akan kebutuhan dan keinginan customer anda, anda akan sangat kesulitan untuk merespon dan memenangkan hati customer anda dalam jangka panjang. Belum lagi, anda akan kesulitan untuk membuat marketing plan, tanpa feedback dari customer. Intinya adalah mendapatkan feedback dari customer dan memanfaatkannya dengan baik akan membuat perusahaan anda lebih kuat dan lebih profitable.

Namun, banyak pemilik usaha tidak yakin bagaimana cara terbaik untuk mengumpulkan customer feedback. Bekerjasama dengan micro influencer, dapat menempatkan anda pada posisi dimana anda akan mendapatkan feedback yang menakjubkan secara otomatis. Sebagai mana micro influencer adalah seorang ahli dalam bidangnya, mereka akan memeberikan anda feedback yang berharga tentang mengapa mereka sangat senang bekerja dengan anda atau sebaliknya.

Baca Juga: Trik Ampuh Membuka Toko Online di Instagram

Hal terpenting dalam menumbuhkan Pohon Mangga

Suatu Hari ada seorang yang melintasi sebuah pohon mangga besar yang di dahan nya terdapat buah yang sangat rimbun. Dan ia bertanya pada pemiliknya, berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk pohon tersebut agar tumbuh sedemikian rupa. Sang pemilik menjawab, “sepuluh menit,” kemudian diam. Orang yang lewat tadi mengerenyitkan dahi- sepuluh menit itu tak cukup untuk dibuat apa-apa, apalagi menumbuhkan pohon. Kemudian sang pemilik rumah menjawab: “Sepuluh Menit tiap hari.”

Sepuluh menit untuk mendiskusikan brand anda, menampilkan, dan menunjukannya kepada sepuluh orang micro influencer setiap hari akan sangat berarti dan akan menumbuhkan brand anda secara menakjubkan. Micro influencer itu bukan tentang one time campaign, melainkan strategi berkala yang akan mengasilkan value jangka panjang.

Dan hal tersebut harus sudah anda pikirkan dari sekarang, dan kalau bisa mulai dari sekarang, saat ini berapa bisnis yang mempunyai niche sama dengan bisnis anda? Lalu apakah anda akan menunggu kompetitor anda untuk terjun terlebih dahulu? Anda yang akan menentukan untuk basah duluan dan kemungkinan besar anda yang akan muncul dipermukaan terlebih dahulu.

 

Sumber: Christian Morzsa di Entrepreneur’s Handbook