Sudah bukan hal yang aneh atau unik, semua orang tahu bahwa media sosial merupakan hal yang seakan menjadi kebutuhan bagi kehidupan di masa sekarang. Maka data-data seperti pengguna media sosial yang mencapai 3 miliar user bukan merupakan hal yang mengejutkan. Kemudian dari 3,7 miliar tersebut, 67% diantaranya merupakan mereka yang mengakses media sosial dari perangkat genggam alias mobile.

Dengan banyaknya pengguna Media Sosial tersebut maka tidaklah mengherankan jika “wahana” ini menjadi wahana favorit bagi para marketer untuk menjangkau market dari produk maupun brandnya. Dan tidak mengherankan jika media sosial akhirnya menghasilkan berbagai trend-trend yang diikuti oleh mereka yang tetap ingin menjadi terdepan.

Berikut adalah 8 Hal yang menjadi hits di Sosial Media yang perlu anda perhatikan

#1 Augmented Reality: Sebuah Kesempatan yang tidak boleh anda Lewatkan

Microsoft Holo Lens dan Google Glass merupakan bukti bahwa brand besar menanggapi AR dengan serius. Meskipun Google Glass meledak di pasaran, ia membantu google untuk banyak belajar mengenai AR, yang sekarang telah diimplementasikan melalui OS Android andalanya.

Snapchat yang terkenal menggunakan AR melalui Face-filternya dan memonetisasinya dengan cara membiarkan brand untuk membuat custom face-filter.

Di sisi lain, Facebook baru saja merilis AR Studio – sebuah platform dengan tujuan “mendorong creator untuk menghubungkan seni dengan data untuk membawa Augmented Reality ke dalam kehidupan sehari-hari melalu Facebook Camera.”

Ini petunjuk Facebook mengenai rencana mereka mengenai Augmented Reality:

“Salah satu tujuan kami dengan AR Studio adalah untuk memberikan kekuatan Augmented Reality je tangan semua creator. Dalam beberapa bulan terakhir, kami telah memperluas penyebaran AR Studio toolset ke lebih banyak creator untuk membangun dan membagikan Pengalaman AR dengan komunitas Facebook.

Sebagai bagian dari penyebaran ketersediaan AR Studio, kedepannya, kami juga akan menghidupkan teknologi world effect di dalam AR Studio. Creator akan segera bisa mendevelop 3D digital object bagi masyarakat untuk dapat menaruhnya di permukaan dan berinteraksi di dalam ruang fisik mereka.”

Augmented Reality merupakan hal baru, dan 2018 akan menjadi tahun penanda bagi teknologi ini sebagai platform yang meningkatkan pengalaman bersosial media. Harapannya Augmented Reality akan mendorong jauh inovasi di dalam media sosial.

#2 Chatbots: Trend media sosial paling panas di tahun 2018

Bangkitnya real-time messaging telah menghantarkan sebuah gelombang perubahan didalam cara customer berhubungan dengan brand.

Chatbot telah membantu secara ‘cerdas’ mengotomisasi percakapan dengan ratusan customer secara real-time. Facebook Messenger mengalami peningkatan yang awalnya 33.000 menjadi 100.000 penggunaan chatbot hanya dalam satu tahun. Penggunaan ini membukakan jalan bagi penggunaan chatbot di tahun 2018. Sekarang, ribuan Facebook Page mengaktifkan chatbot yang menghandle percakapan, rekomendasi produk, atau menyelesaikan permintaan customer.

iMessage, WeChat, Slack, dan Viber juga telah meluncurkan chatbot. Begitu juga dengan aplikasi messaging lain yang tengah menghadirkan chatbot di platform mereka.

Bagaimanapun peningkatan cepat chatbots ini bukan berarti bahwa customer telah siap meninggalkan interaksi manusia, hanya saat chatbot digunakan dengan tepat mereka dapat membantu perusahaan (hingga $8 miilar) dan meningkatkan pengalaman customer.

#3 Instagram: Juara Baru Media Sosial

Instagram telah melewati perjalanan panjang sejak peluncurannya 8 tahun lalu. Memulainya sebagai aplikasi berbagi foto, ia telah tumbuh menjadi raksasa media sosial. Faktanya, ia telah menjadi jejaring media sosial yang paling diminati di U.S. mengalahkan Snapchat. Di Indonesia pun sebenarnya kondisinya tidak jauh berbeda mengenai kepopuleran Instagram ini.

Lebih lagi, soal mengenali potensi Instagram, para brand juga tidaklah jauh tertinggal. Sekarang, para pengiklan sangat mengapresiasi kesempatan ini, dan hal ini juga ditunjukan melalui peningkatan pengeluaran yang diberikan untuk platform ini. Keuntungan iklan Instagram tumbuh secara signifikan dari tahun ke tahun. Di tahun 2017, ia menghasilkan 10,6% dari Total keuntungan iklannya Facebook.

Hari ini, Instagram terus membuat platformnya semakin menarik baik bagi pengiklan maupun customer dengan fitur-fiturnya, selain story yang dirasa sangat powerful. Belakangan Instagram juga hadir dengan IGTV. Bagi sebuah bisnis, sangat direkomendasikan untuk mengexplore story IG maupun IGTV untuk kepentingan Brand maupun advertising. Karena jika ternyata produk atau brand cocok dengan audience Instagram, maka pemenang sesungguhnya di 2018 adalah mereka yang menyadari peluang besar yang hadir saat memaksimalkan fitur-fitur tersebut.

Dan Instagram tidak berhenti di situ. Instagram juga menjadi salah satu pionner dalam social commerce dengan yang namanya “shopping tags,”Instagram sedang di set untuk meningkatkan industri retail! Para User dan Brand mungkin sedikit frustasi karena kurangnya link yang dapat di klik dalam sebuah post, jadi shopping tags menawarkan cara yang lebih smooth dan terintegrasi bagi brand untuk memonetisasi post mereka dan bagi customer untuk dapat melakukan pembelian dengan langkah yang lebih singkat.

Pada tahun 2018, Instagram akan terus bertumbuh dan membantu baik pengguna maupun bisnis untuk menghabiskan lebih banyak waktu di media sosial.

Baca Juga: Aplikasi IGTV: Semua yang perlu anda ketahui dari Aplikasi Video baru Instagram

#4 Video: Gambar Bergerak akan menjadi yang terpenting

Sebuah gambar bernilai ribuan kata, video bahkan lebih. Salah satu buktinya adalah YouTube sebagai platform media sosial terbesar ke dua berdasarkan pengguna aktifnya. Platform media sosial meningkatkan adaptasi platform mereka ke arah konsumsi video.

Facebook telah mendeklarasikan bahwa video adalah rajanya dan secara aktif merubah news feednya untuk lebih mempromosikan konten video. Facebook juga meluncurkan “Facebook Wach pada Agustus 2017

Sementara itu Instagram selain di rasa sukses dengan Instagram storynya kini hadir dengan IGTV yang digadang-gadang akan menyaingi YouTube.

Meningkatnya dan semakin murah nya bandwidth, camera yang semakin baik pada smartphones, dan kuatnya dorongan dari media-media sosial ini hanya akan semakin membuat video content melampaui konsumsi media lainya.

Sekarang brand tidaklah malu untuk mengambil pendekatan social-first video marketing. Pada tahun 2017 marketer menghabiskan waktu 2x lebih banyak pada online video dibandingkan dengan iklan di TV. Dari sebuah prespektif jangka panjang, video hadir untuk waktu yang lama. Industri telah menstandarisasi digital video content dalam bentuk panjang untuk para pengiklan.

Perusahaan B2B juga telah memanfaatkan jejaring sosial untuk meluncurkan strategi video-first, dengan LinkedIn sebagai yang terdepan melalui peluncuran fitur Video pada 2017. Kebanyakan pengiklan telah menanti LinkedInd utnuk membuka fitur videonya untuk mereka. Hal ini juga tidak menghentikan para influencer untuk menjangkau koneksi professional mereka menggunakan LinkedIn Video.

Di tahun 2018, video akan terus mendapatkan traffic dan engagement dalam jumlah besar. Tak peduli seberapa kecil atau besar bisnis anda, Overall Growth plan anda harus mempunyai video sebagai bagian dari social media strategy anda.

#5 Micro-influencer: tak terlalu micro lagi

Influencer marketing bukanlah hal yang baru di Media Sosial. Hal tersebut telah menjadi cara paling efektif – dan juga mahal kalau tidak dijalankan secara tepat – untuk mendapat perhatian dan promosi produk anda dari mereka-mereka yang mempunyai target audinence yang sama dengan bisnin anda.

Yang mengejutkan adalah influencer non-seleb cenderung menghasilkan pembelian yang lebih besar dibanding para selebriti, yang hanya menghasilkan 3% pembelian.

Semakin bertambahnya follower, engagement akan berkurang. Perlu diperhatikan bahwa, para marketer sudah mulai menggunakan pendekatang yang lebih tertarget dalam strategu endorsement mereka.

Micro-influencers mempunyai Follower yang lebih engage (hingga lebih dari 22%) dengan content yang mereka buat, dan bekerja sama dengan mereka juga lebih terjangkau dibandingkan dengan melakukan influencer campaign dengan selebriti (6.7x lebih cost-effective).

Pada 2018, brand perlu membangung hubungan yang otentik dengan micro influencer yang mereka percayakan dengan brandnya ketimbang memperlakukan campaign bersama influencer hanya sebagai transaksi beli lepas. Hal ini tidak hanya akan membantu membentuk suatu hubungan saling menguntungkan “dua arah” namun juga menghasilkan efek organik yang lebih bagus terhadap produknya.

#6 Live Video: Community dan Conversation yang menyatu

Live video sekarang sedang dalam sorotan. Facebook menyatakan bahwa engagement dalam Live Video tiga kali lebih besar dibandingkan dengan non-live dan lebih dari 50% marketer memutuskan untuk mencoba live video tahun ini.

Berikut adalah beberapa statistik yang membuktikan popularitas live video:

Live video menawarkan level engagement, excitement dan kesegeraan  yang tak bisa ditandingi oleh recorded videos, posting traditional social media atau bahkan live TV.

Berdasarkan research oleh Yahoo, ads lebih efektif saat digunakan pada content live, menghasilkan lebih banyak engagement postif.

Lebih lagi, dengan online live video, sejumlah user dapat berinteraksi dan menikmati live stream bersama-sama, membentuk sebuah komunitas viewer yang saling berbagi dan membuat percakapan di media sosial.

Brand seperti  Tesla, Dunkin Donuts, dan Airbnb telah menggunakan live video sebagai tool yang efektif untuk membangun brand. Dengan berbagai macam algoritma yang semakin menyulitkan untuk mendapatkan organic reach, konsumsi Live Video akan membantu brand untuk dapat stand out pada 2018.

#7 Paid Advertising mengambil peran penting di Panggung

TV sudah menjadi tradisi sebagai medium pengiklanan semenjak awal kemunculannya. Dengan perkembangan media sosial dan berbagai pilihan yang tersedia untuk advertiser yang mempunyai analytic yang mutakhir, jumlah advertiser sendiri semakin meningkat.

Berdasarkan beberapa analyst, 2018 akan menjadi tahunnya digital media, dimana pengeluaran untuk digital ad akan menyalip offline media dan pengeluaran marketing untuk pertama kalinya. Dengan terus berkurangnya penonton televisi, surat, majalah dan koran, hal ini menjadi semakin masuk akal.

Fun Stat: dalam digital advertising, mobile ads yang akan bertengger di atas. Mobile ads diperkirakan akan mencapai 75% dari total spend digital ads.

Social Media advertising membantu brand untuk semakun dekat dengan customer base mereka melalui ads yang highly targeted. Selain itu, adopsi ini meningkat karena ads media sosial lebih mudah untuk diukur dan anda dapat menandai penjualan dan pembelian sampai ke titik dimana anda bisa mengetahui teks mana yang lebih banyak menghasilkan klik.

Melalui report Adobe baru-baru ini, 42% millenial, dan separuh Generation Z mengidentifikasikan meida sosial sebagai channel yang paling relevant – yang juga akan meningkatkan relevansi adsvertising anda. Bandingkan dengan generasi penonton TV, yang menunjukan relevansi ads nya menurun.

Pada 2018, brand akan mengembangkan strategi social media yang lebih fokus terhadap Paid Advertising. Platform seperti Facebook, Twitter, LinkedIn, dan Snapchat secara reguler menghadirkan produk teknologi dan iklan baru yang dapat membantu bisnis untuk menjangkau orang yang tepat di waktu yang tepat.

Inovasi-inovasi tersebut menghantarkan pendekatan terhadap paid advertising akan terus berlanjut pada 2018.

#8 Social E-commerce akan menghasilkan pertumbuhan

Social e-commerce adalah kemampuan utnuk membuat third party purchase melalui sebuah pengalaman native social media.

Hal ini akan membantu anda untuk memudahkan customer dalam proses pembelian dengan mengurangi jumlah langkah-langkah yang dibutuhkan untuk menyelesaikannya. Customer dapat secara mudah menemukan produk anda dan melakukan pembelian melalui platform media sosial itu juga.

Facebook, Twitter, dan Pinterest mendominasi ruang social e-commerce dengan Instagram secara perlahan menyusul dengan peluncuran fitur “Shopping Tags” yang sudah kita sebut sebelumnya.

Social Commerce di Twitter

Trend-trend di Sosial Media ini akan menentukan bagaimana bisnis-bisnis membangun strategi untuk menghasilkan ROI yang lebih besar, mendaptakan lebih banyak awareness, dan menghasilkan lebih banyak percakapan di Media Sosial.

Trend apa yang paling anda cermati dan mungkin sudah anda terapkan di bisnis anda? Bagaimana rencana anda untuk memanfaatkan trend tersebut? Saya juga ingin mendengar pendapat anda.

Source: Markgrowth.com