Dalam dunia sosial media marketing, kita mengenali istilah yang biasa disebut Marketing Campaign. Hal tersebut adalah sebutan untuk serangkaian kegiatan media social yang dapat mendukung sebuah goal marketing tertentu. Contohnya misal, Promo Kemerdakaan, promo akhir tahun, atau mungkin selfie contest, dan seterusnya.

Marketing campaign sendiri mempunyai tujuan yang berbeda-beda, ada yang bertujuan untuk meningkatkan penjualan atau hanya sekedar meningkatkan branding. Dalam suatu campaign biasanya terdapat banyak rangkaian post atau kegiatan media sosial, misal di sebelum campaign dibuka ada teaser post, lalu saat campaign dibuka, ada serangkaian posting, hingga mengubah foto profil atau foto cover dari media sosial kita.

Dari marketing campaign yang banyak berjalan di media sosial, masih kerap kali terjadi beberapa hal yang membuat marketing campaign tersebut menjadi kurang maksimal. Di artikel ini saya mencoba merangkum beberapa kesalahan tersebut.

Berikut ini merupakan 8 kesalahan yang membuat marketing campaign media sosial tidak maksimal.

  1. Citra Brand yang Tidak Sesuai

Pada saat menjalankan proses campaign sangat diperlukan kesesuaian dengan target pasar yang dituju. Maka dari itu sebelum melakukan campaign pada media sosial, hal yang pertama dilakukan adalah melakukan research pada target.

Setelah anda memiliki gambaran mengenai target pasar anda, lebih baik lagi jika anda coba mencari dan menggali secara spesifik tentang target pasar anda. Sehingga, anda dapat menciptakan dan menampilkan citra brand pada campaign anda yang sesuai target pasar dan lebih efektif.

  1. Terlalu Banyak Posting Promosi

Jika anda melihat pada sebagian besar feed media sosial anda menampilkan produk atau layanan, maka sangat memungkinkan anda akan kehilangan audiens anda. Kebanyakan orang tidak menyukai apabila terlalu banyak iklan atau promosi yang dilakukan.

Anda dapat memperbaikinya dengan cara memberikan post yang memiliki nilai untuk audiens anda. Cara yang terbaik untuk melakukan campaign media sosial anda adalah dengan menunjukkan personality dan menciptakan koneksi dengan audiens anda.

  1. Iklan yang Diberikan Tidak Sesuai

Banyak kasus iklan yang menawarkan produk atau layanannya yang tidak sesuai dengan keadaan. Hal ini akan memberikan pengaruh buruk pada pengalaman audiens anda, serta resikonya kehilangan kepercayaan dari audiens anda. Bahkan, bisa saja audiens anda akan berbagi pengalaman buruk pada produk atau layanan anda di media sosial.

Oleh karena itu, dalam penggunaan campaign media sosial yang baik adalah memberikan iklan yang sesuai dengan keadaan dan kegunaannya. Hal lainnya, kreatifitas, bahasa, dan kejelasan dalam beriklan juga tetap diperlukan sesuai dengan target pasar anda.

Baca Juga: 8 Hal paling Hits tentang Media Sosial di Tahun 2018

  1. Kurangnya Keterlibatan Audiens

Kurangnya keterlibatan audiens ini bermaksud pada like dan comment pada masing-masing post. Jika anda tidak melihat itu berarti menunjukkan posting anda tidak memiliki pengaruh pada audiens anda.

Cobalah untuk menggunakan metode baru pada posting anda. Gunakan visual yang menarik perhatian dengan caption yang membuat orang-orang akan memberikan komen dan atau like.

  1. Terlalu Banyak Menghabiskan Waktu di Media Sosial

Mungkin hal ini akan membuat sebagian orang heran? Tapi nyatanya jawaban ini adalah benar dalam melakukan campaign di media sosial.

Namun, hal ini bukan dimaksudkan “harus berapa lama waktu yang digunakan untuk campaign pada media sosial”. Sebanyak 64% marketer menyarankan waktu yang baik dihabiskan dalam campaign media sosial adalah 6 jam per minggu. Jadi, berapa sudah berapa lama anda menggunakan waktu campaign anda?

 

  1. Strategi yang Belum Siap

Jika anda masih bertanya-tanya mengenai tujuan jangka panjang serta pendek bisnis anda, alasan anda menggunakan sebuah platform, dan caranya untuk membangun hubungan dengan audiens. Berarti anda perlu memikirkan lagi strategi bisnis anda.

Anda perlu menciptakan sasaran anda, baik jangka panjang ataupun pendek. Melakukan analisis kembali platform terbaik yang akan digunakan untuk mendapatkan audiens anda. Menciptakan jadwal posting, konten apa yang akan anda posting, dan memanfaatkan posting anda sebagai cara untuk membangun hubungan dengan audiens.

  1. Tidak ada Call-to-action (CTA)

Anda sudah berhasil membangun hubungan dengan audiens tetapi belum ada aksi apapun dari mereka. Maka, anda perlu merubahnya.

Tujuan utama dalam campaign media sosial adalah untuk mendapatkan calon pelanggan anda ke landing page anda.

Jadi, apabila nilai konversi anda rendah, maka yang memungkinkan terdapat kesalahan adalah pada anding page anda. Tetapi apabila nilai click anda rendah, maka campaign media sosial anda tidak berhasil atau Call-To-Action (CTA) anda tidak cukup kuat.

CTA yang kuat haruslah memberi tahu pada pengguna bahwa inilah yang anda inginkan untuk mereka lakukan. Contohnya: click here for more information/ find new our products/ sign up for our newsletter.

CTA haruslah dibuat simple, menarik, dan kuat.

Tapi yang paling penting dari semua adalah menciptakan campaign media sosial yang tidak terlalu polos dan terlalu kaku.