Menjadi seorang pebisnis adalah sebuah kebanggaan tersendiri bagi siapapun yang menjalankannya. Memiliki perusahaan dengan omset yang besar juga menjadi impian banyak orang. Namun faktanya, menjadi seorang pebisnis bukanlah perkara mudah. Bagi seseorang yang baru memulai usaha dan saat bisnis yang dijalankan berjalan sukses tentu saja pasti akan sangat bangga. Ketika Ia bisa melewati semua tantangan dan mampu menuju ke tahap selanjutnya yaitu mempertahankan kesuksesan tersebut.

Banyak entrepreneur muda yang tadinya sudah sukses namun melakukan banyak kesalahan yang harusnya tidak mereka lakukan. Kesalahan-kesalahan tersebut kemudian membuat bisnis mereka terpuruk bahkan hancur di tengah jalan. Sebenarnya melakukan kesalahan adalah hal yang sudah biasa, dan bisa dimaklumi. Namun yang harus di pahami adalah bagaimana agar tidak melakukan kesalahan tersebut berulang kali.

Terkadang saat seorang pebisnis meraih kesuksesan, mereka akan terlena dan lupa untuk masuk ke tahap yang kedua yaitu mempertahankan kesuksesan tersebut.  Ada beberapa kesalahan yang sering diabaikan oleh pebisnis pemula yaitu adanya prinsip ingin cepat sukses tanpa memikirkan langkah-langkah yang tepat. Karena dengan adanya keinginan cepat sukses itu, biasanya mereka akan menghalalkan segala cara untuk mendapatkan apa yang diinginkan. Nah bagi kita yang masih pemula dalam menjalankan bisnis, ada baiknya memperhatikan beberapa kesalahan yang sering kali dilakukan para pebisnis pemula tersebut, agar tidak terperosok dan tidak ikut melakukan kesalahan tersebut.

Baca juga : Kesalahan Fatal Penyebab Bisnis Online Bangkrut

Berikut ini kesalahan-kesalahan yang kerap kali dilakukan oleh kebanyakan para pebisnis pemula :

 1. Hanya Bermodal Semangat

Semangat anda besar namun hanya bermodal pas-pasan. Jika tidak diatur dengan baik, kekurangan modal bisa jadi beban. Terkadang memang keinginan, semangat, serta mental baja saja tak cukup untuk dijadikan bekal sebagai seorang pebisnis. Mau tidak mau anda harus berpikir realistis. Untuk bisa menggeluti dunia bisnis, anda harus memiliki modal yang cukup digunakan sebagai awal bisnis tersebut. Optimis bisnis anda akan berhasil tentu boleh saja, namun tetaplah kembali untuk berpikir secara realistis. Jangan sampai semangat anda justru akan menyesatkan dan menjatuhkan bisnis anda sendiri. Hindari sikap yang mengesampingkan masalah modal. Karena modal merupakan amunisi utama yang harus dimiliki. Sehingga tak akan ada masalah mengenai utang piutang yang menjerat di akhir hari.

2. Tidak Bisa Memanage Keuangan

pebisnis pemula
Memanage Keuangan yang Baik

Selain modal sendiri, terkadang kita juga bisa mendapatkan investor yang mau menyuntikkan dananya di bisnis yang akan kita rintis. Namun anda juga perlu waspada dengan hal ini. Jika tak mampu memanagenya, bisa-bisa dana yang digelontorkan oleh investor bisa habis seketika. Fokuskan dana yang ada untuk memenuhi kebutuhan primer dari usaha yang akan anda dirikan. Jangan merasa ini merupakan uang milik anda sehingga anda bebas menghambur-hamburkannya. Selalu ingat bahwa di akhir hari investor akan meminta pertanggungjawaban dan mereka pasti mengharapkan keuntungan dari bisnis anda.

Hal yang sering membuat pebisnis tak mampu mempertahankan kesuksesannya adalah pengelolaan keuangan yang amburadul sehingga mereka pun akhirnya jatuh. Maka dari itu sebaiknya anda perlu memperhatikan arus pemasukan dan pengeluaran pada bisnis yang anda jalankan. Itulah sebabnya akan lebih baik bila memisahkan rekening bank pribadi dengan rekening untuk keuangan perusahaan atau bisnis.

Baca juga : Cara Sederhana Mengelola Keuangan Bisnis Online

3. Salah Menentukan Riset Pasar

Ketika anda memulai sebuah bisnis jangan hanya asal-asalan dalam menjalaninya. Selain memikirkan modal yang harus anda pikirkan selanjutnya adalah riset pasar serta menyiapkan stretegi yang mumpuni. Sejak awal anda harus melakukan riset pasar secara lebih mendalam. Jangan sampai anda asal terjun ke dalam dunia usaha dan baru meriset pasar belakangan. Menentukan riset pasar yang jelas tentu akan membantu bisnis anda lebih berkembang karena anda memiliki targert sasaran yang sudah jelas.

4. Pebisnis Pemula yang Ingin Langsung Buka Cabang

Banyak pebisnis pemula yang merasa bisnisnya sudah sukses sehingga mereka berpikiran bahwa dengan membuka cabang ditempat lain maka akan melancarkan usaha mereka dan binis mereka akan semakin berkembang. Hal ini sah-sah saja terjadi di dunia bisnis terutama bagi mereka yang mempunyai semangat tinggi untuk berkembang. Kesalahan seperti ini seringkali terjadi pada pebisnis pemula yang belum memiliki pengalaman dalam berbisnis. Mereka terobsesi untuk segera mengembangkan usahanya dengan secepat mungkin. Mereka meminjam uang untuk modal dalam jumlah yang lebih banyak untuk membuka cabang usaha lebih banyak padahal bisnis yang dirintis masih belum stabil.

Tujuan sebuah usaha adalah untuk mendapatkan keuntungan bukan untuk mendapatkan kerugian. Bila sebuah usaha sudah memberikan keuntungan, maka lambat laun usaha tersebut akan semakin besar dan berkembang. Saat itulah kita bisa meminjam modal untuk mengembangkan usaha agar lebih besar lagi.

5. Terburu-buru Mempekerjakan Karyawan

Karena merasa diri sebagai pengusaha, kita biasanya ingin cepat mempunyai karyawan. Bisnis baru dibuka tapi sudah ingin memberi tugas atau punya bawahan yang untuk diperintah. Menggaji karyawan dan mensejahterakan karyawan. Begitu kira-kira pemikirannya. Tapi sayang, Ini bisa jadi kesalahan terbesar dalam memulai sebuah bisnis. Bisnis itu masalah pemikiran pemilik bisnis itu sendiri, Jika owner atau pemiliknya belum tau seluk beluk bisnis di lapangan dan langsung mempekerjakan karyawan, maka kemungkinan besar cenderung akan mudah dibohongi oleh karyawan.

Ketika bisnis masih baru dibuka, otomatis kondisi bisnis belum stabil. Pengeluaran dan pemasukan masih belum jelas, penjualan pun belum jelas. Jadi darimana kita mau menggaji karyawan? Sedangkan yang namanya gaji adalah hal yang pasti dan harus tepat diberikan. Jangan pernah gengsi untuk terjun langsung ke bisnis anda sendiri. ingat! Diawal bisnis diri anda sendiri adalah karyawan terbaik dalam memulai sebuah bisnis.

6. Hanya Mengejar Keuntungan Semata

pebisnis pemula
Jangan Hanya Mengejar Keuntungan Semata

Seringnya para pebisnis pemula memutuskan untuk menggeluti bidang bisnis tersebut karena merasa tergiur dengan keuntungan yang bisa dikeruk. Alhasil mereka tidak peduli pada proses karena hanya terpancang pada hasil akhir saja. Hal inilah yang dapat menimbulkan masalah di kemudian hari. Hanya terfokus pada hasil akhir, mereka tidak menyadari bahwa butuh proses panjang serta resiko yang sering muncul dalam menjalani sebuah usaha. Selain tergiur dengan keuntungan yang besar, kebanyakan para pebisnis pemula juga enggan merasakan jatuh bangun perjuangan.

“Business is Wasilah, tujuannya Lillah. Kalau bisnisnya menjauhkan kita dari-Nya, lebih baik jangan Bisnis aja

Dewa Eka Prayoga

Baca juga : Kiat Membangun Mental Bisnis yang Kuat

7. Kurang Berinovasi

Saat selera pasar berubah, anda masih saja enggan pindah. Kalau begini siap-siap saja harus mengikhlaskan bisnis yang dibangun susah payah harus gulung tikar. Mereka berpendapat bahwa bisnis dapat digeluti dengan mudah. Padahal, untuk menjadi seorang pengusaha sukses kita dituntut untuk tak hanya berpangku tangan saja. Kita harus mengikuti selera pasar dan ulet mencoba berbagai macam cara agar selalu bisa unggul di bidangnya. Enggan membuka pikiran, berpangku tangan, dan tidak mau menghadapi perubahan pada akhirnya hanya akan menyebabkan bisnis anda jalan di tempat saja dan tidak bisa berkembang.

Memang bisa dikatakan bahwa secara umum suatu usaha/ bisnis tidak banyak memiliki perubahan namun strategi dan cara berbisnis akan terus berubah sesuai dengan perkembangan jaman. Untuk itu, sebagai pebisnis inovasi harus terus ditumbuhkan dan dikembangkan dalam usaha agar hasil (keuntungan) yang hendak dicapai bisa terwujud. Usaha/ bisnis akan mengalami kemandekan (hanya begitu-begitu saja/ tidak berkembang) apabila inovasi yang dilakukan oleh pebisnis tidak terus tumbuh dan tidak berkembang, hanya begitu-begitu saja.

8. Salah Memilih Partner Bisnis

pebisnis pemula
Memilih Partner Bisnis yang Bisa diajak Bekerjasama

Memang tak bisa dipungkiri untuk mempermudah kerja ketika mendirikan usaha, kita sering mengajak beberapa teman untuk berbisnis bersama. Selain bisa patungan modal awal, kita merasa bahwa teman yang diajak berbisnis pasti akan asyik karena kita sudah mengenal mereka. Padahal, hal ini tentu saja tidak semata-mata bisa dijadikan sebagai acuan.

Justru karena sudah mengenal mereka, anda atau dia bisa jadi saling merasa sungkan untuk menegur ketika hasil kerja mereka tidak memuaskan. Bahkan, bukan tidak mungkin hubungan kalian maupun bisnis yang sedang dirintis harus dikorbankan ketika ada permasalahan yang sedang dihadapi. Tentu boleh saja jika ingin mengajak beberapa teman untuk bergabung, namun jangan lupa untuk tetap bersikap profesional ketika bekerja. Ajak mereka yang benar-benar bisa diajak berpikir dan mau bekerjasama dalam menjalankan sebuah bisnis.

Baca juga : Mengolah Musibah Menjadi Berkah

Seorang pengusaha yang belajar dari kesalahan mereka akan mampu bangkit dan memperbaiki keadaan bisnisnya. Namun, cukup banyak pebisnis yang terlambat menyadari kesalahan mereka sehingga mengakibatkan usahanya bangkrut dan gulung tikar. Maka dari itu sebagai seorang pebisnis pemula anda harus banyak mempelajari bagaimana kiat-kiat untuk menjalankan sebuah bisnis hingga pada akhinya bisnis tersebut dapat berkembang dengan baik.