Menjadi bisnis owner tidaklah mudah. Pada akhirnya semua akan jatuh ke pundak anda. Meskipun hal itu bukanlah “tanggung jawab anda”, anda harus tetap bertanggung jawab. Tidak semua orang bisa menempuh jalur karir ini dan bagi mereka yang menutuskan untuk menjalani untuk diri mereka sendiri, dapat terhubung satu sama lain melalui cara yang sederhana. Entah anda sedang menjalankan bisnis Restaurant, atau sebuah marketing Agency, atau sebuah toko sepeda, ada fakta sederhana tentang arti menjadi seorang Owner Bisnis Kecil

Begitu juga jika anda pernah bekerja untuk Perusahaan kecil atau start up, bahkan hanya sebagai karyawan, anda juga menjadi saksi apa yang dibutuhkan untuk mempertahankan bisnis yang efisien dan menguntungkan – dan itu tidak sedikit.

1. “Say Yes – And Figure It Out Later” (Berkata Ya meskipun belum tahu caranya)

Dslam hal entrepreneurship, ada kesamaan mental diantara pemimpin bisnis yang mungkin jarang dibicarakan – karena mungkin hal tersebut mudah sekali di salah artikan: “Berkata Iya – meskipun belum tahu caranya dan akan mencari tahu setelahnya.”

Terutama jika anda menjalankan bisnis kecil yang terikta dengan uang, kadang anda tidak memiliki pilihan lain selain mengambil apapun yang ada di depang anda – meskipun anda tidak benar-benar yakin bagaimana melakukannya – dan anda baru mencari tahunya selagi menjalankannya. Anda akan terkejut akan seringnya hal ini terjadi. Bahkan perusahaan besar pun melakukan ini, pada level tertentu. Di sisi luar, tampak berseri dan bersinar layaknya bahtera yang berlayar di laut yang tenang. Tapi di dalam? Kacau, semua orang berlarian dengan kepala seperti terpenggal mencari tahu bagaimana cara agar Deal nya dapat dijalankan.

Jangan menyalah artikan hal tersebut – ini hanyalah bagian dari permainan. Terutama saat perusahaan anda dalam masa pertumbuhan, anda tidak akan mendapatkan semua jawaban atau semua proses anda benar-benar akan tertata rapi. Tapi katakanlah Iya, dan temukan jawabanya sambil jalan.

2. Ada perbedan antara Karyawan dan Aset yang Berharga

Jika anda menjalankan perusahaan dengan orang kurang dari sepuluh, dua puluh, atau bahkan lima puluh orang, semua orang penting – setiap orang (Maksudnya ini dalam hal bisnis – tentu saja kita semua penting)

Hal ini berbeda dari sebuah kantor korporat besar dimana orang baru dapat dipekerjakan di bagian Accounting dan mereka dapat tidak ‘terlihat’ selama berminggu-minggu.

Sebagai owner bisnis kecil, anda membutuhkan orang yang akan menjadi go-getter (achiever, pengambil resiko dsb). Orang-orang yang yang akan menyadari bahwa tidak ada waktu dan resource untuk mereka berleha-leha. Anda membutuhkan orang-orang yang akan memaksimalkan diri mereka untuk memecahkan masalah tanpa perlu banyak bergandengan tangan atau mengandalakan bantuan orang lain.

Baca Juga: Kesulitan memasarkan UKM? Berikut 5 Tips Usaha Kecil menghasilkan Hasil yang besar

3. Uang adalah yang terpenting

Ada mentor bisnis yang mengatakan berulang-ulang kali, “Yang terpenting adalah uang. Tanpa uang, perusahaan anda akan mati”

Sebagai Bisnis owner, hal inilah yang menjadi fokus utama anda. Bukan outing perusahaan, event, atau kegiatan remeh temeh lain yang perusahaan lain biasa curahkan energinya, kecuali jika hal tersebut menghasilkan uang bagi anda.

Tanpa uang, anda tidak akan bisa membayar gaji.

Dan jika tidak bisa membayar gaji, anda tidak akan mempunyai karyawan.

4. Bayarlah karyawan anda dalam situasi apapun

Anda harus membayar gaji karyawan anda tepat waktu.

Tanpa disebut pun janji anda untuk membayar mereka saat anda mengatakan akan membayar mereka harus selalu berada pada posisi atas di daftar prioritas anda. Jika anda tidak dapat menepati janji anda, bagaimana anda dapat berharap mereka akan menepati untuk melakukan pekerjaan untuk menjaga agar bisnis anda tetap berjalan?

Ini lebih dari sekedar uang.

Ini tentang trust.

5. Tidak ada yang namanya 9-5

Memiliki bisnis anda sendiri bukanlah sebuah pekerjaan. Bahkan tidak bisa disebut karir. Ini adalah pilihan gaya hidup, sangat persis seperti yang dilakukan orang-orang yang pergi ke gym setiap hari dan makan makanan super sehat. Bagi mereka hal itu bukanlah aktivitas, melainkan bagian dari gaya hidup mereka.

Bagi pemilik bisnis, tidak ada namanya checkin/checkout. Ini adalah hal yang dilakukan seharian, dan setiap hari. Iya, anda perlu berhenti di beberapa kesempatan. Iya, anda harus mengatur energi anda dan mengurus diri anda sebagai manusia – selalu. Namun kenyataannya, jika pekerjaan harus diselesaikan dan sudah larut malam, anda akan tetap menyelesaikannya. Jika tidak selesai dan anda perlu bangun pagi buta, anda bangun pagi buta. Jika hal yang tidak dinginkan terjadi, entah jam berapa pun, anda siap menyelesaikannya.

6. Setiap Bisnis Owner membutuhkan telinga

Memang banyak orang yang mengira bahwa memiliki bisnis sendiri adalah tentang menjadi orang nomor 1. Mereka ingin berada di kursi kemudi – dan mereka ingin semua orang mengetahui hal tersebut.

Nyatanya, itu merupakan kelemahan.

Setiap Bisnis Owner membutuhkan telinga. Seseorang yang bisa mereka ajak bicara, mementahkan ide mereka, suara yang mereka perhatikan, mendapatkan feedback, dan membuat keputusan yang lebih matang. Jika anda tidak memiliki hal tersebut, maka jelas anda berada di kerugian. Ini merupakan alasan besar kenapa beberapa perusahaan mempunyai advisory boards atau dewan penasihat.

Baca Juga: 5 Hal yang Akan Menjadi Buah Bibir di Sektor E-commerce Tahun 2018

7. Anda merupakan marketer sekaligus pembeli

Bisnis kecil adalah yang paling struggle dengan marketing – dan mereka juga satu-satunya yang benar-benar paling mengerti tentang bisnis, produk, dan jasa mereka lebih dari siapapun.

Isu nomor 1 yang dialami oleh pemilik bisnis kecil dalam hal marketing adalah Waktu. Mereka hanya tidak mempunyai waktu. Sementara, mereka mungkin punya atau mungkin tidak punya budget untuk mempekerjakan agency atau bahkan freelancer untuk membantu mereka.

Hal ini seperti buah simalakama yang disodorkan kepada pemilik bisnis kecil. Dan sialnya, hanya ada tiga pilihan:
– Berinvestasi dengan mempekerjakan orang lain untuk melakukannya.
– Tidak melakukannya sama sekali.
– Sempatkan waktu dan kerjakan sendiri.

8. Bisnis owner suka membantu Bisnis owner

Mempunyai bisnis anda sendiri adalah sebuah proses – dan bagi mereka yang sudah melewati atau sedang melewatinya sangatlah ingin membagikan wawasan dan membantu yang lain entah untuk suatu hari ingin memiliki bisnis sendiri atau sedang memilikinya.

Terutama di Indonesia, dan DigitalEntrepreneur.id ini contohnya, banyak dari para pemilik bisnis yang ingin membagikan kisah-kisah suksesnya dan apa yang telah mereka lalui selama menjalankan bisnisnya, murni karena mereka ingin membantu orang lain dan menghindari kesalahan yang sama yang dialami oleh mereka.

Jika anda pemilik bisnis, jangan lupa: anda adalah bagian dari komunitas. Masuklah, dan terusalah berkembang dan belajar dari orang lain, agar anda tidak perlu belajar semuanya secara susah payah lagi.

9. Anda melakukannya karena anda mencintainya

Tentu saja, setiap pemilik bisnis tahu bahwa dibalik naik turun, kelok-kelokan tajam, tinggi rendah dan apapun diantaranya, mereka melakukan ini karena mereka menyukainya. Mereka suka bekerja untuk diri mereka sendiri, mereka suka melihat mata mereka menatap keberhasilan, dan juga sangat suka meyediakan kesempatan bagi orang lain.

Saat hal terburuk terjadi dan masa depan seakan suram dan kelam, ingat kembali kenapa anda memulainya.

Source: Inc.com