Di Indonesia tercatat ada 130 juta pengguna media sosial aktif pada tahun 2018 berdasarkan laporan wearesocial.com (31/1/2018). Media sosial yang paling banyak digunakan antara lain YouTube, Facebook, Instagram, dan Twitter. Khusus Facebook, tercatat total penggunanya adalah sebanyak 130 juta. Hal ini berarti bahwa seluruh pengguna media sosial di Indonesia aktif menggunakan Facebook. Di sisi lain, pengguna Instagram mencapai 53 juta yang berasal Indonesia.  Sementara itu, pengguna Twitter di Indonesia menduduki peringkat 5 dunia, meskipun pihak Twitter enggan menyebutkan angka pastinya.

Algoritme Media Sosial

Kemunculan postingan pada media sosial tersebut sangat dipengarui oleh system algoritme. Beberapa waktu lalu facebook menerapkan algoritme terbaru yang mengutamakan kemunculan postingan oleh akun-akun yang memiliki engagement dengan akun pengguna. Intinya adalah suatu postingan di Facebook hanya bisa dilihat oleh maksimal 10% dari friendlist. Persentase viewer akan naik jika postingan tersebut mendapat respons bagus dengan melakukan like, comment, dan share.

algoritme media sosial
Facebook sempat menerapkan algoritme terbaru yang mengutamakan kemunculan postingan oleh akun-akun yang memiliki engagement dengan akun pengguna

Sementara instagram yang melakukan sistem algoritme sejenis, telah banyak diprotes oleh penggunanya karena tidak bisa menyajikan postingan real time di kronologi mereka. Selain itu dampak algoritme Instagram yang baru adalah penggunaan hashtag. Jika postingan menggunakan hashtag secara berlebihan, maka akun tersebut akan dianggap spam oleh Instagram. Pada akun tersebut diberikan shadow ban sehingga tidak bisa muncul saat di Explore.

Baca juga : 5 Tips Melindungi Saldo Toko Online dari Penipuan

Demikian juga dengan Twitter yang mengandalkan trending topic untuk menampilkan twit yang paling popular. Algoritma yang baru bekerja dengan mengidentifikasi topik baru yang akan menjadi popular. Jadi topik yang sudah populer untuk beberapa hari tidak lagi muncul sebagai trending topic utama meskipun masih berada di urutan teratas. Pihak twitter menyebutkan bahwa hal ini akan membantu penggunanya untuk mencari berita terkini dari seluruh dunia. Perubahan yang terjadi pada algoritme media sosial memang sudah merupakan hak prerogatif pemilik system. Namun, untuk kepentingan bisnis yang menggunakan media sosial sebagai alat pemasaran tentu masih bisa menyiasatinya.

“Menyiasati Algoritme Media Sosial Facebook”

Facebook menerapkan friends and family come first. Jadi News Feed memprioritaskan postingan dari teman dan keluarga. Maka sebaiknya memilih friendlist berdasarkan target market bisnis Anda dan lakukanlah engagemet yang intens dengan friendlist yang Anda miliki.

  • Buatlah postingan yang disukai, dikomentari atau dibagikan oleh salah satu teman.
  • Buatlah postingan yang bersambung.
  • Buatlah video menarik yang mendapat banyak penonton.
  • Hindari postingan yang terlau sering membagikan link, karena dianggap “spam”.
  • Hindari membuat postingan yang meminta likes, comment atau share.

Baca juga : Tips Dan Trik Memaksimalkan Hashtag Instagram

“Menyiasati Algoritme Media Sosial Instagram”

Urutan foto dan video pada Feed Instagram didasarkan pada sejarah ketertarikan pengguna terhadap suatu jenis konten, hubungannya dengan pengunggah konten, dan ketepatan waktu saat konten tersebut dipublikasikan.

  • Sejumlah cara untuk memperoleh interaksi dari follower adalah dengan mengemas konten sebaik mungkin, memanfaatkan format konten video, animasi bergerak, serta pemberian teks caption yang menarik.
  • Jalin interaksi dengan audiens untuk meningkatkan engagement. Usahakan untuk tidak melewatkan komentar pada konten yang Anda unggah, meskipun komentar itu pada konten lama.
  • Berdayakan fitur Stories untuk meningkatkan interaksi agar semakin besar kemungkinan konten Anda akan muncul di halaman Feed mereka. Anda bisa memuat ajakan untuk berkirim pesan, memanfaatkan fitur polling, atau menyertakan tautan situs web (hanya tersedia untuk akun tipe bisnis yang telah memiliki jumlah follower lebih dari 10.000 orang).
  • Gunakan hashtag yang relevan karena algoritma Instagram menyukai penggunaan hashtag secara spesifik dan sesuai konten. Perkembangan teknologi computer saat ini membuat algoritma tersebut lebih pintar mengamati relevansi hashtag dengan sebuah konten dibanding sebelumnya.

Semoga bermanfaat.

 

(Source : id.techinasia)