Bisnis digital di Indonesia diperkirakan akan terus menarik minat para investor asing. Kini giliran Amazon Web Services (AWS) resmi membuka kantor layanan konsultasinya di Jakarta. PT. AWS Indonesia dengan pembukaan kantor baru ini berkomitmen mendukung basis pelanggan yang tengah berkembang pesat di Tanah Air.

Pembukaan kantor ini pun akan membuka lapangan kerja baru, diantaranya teknisi ahli, arsitek solusi, dan berbagai fungsi lainnya guna mendukung para pelanggan di Indonesia saat melakukan migrasi ke cloud.

AWS merupakan anak perusahaan rakasa e-commerce Amazon.com, yang menawarkan berbagai platform cloud computing on-demand. AWS juga menjadi salah satu perusahaan yang mendominasi pasar cloud dunia.

Baca juga : Strategi Bisnis Digital : Taobao Buka Lowongan Kerja Khusus Pelamar Usia 60 Tahun Keatas

“Teknologi cloud memiliki kekuatan untuk membantu mentransformasi perusahaan, institusi pendidikan, dan sektor publik.

Kami berharap dapat membantu mempercepat transformasi tersebut dengan meningkatkan investasi dan komitmen kami di Indonesia,” ungkap Managing Director ASEAN AWS, Nick Walton.

Menurut Walton, konsumen memilih layanan AWS karena dinilai sebagai platform cloud terlengkap dan paling banyak digunakan di dunia. Selain itu AWS, juga menawarkan lebih banyak fungsionalitas, akses ke komunitas mitra yang luas, serta keunggulan, keamanan dan kinerja yang mumpuni.

“Kami sangat senang dapat bekerjasama dengan lebih banyak lagi dengan para startup dan perusahaan enterprise yang berbasis di Indonesia, serta membantu mereka dalam menghemat biaya, mendorong inovasi, dan memperluas jangkauan global mereka dengan cepat, sekaligus mempertahankan tingkat keandalan dan keamanan yang tinggi,” tuturnya.

Baca juga : Perkembangan Ekonomi Digital Tanah Air Semakin Meningkat, Alibaba Cloud Resmi Beroperasi Di Indonesia

AWS sendiri menghadirkan komputasi, penyimpanan, jaringan, database dan berbagai layanan lainnya, seperti Artificial Intellegence (AI) dan Machine Learning (pembelajaran mesin), sebagai layanan on-demand dan pay-as-you-go bagi para konsumennya.

Beberapa konsumen AWS di Indonesia diantaranya adalah Bizzy.co.id, Etobee, Gojek, grivy.com, Haldin, Halodoc, Kompas.com, Kumparan, Livaza.com, Optikseis, Rumah123.com, Traveloka.com, Tiket.com, Tokopedia, dan Urbanindo.com.

amazon web services
AWS re:Invent 2017 pada November lalu menandai tahun ke enam konferensi tersebut diselenggarakan.

Sebelum pembukaan kantor baru, AWS telah memulai bisnisnya di Indonesia. Perusahaan asal Amerika Serikat (AS) ini juga telah mulai memberikan layanan konsultasi bagi berbagai perusahaan dari semua skala, termasuk startup, Usaha Kecil dan Menengah (UKM), perusahaan enterprise dan sektor publik.

AWS adalah anak usaha dari Amazon.com, yang menyediakan berbagai platform cloud computing on-demand. Perusahaan memiliki berbagai layanan termasuk computing, storage, networing, database, analisis, berbagai layanan aplikasi, serta tool developer dan Internet of Things (IoT).

Baca juga : Langkah Mudah Mengubah Ide Menjadi Bisnis Digital Sukses

AWS juga memiliki konsumen dari berbagai industri. Misalnya untuk layanan Big Data, yaitu Toyota Tsusho dan Grab yang merupakan dua dari banyaknya konsumen AWS.

Konsumennya di wilayah Asia Tenggara termasuk Consultative Group for International Agricultural Research (CGIAR), jaringan manajemen hotel asal Indonesia Archipelago International, Kim Teck Cheong dan Ascend Group.

Perusahaan juga memiliki acara tahunan yaitu AWS re:Invent. AWS re:Invent 2017 pada November lalu menandai tahun ke enam konferensi tersebut diselenggarakan. Lebih dari 40 ribu orang diprediksi menghadiri acara tersebut.

Keseluruhan agenda acara digelar di berbagai tempat berbeda yang disebut sebagai re:Invent 2017 Campus di Las Vegas, AS, yaitu MGM Grand, Aria, Linq Lot, The Mirage, Venetian, Palazzo dan Sands Expo Hall, serta Encore.

Konferensi yang digelar mulai 27 November sampai 1 Desember 2017 tersebut terdiri dari berbagai tipe acara termasuk Expo, Keynote, Learn, General, Partner & Sponsors, Play dan Training & Certification.

Baca juga : Kenapa Harus Menggunakan Software Akuntansi Berbasis Cloud Untuk Mengembangkan Bisnis Anda???

amazon web services
Amazon Web Series (AWS) bertujuan untuk membuka lapangan kerja baru bagi tenaga lokal.

Sebagai tambahan bisnis digital di Indonesia masih menarik minat investor asing, meskipun tarif pajak di banyak negara lebih rendah. Head of Wealth Management and Retail Digital Business Bank of Commonwealth Ivan Jaya menuturkan, peluang bisnis digital di Indonesia sangat potensial. “Bila dilihat jumlah UKM di Indonesia ada 45 juta, 60% dari ekonomi Indonesia, itu switch spot bagi asing untuk masuk,” jelasnya.

Sedangkan Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara mengatakan, UMKM yang memasarkan lewat jalur online diperkirakan dapat menggenjot pendapatan hingga 26%. Apalagi kontribusi UMKM terhadap ekonomi Indonesia saat ini mencapai 58% dari Produk Domestik Bruto (PDB) nasional.

Saat ini, pemerintah Indonesia memang tengah mendorong UMKM merambah bisnis digital dengan UMKM Go Online. Faktor itulah yang menjadi salah satu pendorong Amazon Web Services (AWS) membuka kantor layanan konsultasi di Indonesia yang tak lain tujuannya adalah untuk membuka lapangan kerja baru bagi tenaga lokal.

 

(Sumber : liputan6.com)