Tidak bisa diragukan lagi bahwa Augmented Reality (Realitas Tertambat) adalah hal besar berikutnya di dunia teknologi. Setiap minggu ada aplikasi AR baru yang dirilis dan apa yang dulunya hanya menjadi sebuah mimpi tampaknya sekarang akan menjadi kenyataan.

AR adalah salah satu terobosan teknologi terbaru/ fitur terbaru bagi para mobile gamers untuk merasakan sensasi nyata saat bermain game berupa gambar 3D hingga tulisan. AR biasanya muncul pada bidang-bidang khusus tergantung fungsi dari teknologi AR tersebut.

Selama dua tahun terakhir, AR menciptakan teknologi baru dengan merilis Pokemon Go. Namanya cukup mencuat dewasa ini saat game Pokemon Go mulai meledak di pasaran.

Mengenai kerangka kerja perangkat lunak, Apple melakukan langkah yang paling signifikan dengan merilis ARKit awal tahun 2017 lalu, diikuti oleh ARCore dari Google. Sementara di perusahaan perangkat keras dunia bersaing untuk meluncurkan kacamata AR terbaik.

Bergerak dari E ke A

Terlepas dari kenyataan bahwa belanja online telah tumbuh dengan pesat selama dua dekade terakhir, toko batu bata dan mortir masih seperti biasa sebelumnya. Hal ini terutama karena pengalaman toko online masih gagal memberi pengguna kontak nyata dengan produk yang akan dijual.

Inilah sebabnya mengapa sering melihat pelanggan mulai berbelanja di satu saluran dan menyelesaikan pembelian melalui saluran yang lain. Hal ini karena pelanggan tidak memiliki fitur untuk mengaplikasikan produk tersebut secara langsung dan hanya melihat sebatas gambar.

Konsumen perlu merasa yakin dengan keputusan pembelian mereka, dan hanya gambar datar, dimensi atau spesifikasi tidak dapat menggantikan keintiman yang dihasilkan dengan mencoba produk secara real-time, di lingkungan nyata pelanggan.

Baca juga : 5 Tren Teknologi & Desain Website Tahun 2018: Era Notifikasi & Bots

Munculnya AR membawa sistem pembelian yang dapat diaplikasikan secara langsung antara produk yang diinginkan pelanggan dalam bentuk gambar 3D. Yang tadinya hanya berupa foto pada pengalaman belanja di E-Commerce.

AR membantu menjembatani kesenjangan tersebut melalui kehadiran nyata dalam proses belanja online. Ini adalah hal yang sederhana namun tetap luar biasa tentang AR yang benar-benar merevolusi Industri E-Commerce, karena menggabungkan kedua dunia (online dan offline).

Berikut adalah 4 contoh A-Commerce yang telah dirilis oleh AR (Augmented Reality) :

“IKEA”

augmented reality
IKEA

Perusahaan furniture terkemuka, Ikea, kembali menerapkan aplikasi berteknologi Augmented Reality. Dengan rilis terbaru dari iOS 11 dan ARKit Apple, Ikea telah merilis aplikasi AR-nya untuk membantu pelanggan memvisualisasikan seperti apa furniture yang cocok untuk mengisi rumah mereka. Teknologi ini memungkinkan anda untuk memilih dan mencoba furniture-furniture yang ditawarkan dalam bentuk 3 dimensi serta  melakukan preview ke ruangan yang ingin diisi.

Dengan aplikasi ini, Ikea menghadirkan produknya dalam bentuk 3D dan dapat dilihat secara real time di sudut ruangan mana produk tersebut akan diletakkan. Dengan menghadirkan gambar 3 dimensi, produk tersebut bisa dilihat warna dan ukuran yang sebenarnya, dan bahkan bisa diputar ke berbagai sudut sehingga bisa diatur posisinya saat dilakukan preview. Aplikasi ini bebas untuk diunduh dari App Store.

Baca juga : Bukti Bahwa Kini Seluruh Dunia Mulai Beralih Ke Era Digital

“AMAZON”

augmented reality
AMAZON

Setelah memimpin IKEA, Amazon meluncurkan fitur AR baru-baru ini dalam aplikasi mereka di IOS, para pengguna bisa menjelajahi berbagai produk Amazon. Lalu dengan fitur itu, mereka bisa melihat bagaimana barang itu terlihat di rumah ataupun ruang kerja mereka sebelum memesannya. Mereka bisa memilih ribuan barang, mulai dari produk ruang tamu, kamar tidur, dapur dan tempat kerja hingga ke peralatan elektronik, mainan/ game, dekorasi rumah dan lain-lain.

Disebut AR View, karena fitur ini diaktifkan dengan mengklik ikon kamera di aplikasi Amazon dan memilih dari ribuan produk di berbagai kategori yang bisa di letakkan di sudut mana saja sesuai dengan keinginan pelanggan.

“SEPHORA”

augmented reality
Sephora Virtual Artist

Dalam update terbaru untuk aplikasi iOS, Sephora menyertakan fitur yang memungkinkan pengguna mencoba makeup virtual. Fitur yang dikembangkan bersama perusahaan AR bernama ModiFace ini memungkinkan aplikasi untuk memindai wajah pengguna, memastikan letak mata dan bibirnya, sehingga kemudian pengguna dapat langsung mencoba beragam produk makeup secara virtual. Untuk sekarang, jenis kosmetik yang bisa dicoba baru terbatas pada lipstik, eyeshadow dan bulu mata palsu.

Sephora Virtual Artist pada dasarnya ingin memberikan kemudahan bagi konsumen untuk mengetahui apakah gaya dandanan yang dicoba cocok dengan wajahnya atau tidak, tanpa mengharuskan sang konsumen datang langsung ke department store. Kalau memang cocok, konsumen bisa langsung melakukan pembelian dari dalam aplikasi. Meski fitur ini sepertinya baru tersedia untuk negara-negara tertentu saja.

Kedua fitur berbasis AR ini sekarang sudah tersedia di versi terbaru aplikasi Sephora untuk iOS. Sayangnya aplikasi Sephora sendiri belum masuk ke App Store Indonesia, jadi anda harus mengubah settingan negara menjadi Amerika Serikat terlebih dulu untuk bisa mengunduhnya.

Baca juga : 4 Cara Sukses Mendapatkan Feedback Positif dari Para Customer

“Ray-Ban”

augmented reality
Ray-Ban Virtual Sunglasses

Aplikasi bernama Ray-Ban Virtual Sunglasses ini merupakan aplikasi Augmented Reality yang bisa berjalan pada tablet berbasis android. Mencari sepasang kacamata yang sempurna mungkin sangat menyulitkan, terutama karena anda bukan Brad Pitt atau Angelina Jolie. Aplikasi baru Ray-Ban memungkinkan anda mencoba semua kacamata hitam yang berbeda dari semua jenis merek.

Aplikasi “Virtual Try On” memungkinkan anda membuat Model Virtual anda karena teknologi pemetaan wajah yang canggih. Walaupun dipandang sebagai hiburan semata, namun Ray-Ban Virtual Sunglasses bisa digunakan saat anda hendak membeli aksesoris secara online. Dan bisa dibilang sebagai bahan pertimbangan sebelum anda membeli sebuah kacamata baru.

Baca juga : Indonesia Diprediksi Jadi Pengguna e-Commerce Terbesar Se-Asia Pasifik

Nah itulah 4 contoh A-Commerce yang dirilis oleh teknologi Augmented Reality. Mari kita nantikan terminologi Augmented-Commerce (A-Commerce), yang akan segera menggantikan istilah E-Commerce. Melalui AR, penjual sekarang dapat menawarkan pengalaman interaktif dan personal yang akan mengubah cara kita berbelanja selamanya.