Bagaimana sebenarnya Instagram mengatur post feed para usernya? Hal yang sebenarnya perlu diketahui oleh para sosial Media marketer namun tetap dirahasiakan, sampai beberapa waktu lalu! Yup, instagram baru saja mengumumkan faktor-faktor yang dinilai oleh algoritme Instagram, dalam menentukan penempatan konten di feed anda.

Ada 6 faktor yang di singgung di Algoritme Instagram ini, meskipun dari berbagai prediksi dan analisa 6 faktor ini memang seringkali masuk, tapi cukup mengejutkan bahwa jika hanya berdasarkan 6 faktor ini Instagram menentukan feed kita.

Instagram Product Lead Julian Gutman Menjelaskan Algoritme Instagram

Interest:

Hal ini ditentukan dari kemungkinan dan prediksi instagram mengenai keinginan anda untuk melihat dan engage dengan suatu post, berdasarkan behaviour anda sebelumnya dengan konten-konten serupa.

Contohnya: anda sering memberikan love kepada konten tentang sepak bola, maka sepak bola akan menjadi point tinggi dalam kriteria interest anda.

Recency:

Setelah interest, baru post yang terbaru. Ini adalah dampak yang paling dirasakan mungkin saat instagram memutuskan untuk merombak feednya menjadi tidak kronologis lagi Namun Recency masih menjadi prioritas kedua (sedikit condong ketiga juga) setelah interest. Jadi anda mungkin saja tidak akan menemui post terbaru di urutan paling atas, yang utama adalah hal yang mungkin anda sukai, setelah itu baru diurutkan berdasarkan waktunya.

Relationship:

Relationship ini berdasarkan user dimana anda sering berinteraksi dengan dia, entah itu memberikan komen atau like.

User mungkin juga bisa dipertimbangkan sebagai interest, tapi user mempunyai posisi unik juga, karena setiap user mungkin memposting kategori, topik, atau tema yang berbeda. Sebagai contoh jika user itu public figure di kategori tertentu, misal tadi interest anda sepak bola, dan anda memfollow pesepak bola juga yang bakal sering update tentang sepak bola, atau akun klub sepak bola atau Liga tertentu, maka point mereka cukup tinggi jika ternyata anda juga sering berinteraksi (komen atau like ke akun tersebut) dengan akun tersebut. Karena selain masuk kategori interest, akun tersebut juga mempunyai relationship yang dinilai baik dengan anda.

Namun ada juga user yang sebenarnya anda sangat dekat dan sering berinteraksi (teman, pacar, gebetan, saudara), namun dia belum memiliki predikat interest yang mungkin anda suka. Hal ini mungkin akan menimbulkan dua outcome bagi anda. Jika user tersebut konsisten memposting satu kategori interest tertentu, katakanlah cooking, maka interest cooking juga akan masuk ke radar interest anda, dan mungkin anda juga akan sering disuguhkan dengan content cooking lainnya. Padahal anda sebenarnya tidak peduli sama sekali dengan interest tersebut, hanya karena user yang memposting adalah pacar atau gebetan anda, jadi anda memberikan love bahkan komen ke post tersebut. Sedangkan yang kedua jika user tidak konsisten dalam memposting kategori tertentu (alias instagramnya gado-gado), meskipun user tersebut masih akan mendapatkan poin tinggi, namun interest anda yang akan tetap di utamakan.

Baca Juga: Checklist meningkatkan SEO Terbaik dan Tersingkat yang pernah ada

Selain 3 Faktor utama ini, ada tiga signal yang juga disebutkan dapat mempengaruhi

Tiga faktor di atas dapat dikatakan faktor yang paling utama dalam mengatur tampilan Feeds anda. Dan 3 faktor tersebut akan didukung dengan 3 faktor berikut.

Following:

Semakin banyak anda memfollow orang, Instagram akan lebih sedikit menunjukan postingan dari satu orang saja sekaligus.

Jadi meskipun satu user posting berkali-kali dalam waktu berdekatan atau hampir bersamaan, seluruh post tersebut mungkin saja tidak akan muncul dalam sekali scroll di timeline anda jika anda memfollow banyak sekali orang. Bobot interest dan Relationship mungkin akan lebih dipilah dalam hal ini. Instagram seakan memberikan kesempatan bagi semua post dari user agar terlihat ke followers mereka.

Frequency:

Seberapa sering anda membuka Aplikasi Instagram, karena Instagram ingin menunjukan post terbaik terakhir kali anda membuka app.

Katakanlah anda hanya membuka Instagram sekali sehari, misal pada malam hari selepas pulang kerja. Dalam waktu 24 jam tersebut, instagram akan memilah post terbaik menurut Algoritme Instagram untuk anda, dan pointnya tentu saja berdasarkan faktor-faktor di atas. Jika anda secara rutin menjalani skema 24 jam ini maka Instagram juga akan menyesuaikan sesuai dengan kebiasaan anda.

Usage:

Berapa lama waktu yang anda habiskan di Instagram. Yang satu ini mungkin cukup komplek (meskipun faktor-faktor diatas juga tidak bisa dikatakan sederhana), dan Instagram juga menggunakan AI untuk menentukan kapan untuk menunjukan post terbaik dan kapan menunjukan post yang dirasa kurang penting.

Jadi jika dengan rutinitas sekali mungkin Instagram tidak mempunyai opsi waktu lain dalam menunjukan post yang dirasa terbaik, namun saya yakin anda tidak hanya sekali membuka Instagram dalam sehari. Sebut saja paling sedikit anda 3 kali membuka Instagram dalam sehari, dan pola waktu yang terlihat adalah, pagi, entah langsung setelah bangun tidur, atau sambil sarapan, atau saat perjalanan ke kantor di angkutan umum, kemudian siang, saat istirahat makan siang, atau saat bete di tengah kerjaan yang menumpuk, dan malam, selepas pulang, atau saat perjalanan. Pada waktu-waktu tersebut, Algoritme Instagram juga akan menilai pada waktu mana anda benar-benar berinteraksi dan waktu mana yang anda hanya sekedar buying time. Dan Instagram pun akan menentukan ‘hiburan’ yang pas bagi anda.

Baca Juga: Kapan Waktu yang Tepat untuk Posting Di Instagram???

Mitos yang dipatahkan tentang Algoritme Instagram

Selain menyebutkan tentang Faktor-Faktor penentu algoritme nya Instagram juga mematahkan mitos-mitos yang muncul terkait bagamaina mereka mengurutkan konten. Dan berikut adalah mitos yang dinyatakan TIDAK BENAR oleh instagram.

  • Instagram tidak memberikan bobot lebih terhadap user yang memanfaatkan Live, Stories atau fitur spesial lain di app.
  • Instagram tidak mengutamakan antara format foto ataupun video. Namun, jika anda tidak pernah melihat video dan hanya berinteraksi dengan foto maka anda tidak akan banyak menjumpai konten video di feed anda.
  • Tidak ada perbedaan ranking antara Akun personal maupun Bisnis
  • Salah satu subjek yang banyak di bicarakan di Forum dan Grup soal Instagram adalah shadowbanning. Shadowbanning disebut-sebut saat post anda tidak muncul pada hashtag yang anda sertakan. Instagram menyatakan bahwa hal tersebut hanyalah mitos dan Instagram tidak pernah menyembunyikan content dari user dikarenakan menggunakan banyak Hashtag atau memposting terlalu sering.

Jadi dengan pengumuman-pengumuman tersebut, apakah anda sudah memiliki gambaran bagaimana feed dari timeline anda terbentuk, atau bagaimana nantinya anda bisa menarget para audience anda? Yang pasti adalah Algoritme Instagram yang terbaru ini menunjukan bahwa Instagram merupakan sosial media yang ditujukan untuk personalisasi setiap user. Mereka ingin User mendapatkan konten terbaik dari apa yang mereka suka di waktu yang tepat, tujuannya adalah tentu saja interaksi, dan juga experience yang lebih baik di App. Lalu bagaimana aksi yang bisa kita lakukan untuk dapat efektif melakukan pemasaran di Instagram? Singkatnya kita harus dapat menjawab dengan menggunakan konten bagus yang terkategori dimana orang bisa berinteraksi dan memposting nya di waktu yang tepat. Terdengar sederhana, namun ada proses untuk melakukan itu semua. Maka selamat berproses!

Source: TechCrunch