Tara Gentile seorang founder dari CoCmmercial sebuah jasa coaching untuk para pebisnis di Amerika sana, membagi sebuah ide dan pikiran menarik mengenai pemasaran bisnis saat semua hal, tips dan panduan tidak berjalan dengan baik. Tara memulai perjalanan usahanya saat hanya sebuah Blog cukup untuk mendapatkan perhatian, saat cukup hanya sebuah tweet yang bagus dapat memulai hubungan yang efektif dengan partner dalam jangka panjang, dan bahkan orang-orang tidak tahu apa fungsi podcast kala itu untuk memasarkan produk.

Memang tak dipungkiri bahwa Social Media, Blogging, dan Podcasting berkembang sangat pesat dalam dunia bisnis selama 8 setengah tahun terakhir, setidaknya di Amerika sana. Dan kita seharusnya bersyukur 5 tahun terakhir kita juga merasakan hal yang sama akan perkembangan yang sangat cepat media-media tersebut dalam memasarkan produk dan manfaatnya dalam dunia bisnis.

Email Marketing juga mengalami perubahan yang signifikan. Mengirim Email setiap minggu kepada banyak list customer atau calon customer menjadi sangat berat bagi kita, jika tidak mengirim email beberapa kali dalam seminggu, Email anda mungkin akan tenggelam dalam lautan email lain yang didapatkan oleh subscriber anda.

Baca juga : 15+2 Fitur Wajib Di Website E-Commerce Anda

Fakta bahwa yang biasanya “berfungsi dengan baik” telah berubah.

Banyak Business Owner yang dikenal oleh Tara, menyatakan bahwa semua yang mereka lakukan selama ini sepertinya sudah tidak berjalan seperti biasanya. Beberapa pemilik usaha yang saya kenal pun berpikir demikian, bahkan fakta bahwa tergerusnya banyak bisnis “konvensional” oleh bisnis digital menjadi bukti akan perubahan tersebut.

Jika anda merasa sudah bekerja keras untuk membagikan bisnis anda kepada orang-orang yang mungkin peduli tapi tidak mendapatkan hasilnya, hal tersebut dapat melemahkan semangat anda. Memang pada akhirnya, bagaimana anda bisa memberikan kinerja yang maksimal jika untuk mendapatkan perhatian mereka saja tidak sanggup?

Setelah berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun anda mengejar yang tak terlihat, seringkali anda akan Menyerah

“Saat orang-orang merasa bahwa tak ada lagi yang dapat berfungsi, sebenarnya yang mereka maksud adalah taktik” dikutip dari Lisa Robbin Young Founder Ark Entertainment Media, dan sepertinya saya juga sependapat dengan hal tersebut.

Secara taktik dunia marketing memang mengalami perubahan yang cukup besar.

Saat ini mungkin yang dirasa kekuatan dalam dunia marketing adalah dapat menggabungkan beberapa platform kunci. Namun platform-platform tersebut- channel yang anda gunakan untuk melakukan marketing- mengontrol bagaimana konten dibagikan, dengan siapa anda dapat berhubungan, dan apa yang dapat dilihat oleh pengguna mereka. Tanpa adanya cara yang benar-benar dapat diandalkan untuk menyebarkan apa misi atau manfaat produk anda.

Sepertinya pada titik ini, situasi serasa mengerikan.

Nyatanya Tidak,

Masih ada kesempatan yang sangat besar untuk Bisnis mandiri seperti milik anda. Orang-orang masih haus untuk membeli produk dari Perusahaan yang mewakili value mereka, membuat mereka merasakan hal selain kemarahan atau ketakutan, dan menciptakan penawaran yang inovatif dan meaningful.

Perusahaan anda adalah salah satu dari Perusahaan tersebut.

Jadi bagaimana anda menjangkau orang-orang yang begitu haus untuk membeli dari anda?

Yang pasti bukan dengan menghindari algoritma Facebook, mengakali bot-bot yang ada di Twitter, atau menempelkan pesan marketing anda di seluruh Snapchat.

Lupakan untuk mencari trik sulap marketing yang dapat mengangkat bisnis anda dan mulai secara nyata taktik yang benar-benar dibutuhkan oleh pemasaran anda.

1. Market one person at a time

Memasarkan produk satu per satu ke orang mungkin terdengar tradisional tapi mungkin itu yang dibutuhkan produk anda saat ini

Mungkin anda berpikir bahwa social media dapat membantu anda menjangkau ratusan atau ribuan orang dalam sekali waktu, Mungkin anda mengira bahwa anda dapat membuat “suatu konten” dan tiba-tiba masyarakat akan melihat, menyukai, dan membagikan nya jadi anda tidak perlu harus benar-benar berbicara kepada siapapun tentang bisnis anda.

Memang perlu diakui, bahwa ada saat dimana hal tersebut ada benarnya. Tapi saat yang dimaksud bukanlah sekarang.

Marketing adalah, dan akan selalu, tentang bagaimana mengejar/menjangkau satu per satu orang dengan apa yang mereka sukai atau butuhkan- apakah itu content, sebuah produk, atau hanya sebuah percakapan.

Lupakan tentang mencari bagaimana melakukan broadcast ke lebih banyak orang (yup, mungkin suatu hari reach di facebook anda akan mencapai nol), dan mulai mencari cara bagaimana anda dapat terhubung dengan orang yang benar-benra membutuhkan apa yang anda tawarkan selanjutnya.

Anda mungkin masih akan menemukan mereka melalui Facebook atau Instagram atau Twitter- yang pasti anda tidak akan menemukan mereka dengan berteriak-teriak ke langit.

Langkah Selanjutnya: Buatlah sebuah List.

Menurut Tara Gentile klien yang dia miliki membuat list berisi 10, 20, atau 30 orang yang diinginkan untuk membeli dari mereka. Lalu mereka menemukan cara untuk menghubungi mereka satu per satu. Mereka mungkin akan mengirim email, mengirim pesan melalui Facebook, atau bahkan menghubungi melalui telepon.

Hal ini dinilai terjamin, cara yang lebih personal dalam menjangkau seseorang hampir selalu menghasilkan penjualan puluhan juta rupiah, fans seumur hidup, dan rasa lega bahwa mereka sadar tak perlu melakukan “launching” lagi.

Baca juga : Kesalahan Fatal Penyebab Bisnis Online Bangkrut

2. Fokus terhadap apa yang paling anda antusiaskan

Tingkat antusiasme anda merupakan tanda besar tentang suksesnya anda dalam dunia marketing.

Hal ini terbukti karena ternyata banyak pemilik usaha yang mengatakan bahwa mereka tidak menyukai marketing, dan hal ini pun menjadi masalah besar. Orang-orang tersebut tidak akan pernah menjadi antusias. Mereka lah yang akan terus menerus mencari cara ajaib dalam bidang marketing, dan antusiasme mereka akan semakin merosot setiap kali trik ‘sulap’ terbaru itu gagal.

Untungnya bagi anda, anda dapat merubah antusiasme anda menjadi keunggulan.

Dacher Keltner, penulis The Power Paradox, menuliskan, “Groups give us power when we are enthusiastic, speak up, make bold assertions, and express an interest in others.” (Suatu grup memberikan kita kekuasaan saat kita antusias, berbicara dengan terus terang,  membuat pernyataan yang tegas dan mengekspresikan ketertarikan kepada yang lain). Dia juga menambahkan bahwa antusiasme merupakan prediktor terkuat dari kekuatan sosial yang bertahan lama dalam grup yang ia pelajari. Coba gantikan “Grup” dengan “pasar” atau “komunitas” dalam konteks ini, maka anda akan mendapat gambaran betapa antusiasme juga penting dalam memenangkan pasar.

Jika anda ingin mendapatkan perhatian dan kekuatan dalam bisnis anda, anda harus menunjukan antusiasme yang kuat juga.

Langkah Selanjutnya: Buatlah list lagi. Kali ini, daftar mengenai 10-20 ide atau topik yang sebenarnya anda pertentangkan kepada pasar anda sekarang. Kemudian, buat daftar juga mengenai 5-10 aspek atau fitur yang anda anggap paling menarik dari produk atau jasa anda. Dan yang terakhir, buat daftar yang berisi 5-10 kesalahpahaman yang terjadi pada calon customer anda dan bagaimana penawaran anda dapat membalikan hal tersebut.

Sekarang anda memiliki banyak list yang secara antusias dapat anda bicarakan atau anda tulis. Cobalah membuat email, blog post, episode podcast, atau video dari list tersebut.  Cobalah untuk berbincang dengan grup-grup local tentang sesuatu yang ada pada list itu. Coba untuk membawanya juga di sales call anda berikutnya.

Antusiasme anda akan berpengaruh besar dalam menghubungkan anda dan perusahaan anda ke orang yang tepat.

Antusiasme anda akan disambut baik oleh kelompok yang mempunyai antusiasme serupa

3. Tunjukkan, jangan hanya bercerita

Customer potensial anda menjadi lebih skeptis dibanding sebelumnya-  dan dengan alasan yang bagus juga.

Mereka tak tertarik untuk membaca, mendengar, atau melihat sesuatu yang menjelaskan sesuatu yang sudah jutaan kali mereka dengar- tapi belum pernah melihat hasilnya.

Atau mereka tidak mau mendengar bagaimana produk anda menjadi yang terbaik, yang paling innovatif, atau yang paling menyenangkan.

Mereka ingin melihatnya langsung, mereka ingin demo. Mereka ingin melihat apa yang ada didalamnya, bagaimana caranya bekerja, dan kenapa bisa bekerja seperti itu.

Baca juga : Semua hal yang Perlu Anda Tahu dari Tencent

Jika produk anda benar-benar berbeda, mereka ingin melihat perbedaannya secara detail- kalau bisa bersebelahan dengan hal-hal yang pernah mereka coba/ketahui sebelumnya.

Dan ya, “Tunjukkan, jangan hanya bercerita” juga dapat diaplikasikan di bisnis jasa, tak hanya di bisnis yang menjual produk.

Langkah Selanjutnya: jadilah kreatif, jadi lebih transparan, dan jangan ragu untuk menempatkan penawaran anda side-by-side dengan penawaran lain untuk menunjukkan perbedaan nya. Buatlah sebuah video, slideshow, infographic, atau checklist yang benar-benar menunjukan apa yang unik dan spesial dari apa yang anda tawarkan.

Tampil, tunjukan antusiasme anda, dan tunjukan kelebihan produk anda.

Apa yang berfungsi bukanlah Hal yang Baru

Strategi dan taktik yang anda butuhkan untuk sukses memasarkan produk anda bukanlah hal yang saat ini dikembangkan di Silicon Valley. Yang kita butuhkan adalah akarnya, person-to-person, otentik, aksi transparan yang selalu berfungsi dalam mengembangkan bisnis.

Aksi-aksi tersebut- seperti mengangkat telepon atau berbicara di depan komunitas lokal- mungkin membuat jantung anda berdegup kencang yang tak dihasilkan saat anda hanya melakukan posting 10 kali di Facebook, namun hal tersebut jauh lebih efektif.

Entah anda baru saja mulai dan mencari cara bagaimana mendapatkan 100 subscriber pertama anda atau anda telah mempunyai ribuan orang di audience anda dan tak tahu bagaimana caranya dapat melakukan re-engage dengan mereka di dunia yang baru ini, jawaban nya berada di 3 kunci ini: memasarkan ke satu per satu orang, fokus terhadap hal yang paling anda antusiaskan, dan tunjukkan jangan hanya bercerita.