Jakarta, 19/10/2018 – Menghadapi revolusi industri 4.0, Badan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia (Bekraf) meluncurkan program BE-X. Hal ini terkait dengan upaya mendorond start-up Indonesia, yang mana BE-X merupakan program akselerasi start-up  yang fokus terhadap pembentukan founder dan team founder yang siap berteknopreneur. Peluncuran progam dilaksanakan oleh Deputi Riset Edukasi dan Pengembangan Bekraf pada 19-20 Oktober 2018 di Jakarta. BE-X akan melakukan seleksi terhadap 42 start-up yang berpotensi besar di masa depan.

BE-X ini menurut Ricky Joseph Pesik selaku Wakil Kepala Badan Ekonomi Kreatif Indonesia mengatakan bahwa program akselerasi yang mana berarti kecepatan ini, tetap diperlukan proses dan konsistensi.

Berdasarkan riset yang dikeluarkan Bekraf, PDB Ekonomi Kreatif Indonesia tumbuh 4,95% pada tahun 2016 senilai Rp 922,59 miliar sama dengan telah memberikan kontribusi sebesar 7,44% terhadap total perekonomian nasional.

Selain itu, kontribusi dari beberapa subsector juga mengalami peningkatan. Diantaranya, subsector arsitektur menyumbang 2,34%, aplikasi dan game developer 1,86% dan desain produk 0,22%.  Pada data riset 2015 juga ditemukan bahwa penggunaan teknologi informasi dan internet (network) mengalami peningkatan sebesar 64,24% dan 68,83%.

Terlepas dari adanya potensi yang ada, sektor Ekonomi Kreatif tanah air juga menghadapi berbagai kendala.Dari hasil temuan riset yang dilakukan tahun 2015, setidaknya ada 13 kendala yang teridentifikasi. Sebesar 37,40% kendala pada riset dan pengembangan, dan 31,56% kendala edukasi. Kedua kendala ini juga yang coba dijawab oleh Bekraf melalui program BE-X, demi ekosistem start-up digital lebih baik ke depan.

Baca Juga: Potensi Transaksi Digital Di Indonesia Diprediksi Meningkat Lebih dari 200% pada 2021

Ricky juga menambahkan, “Untuk mempersiapkan start-up Indonesia siap bersaing secara global, tidak hanya infrastruktur dan pengetahuan mengenai start-up saja yang diperlukan, akan tetapi juga membutuhkan adanya faktor “X” yaitu extra, excellent dan collaboration”.

Faktor X dalam berteknopreneur yang dimaksudkan ini bertujuan agar founder dan team founder memiliki mental yang ekstra dalam menghadapi persaingan, excellent dalam ide dan mampu berkolaborasi dalm tim, sehingga bisnis yang dijalankan tidak hanya bisa berkelanjutan tettapi juga bisa berkembang semakin besar.

Pada program BE-X ini nantinya akn dilaksanakan dalam tiga tahapan, yaitu: Rekrutmen, Pelaksanaan Akselerasi dan Demo Day. Kemudian, peserta yang lolos seleksi akan mendapat kesempatan untuk menghadiri capacity building dan memperoleh akses ke incubator, investor, dan government network.

be-x

“Program BE-X merupakan salah satu bentuk dukungan pemerintah terhadap pertumbuhan start-up Indonesia untuk dapat berkembang di pasar yang lebih luas”, kata Abdur Rohim Boy Berawi, Deputi Riset, Edukasi dan Pengembangan.

Program ini diharapkan akan bermunculan start-up baru yang mendorong pertumbuhan ekosistem start-up Indonesia dan start-up Indonesia yang sudah ada bisa semakin besar dan menjadi the next unicorn.