Bagi Anda yang memiliki bisnis online, tentu sudah tidak asing dengan istilah heart selling. Berbagai seminar dan training tentang berjualan dengan heart selling ini semakin marak diselenggarakan. Konon, metode ini bisa lebih ampuh untuk menarik konsumen. Benarkah demikian?

Dalam dunia marketing dan periklanan, dikenal dua macam teknik yaitu hard selling dan soft selling. Hard selling adalah cara berpromosi dengan menyampaikan pesan marketing secara langsung. Contohnya adalah iklan majalah, koran, televisi, internet, atau papan reklame.

Sedangkan, soft selling adalah cara promosi yang dilakukan secara tidak langsung. Kalimat-kalimat iklannya biasanya disampaikan secara halus. Tujuan soft selling adalah menumbuhnya kepercayaan serta menjalin hubungan yang nyaman dengan konsumen.

berjualan dengan heart selling
Credit: Kindnessblog

Nah, baru-baru ini muncul teknik marketing terbaru yaitu heart selling. Teknik beriklan ini sebenarnya hampir sama dengan soft selling. Hanya saja, pada heart selling, pebisnis didorong untuk membuat kalimat iklan yang menggunakan ‘perasaan’. Biasanya teknik heart selling banyak digunakan oleh para pebisnis online dalam status facebook. Teknik ini pertama kali digagas oleh seorang penulis sekaligus pebisnis, Indari Mastuti.

Teknik heart selling muncul setelah banyaknya fenomena pebisnis online yang terlalu ngotot berjualan. Terkadang, hal ini membuat tidak nyaman para calon konsumennya. Misalnya dengan langsung menginbox atau menandai secara acak friendlist di facebook pada materi dagangannya. Bukannya memperoleh pembeli, cara hard selling seperti ini justru bisa menciptakan citra buruk bagi pedagangnya.

Jika menggunakan teknik heart selling, Anda bisa menjual tanpa terlihat ngotot. Tidak ada paksaan untuk membeli. Penawaran Anda justru dianggap sebagai solusi dari masalah serta kebutuhan pembelinya. Beberapa keunggulan berjualan dengan heart selling dalam menjaring konsumen adalah sebagai berikut :

  1. Mempermudah Menentukan Target Pasar

Saat berjualan dengan heart selling, Anda harus menentukan target pasar yang ingin Anda tuju. Misalnya Anda menjual seprei dan home set, tentu Anda sudah bisa menentukan siapa saja target marketing Anda. Sehingga nantinya status yang Anda buat akan tepat sasaran. Ini sangat bermanfaat dalam legiatan marketing Anda.

Baca juga : Tips Sederhana Untuk Memilih Nama Perusahaan Anda

  1. Meningkatkan Interaksi dengan Calon Konsumen

Berjualan dengan heart selling dianggap lebih bisa menjangkau khalayak. Lewat heart selling, Anda dapat menciptakan interaksi dengan teman dan pengikut Anda di facebook. Dengan membangun interaksi yang baik, calon konsumen akan merasa lebih nyaman dan familier. Sehingga pesan yang ingin Anda sampaikan depat ditangkap dengan baik oleh pembaca. Ketika suatu saat ada yang membutuhkan dagangan Anda, mereka tidak akan segan menghubungi Anda.

Heart selling communication
Credit: ESLgold
  1. Heart Selling Sarana Membangun Personal Brand

Personal branding adalah hal yang penting bagi pelaku bisnis online. Lewat teknik heart selling, Anda bisa sekaligus membangun personal brand melalui status. Contohnya dengan  menulis status berisi kemajuan atau perkembangan bisnis. Saat itu, secara tidak langsung Anda juga sedang membangun citra diri. Hal ini akan meningkatkan kepercayaan calon konsumen. Selain itu, heart selling juga akan membuat Anda lebih mudah diingat oleh teman-teman facebook.

Baca juga : Pentingnya Mengenal Lead yang Anda Dapatkan

Apabila dilakukan dengan benar dan continue, berjualan dengan heart selling bisa memperoleh hasil maksimal. Bagi Anda yang tertarik untuk mempraktekkannya, sebaiknya mulailah belajar menulis. Buatlah tulisan status facebook yang ringan, menghibur, atau menarik empati dari pembaca. Ceritakan saja kisah sehari-hari dan jangan lupa untuk menyisipkan materi marketing dalam tulisan Anda. Pilihlah topik yang sekiranya bisa memancing like dan komen dari para pembaca. Berawal dari tulisan, bukan tidak mungkin Anda akan sukses meraih closing.