Bingung mengisi konten di website? Hal itu sudah wajar. Kita seringkali bingung website kita akan diisi dengan konten apa.

Dengan konten, kita bisa mendapatkan traffic. Dari konten, kita bisa melakukan convert traffic, atau dengan kata lain mengubah pengunjung menjadi leads.

Meskipun setiap website mempunyai konten yang berbeda-beda. Namun, percayalah sebenarnya setiap website seharusnya mempunyai tujuan yang sama.

Apa yang biasanya ingin diraih oleh kebanyakan orang?

Pada umumnya, konten yang ada di berbagai website mempunyai jenis dan alur yang hampir serupa. Dan, berikut ini adalah empat jenis konten yang dibutuhkan oleh setiap website dan tentu saja website Anda:

  1. Content to entertain (konten yang menghibur)
  2. Content to educate (konten yang mengedukasi)
  3. Conten to persuade (konten untuk mengajak/menarik)
  4. Content to convert (konten untuk mengonversi)

Kami akan menjelaskannya satu persatu untuk Anda.

Kenapa kita membutuhkan konten yang menghibur?

content marketing

Kenapa kita membuat konten konten yang menghibur orang?

Pastinya, kita ingin menjangkau banyak orang terlebih dahulu. Kepada siapa kita akan menjual produk/jasa kita jika sama sekali belum ada yang mampu kita jangkau. Kebutuhan orang akan internet adalah untuk mendapatkan hiburan dan pengetahuan. Membut konten yang menghibur adalah cara yang paling sederhana dan murah untuk mendapatkan perhatian orang-orang.

Meskipun konten yang kita buat untuk menghibur, belum tentu langsung berhubungan dengan produk/jasa kita. Namun, agar konten tersebut dapat berfungsi dengan baik, kita harus tetap mengarahkan kepada orang yang tepat yang sesuai dengan target pengunjung kita.

Karena konten menghibur bertujuan untuk menghibur, maka konten-konten dengan jenis ini lebih baik mengarah pada pendekatan emosional ketimbang pendekatan rasional. Juga konten yang menghibur juga sangat mungkin menjadi konten yang shareable, mudah dibagikan. Semakin banyak yang di-share, maka akan semakin banyak orang akan terjangkau oleh kita.

Baca juga : Membangun Website Untuk Mengembangkan Bisnis Online

Kenapa kita membutuhkan konten yang mengedukasi?

Konten yang mengedukasi memiliki peran  yang sama dengan konten yang menghibur, yairu untuk mendapatkan jangkauan sebanyak-banyaknya untuk website kita. Namun, bedanya jika konten yang menghibur lebih mengarah kepada pendekatan emosional, konten yang mengedukasi lebih menitikberatkan pada pendekatan rasional. Dan, tentu saja juga masih sangat shareable alias mudah dibagikan.

Bagaimana dengan konten yang mengajak/menarik minat?

content marketing

Konten yang mengajak berperan penting untuk mengarahkan orang-orang perlahan ke arah konversi yang kita butuhkan (Jenis konversi bisa sangat berbeda-beda, dapat berupa pembelian, mendapatkan informasi data penting atau yang bisa di sebut enquiry, call back request, dan sebagainya) dan biasanya konten yang bermaksud mengajak ini mempunyai pendekatan  yang emosional.

Bagaimana konten untuk melakukan konversi?

Tentu saja konten yang paling vital, jika website kita belum mempunyai konten seperti ini. Traffic yang kita datangkan akan terbuang dan menguap sia-sia. Dan konten dengan jenis ini, lebih menekankan kepada pendekatan rasional daripada emosional.

Jelas sekali, tujuannya untuk mengarahkan pengunjung menjadi leads alias calon pembeli.

Baca juga : Memulai Bisnis fashion Online Untuk Pemula

Apa efek dari penggunaan pendekatan Rasional dan Emosional?

Beberapa orang mempunyai respon yang bagus terhadap sebuah pendekatan emosional dan sebagian lainnya lebih mengena dengan pendekatan rasional. untuk mendapat angle atau arah yang bagus dari kedua perspektif tersebut, baiknya jika kita mampu memberi konten yang menyediakan pendekatan emosional maupun rasional.

Sebagai contoh, kita mungkin perlu memasukkan dua tipe konten tersebut pada satu halaman yang sama. Misalnya, pada halaman produk, kita pasti memasukkan detail dari produk tersebut, seperti harga, jenis, manfaat, (yang merupakan pendekatan rasional) dan juga review dari pelanggan atau testimoni (yang akan lebih cenderung pada pendekatan emosional).

Bagaimana jika website kita bukan untuk melakukan penjualan?

Memang ada beberapa pengecualian pada website yang tidak melakukan direct selling, misalnya sebuah media atau publisher, yang kebanyakan pendapatannya bergantung pada advertising (tanpa menjual subcriptions untuk premium content). Namun, website seperti ini masih sangat bisa membuat content yang mengajak maupun melakukan konversi.  Bentuknya akan sangat berbeda dari website-website yang bertujuan untuk berjualan atau e-commerce.

Untuk situs yang bergantung pada pendapatan iklan, konversi yang memungkinkan bagi mereka adalah social share atau muudah dibagikan untuk menambah traffic pada page views. Maka dari itu, konten-konten mereka yang bertujuan untuk mengajak dan “melakukan konversi” mungkin akan berupa call to action untuk sosial media dan berbagai macam post terkait.

 

(Sebagai contoh di Akiba Nation, yang merupakan sebuah portal berita pop culture, post terkait dengan gambar-gambar menarik sangat membantu sebuah artikel menjadi viral dan traffic yang ada pada website tersebut)

Jadi apakah website yang Anda miliki sudah mempunyai empat jenis konten yang saya sebutkan di atas?

Atau Anda mempunyai ide lain tentang jenis konten yang pas?
Silahkan berbagi dengan kami.