Membangun Audience online memang tidaklah mudah.

Hal ini juga diakui oleh Nicolas Cole seorang content creator yang telah menulis lebih dari 1500 konten di Internet, menurutnya tentu saja tantangan tersebut juga dialami oleh mereka yang memanage blog perusahaan.

Alasan dibalik banyaknya Blog yang dibuat untuk perusahaan berakhir gagal adalah karena mereka memperlakukan blog perusahaan mereka seperti iklan produk atau jasa mereka, bedanya hanya sedikit lebih panjang.

Sukses melakukan Blogging di Internet membutuhkan Mental “Give, Give, Give!” yang kuat.

Anda tidak akan dapat membangun audience yang berkualitas untuk anda sendiri atau perusahaan anda dengan hanya menjadikan blog anda samaran untuk orang agar mengambil jasa anda atau memperkerjakan anda atau tim anda.

Memang hal tersebut bisa disertakan, tapi tentu saja, jika hal tersebut merupakan alasan utama anda membuat blog, maka anda sudah gagal bahkan sebelum anda memulai.

Berikanlah Value kepada audience anda

Ini contoh konkretnya

Katakanlah anda menjalankan usaha Agensi Sosial Media. Apakah anda tahu berapa banyak agensi sosial media yang mempunyai konten dengan judul seperti “Bagaimana mempekerjakan Tim Sosial Media dapat Membantu Bisnis Anda”

Itu bukanlah konten yang membantu, itu seperti proposal Sales Pitch.

Pendekatan yang lebih baik adalah dengan memiliki sebuah Blog Post yang ditujukan untuk tim internal sebuah brand atau perusahaan dan mengajari mereka bagaimana mengeksekusi campaign sosial media secara efektif. Baru kemudian, pada akhir blog, sertakan call to action yang jelas seperti. “Jika anda mempunyai pertanyaan atau membutuhkan bantuan lain tentang strategi sosial media anda, jangan sungkan untuk menghubungi kami.”

Dan yang barusan bukanlah sebuah Sales Pitch. Dengan konten seperti itu anda menyediakan value baru kemudian memberi penawaran bantuan yang personal jika pembaca anda membutuhkan (dan tentu saja ada perbedaan besar di sini).

Jadi, jika anda ingin Blog perusahaan anda sukses, inilah hal yang anda butuhkan.

1. Content yang memberi terlebih dahulu baru bertanya kemudian

Saat anda duduk dan menulis blog post, Anda perlu menanyakan satu pertanyaan untuk diri anda sendiri: “Hal Apa yang paling menyulitkan bagi target audience anda?

Sekarang coba lakukan beberapa research, siapa yang sudah menulis tentang topik tersebut di Internet – mudah dilakukan dengan sedikit google search. Selanjutnya sediakan waktu untuk mempelajari apa saja yang sudah dibahas yang berkaitan dengan topik tersebut.

Saat waktunya tiba bagi anda untuk menulis artikel, tanya lagi pada diri anda bagaimana anda bisa menulis tentang subjek tersebut lebih baik dari siapapun. Jika hasil pencarian Google yang menempati posisi tertinggi adalah sebuah artikel dengan dua ribu kata tentang Networking Best Practices, maka sebagai contoh, anda bisa menulis artikel lima ribu kata dengan langkah-langkah yang actionable, quote dari para ahli networking, dan sebuah paper atau checklist yang bisa mereka download serta infographic yang memberikan highlight langkah-langkah pentingnya.

Carilah cara bagaimana anda bisa “menaklukan” kompetitor anda dengan memberi yang lebih dari yang lain berikan.

Baca Juga: Mengembangkan Bisnis dan Brand di Instagram hanya dengan $1.80 ala Gary Vaynerchuk

2. Kualitas & Kuantitas

Nicolas Cole adalah contoh dari mereka yang hidup dengan frase “Volume wins”

Dan tentu saja melalui pengalamannya (ia telah membangun audience yang bisa dikatakan besar berkali-kali, di industri yang berbeda, jadi ia mengetahui resep ampuhnya), ia mengatakan bahwa kita tidak akan dapat membangun audience yang loyal jika kita tak mempunyai rencana untuk menerbitkan konten secara rutin.

Jika anda memulai sebuah Blog Perusahaan dan berharap itu akan menghasilkan ROI yang besar untuk bisnis anda, sementara anda hanya mempublish konten selama satu kali seminggu, maka anda mungkin tidak akan mendapatkan apapun sama sekali. Tak ada gunanya. Banyak orang yang mungkin akan mengatakan bahwa masih ada sedikit value yang bisa didapatkan dengan mempunyai Blog Perusahaan untuk alasan SEO, tapi dari pengalaman yang disampaikan oleh Nicolas Cole, sangatlah tidak worth  waktu yang anda habiskan dengan hasil yang anda dapat jika jarang menerbitkan blog.

Jika anda ingin melakukannya, lakukanlah dengan benar.

Jika tidak, fokuskan usaha anda ke yang lain.

Alasannya adalah karena ada sangat, sangat, banyak sekali konten yang diterbitkan setiap harinya maka jika anda ingin dapat terlihat, anda harus ikut serta bermain di Long Game. Tujuannya bukanlah untuk membuat post anda muncul dan tiba-tiba viral dan populer (nyatanya, peluang tersebut setipis rambut yang dibagi tujuh saat ini). Tujuan anda seharusnya menjadi channel media dan resource yang berharga agar setiap saat orang membutuhkan, mereka juga dapat kembali secara rutin.

Dan satu-satunya cara untuk melakukan itu adalah secara konstan dan konsisten membuat dan memberikan konten.

Secara konsisten dan konstan memberi value setiap hari adalah kunci untuk menumbuhkan audience

Tapi jangan lupa juga, jangan jadikan konten anda seadanya. Anda juga membutuhkan kualitas seperti layaknya anda membutuhkan kuantitas. Hal ini senada dengan apa yang di sampaikan Darwin, “It’s survival of the fittest.” Karena memang benar. Setiap hari, anda tidak hanya berkompetisi dengan content creator yang lain, anda juga berkompetisi dengan anda sendiri dan apa yang telah anda buat kemarin.

Jika anda tidak improve dari hari ke hari, maka audience anda akan beralih ke content creator yang lain, memang begitulah adanya.

Baca Juga: Bingung Mengisi Konten Di Website? Isi Dengan 4 Jenis Konten Ini

3. Mulailah dari Platform Sosial terlebih dahulu

Salah satu saran terbesar yang disampaikan oleh Nicolas Cole untuk mereka yang inging membangun Audience secara online dan mendapatkan pengakuan sebagai thought leader adalah dengan menempatkan pembuatan blog pada bagian terakhir.

Pertama, lebih baik untuk membangung sosial audience terlebih dahulu.

Jika anda mempunyai perusahaan dan anda ingin mendapatkan SEO benefit dari blog anda, maka tentu saja, anda harus menerbitkan konten di website anda secara reguler di website anda. Tapi secara bersamaan, anda juga perlu memecahkan isu yang lebih besar yakni membuat orang-orang tahu bahwa anda memiliki konten tersebut terlebih dahulu.

Berdasarkan hal tersebutlah, Nicolas Cole sangat merekomendasikan para tim marketing dan content creator untuk secara bersaman juga menulis di jejaring sosial. Tentu saja jejaring sosial yang sesuai dengan bisnis anda atau audience yang anda tuju, jika anda adalah bisnis yang menarget professional juga, maka sebagai contoh anda bisa memanfaatkan LinkedIn, Medium, Quora dan juga Digital Entrepreneur ID ini, dimana Jejaring Sosial tersebut menyediakan sebuah fitur blog dan content. Dan tentu saja dengan kunggulan bahwa mereka sudah mempunyai audience yang lebih besar anda dapat memanfaatkannya untuk membangun, memperbesar, dan tentu saja mengarahkan kembali mereka ke konten yang paling bagus di blog anda sendiri.

Jika semua hal diatas terdengar seperti membutuhkan banyak usaha, karena memang begitu adanya. Terutama untuk hal yang berkaitan menulis konten di Internet, untuk dapat standing out adalah hal yang tidak gampang.

Tapi jika anda dapat melihat valuenya dan mengerti bagaimana memainkan permainan ini, maka hal ini dapat menjadi pendorong yang kuat bagi bisnis anda.

Seperti yang saya sebutkan diatas bahwa Digital Entrepreneur ID dapat menjadi sosial platform bagi anda untuk membantu membangun Audience Online. Maka bagi anda yang mempunyai bisnis digital, atau seorang yang ingin membagikan ide-ide yang menginpirasi tentang bisnis dan dunia digital, anda dapat membagikan tulisan anda di DEID ini. Konten anda akan dibaca oleh audience yang lebih besar dan anda juga dapat mengarahkan pembaca anda ke website perusahaan anda atau website pribadi anda. Silahkan Klik Link berikut untuk dapat menulis di DEID dan mulai membangun Audience Online anda.