Startup merupakan perusahaan yang baru berkembang. Memang bukan sebuah perkara yang mudah apabila anda ingin mengembangkan bisnis startup anda sebab pada saat mengembangkan bisnis tersebut, hal yang di butuhkan bukan hanya suatu kerja keras melainkan anda pun juga membutuhkan sebuah strategi yang tepat untuk anda jalankan agar dapat mengembangkan bisnis startup anda secara efektif dan juga efisien.

Menurut Forbes, angka kegagalan dalam bisnis startup mencapai 90%. Hal tersebut berarti bahwa banyak sekali faktor-faktor kegagalan yang mungkin saja terjadi pada saat menjalankan bisnis startup sebab mengingat membangun sebuah bisnis startup bukanlah suatu perkara yang tergolong mudah.

Startup tidak menjanjikan hasil akhir yang memuaskan. Di balik kesuksesan bisnis startup memiliki proses yang cukup panjang. Di balik prosesnya, banyak sekali cerita kegagalan yang dialami oleh para entrepreneur yang membangun bisnis startup mereka.

Baca juga : 3 Unsur Ini Sangat Penting Untuk Menjalankan Bisnis Startup

Kenapa startup mengalami kegagalan? Sebenarnya ada banyak kesalahan yang menyebabkan hal ini.

Berikut kesalahan yang menyebabkan para startup gagal membangun bisnisnya :

“Asal Membangun Startup Tanpa Perencanaan yang Matang”

kesalahan para startup

Ini yang kebanyakan terjadi di dunia startup Indonesia, banyak entrepreneur yang masih membangun startup berdasar pada hobi saja. Artinya, mereka belum sampai melihat kebutuhan pasar yang ada. Sebetulnya tidak ada salahnya juga memulai bisnis dari hobi, namun perlu anda ketahui apakah hobi yang anda bisniskan tersebut cukup dibutuhkan oleh masyarakat atau tidak.

Ke depan tentu akan sia-sia jika ternyata hobi anda tidak sesuai dengan permintaan dari pasar itu sendiri. Jadi jika anda sedang akan mengembangkan sebuah startup, akan lebih baik dimulai dengan melakukan identifikasi terhadap masalah yang sering muncul di masyarakat. Dari situ kemudian anda bisa memberikan sebuah solusi pada masalah yang ada.

“Salah Mempekerjakan Karyawan”

Banyak startup yang merupakan bisnis kecil dan benar-benar memulainya dari nol. Bisa dipahami bila pemilik startup memilih orang-orang dengan hanya melihat dari kedekatan keluarga atau sahabat. Dan mereka melakukan ini dengan mempekerjakan orang yang direferensikan kepadanya oleh teman dekat, kerabat, atau anggota keluarga lain.

Bagi kebanyakan orang, alasan dibalik ini adalah karena mereka ingin orang yang dapat dipercaya, orang yang tidak mencuri dari perusahaan. Sebagai startup, anda harus mempekerjakan orang yang sangat kompeten. Jika tidak, mereka akan meruntuhkan bisnis yang anda bangun. Karena jika anda menginginkan bisnis yang anda mulai dari nol tersebut menjadi bisnis yang sukses, tentu anda harus memilih karyawan yang memang kompeten pada bidang yang anda jalankan tersebut.

Baca juga : 5 Poin Penting yang Wajib Dimiliki oleh Para Startup

“Salah Memilih Platform/Tools”

kesalahan para startup
Tentukan platform terbaik dalam berbagai aktifitas bisnis anda

Selain merekrut karyawan yang tepat, anda juga harus memilih platform yang tepat untuk startup anda. Memilih platform yang salah bisa membebani startup anda atau yang lebih buruk lagi anda bisa kehilangan pengguna. Misalnya memilih server untuk website anda, apabila performa server lambat tentunya pengguna menjadi enggan mengunjungi website anda.

Platform adalah bagian penting untuk sebuah startup tumbuh dan berkembang. Beberapa platform yang dimaksud disini adalah media bekerja, bahasa pemrograman, software pendukung, hingga jenis teknologi apa yang akan digunakan. Di awal berdiri, banyak startup yang cenderung memilih platform dengan harga terjangkau demi hemat biaya, tanpa melihat lebih detail fitur yang ditawarkan. Alhasil platform yang digunakan justru malah tidak menarik pengguna untuk mengunjungi platform tersebut.

Baca juga : 5 Alasan Kenapa Anda Harus Bergabung Di Komunitas Startup

“Kurang Inovatif”

Inovasi merupakan hal yang harus dilakukan pengusaha jika ingin bisnisnya berkembang dan bertahan di tengah persaingan bisnis. Inovasi dapat membedakan produk anda dengan pesaing, bukan berarti anda bisa mengikuti inovasi yang sudah dilakukan terlebih dulu oleh pesaing.

Jika inovasi yang anda berikan kurang menarik dan sama seperti yang dilakukan oleh para pesaing sudah pasti bisnis yang anda jalankan tidak ada bedanya dengan pesaing anda dan otomatis pelanggan anda akan beralih ke produk lain yang lebih menarik dan mempunyai ciri khas tersendiri.

“Mengabaikan Pelanggan”

kesalahan para startup

Saat pelanggan merasa tidak puas, tentu akan berdampak sangat buruk bagi startup anda, bisa jadi mereka akan beralih ke produk lain dan meninggalkan produk anda. Banyak alasan kenapa pelanggan lebih memilih untuk meninggalkan produk anda, misalnya saja karena pelayanan yang anda berikan kurang baik, anda kurang menjalin komunikasi yang baik dengan pelanggan, kualitas produk anda tidak sesuai dengan yang anda janjikan, dan lain sebagainya. Sebisa mungkin jagalah komunikasi yang baik dengan pelanggan anda, sebab jika pelanggan sudah merasa kecewa bisa jadi kekecewaan mereka akan dilampiaskan ke media social yang akan berimbas pada buruknya citra startup anda sendiri.

Baca juga : 6 Langkah Menangani Komplain Pelanggan Di Medsos

5 point di atas mungkin sering terjadi tanpa kita sadari. Maka dari itu, penting untuk memiliki perencanaan setiap hal yang akan anda lakukan untuk perkembangan startup anda. Sadari juga bahwa seberapa teliti anda, membuat kesalahan itu sebisa mungkin sehingga anda dapat berhati-hati dalam melaksanakan misi anda.