Kini saatnya kita membicarakan tentang website. Bisnis Anda mungkin juga sudah punya website. Kita semua juga pasti sering menggunakan website. Namun, tidak semua website proporsional dengan apa yang kita butuhkan, bahkan ada beberapa yang malah lebih banyak memberikan kekeliruan dari pada manfaatnya, terutama website untuk bisnis.

Berikut ini merupakan hal-hal yang sepatutnya dihindari web organizer dalam merancang website mereka :

“Halaman page yang berantakan”

Banyak website bisnis yang melupakan pentingnya white space. Mereka terlalu memaksakan desain mereka sendiri yang mana terkadang hal tersebut tidak sesuai dengan selera orang lain. Cobalah untuk mengurangi tulisan-tulisan yang terlalu padat, dan lebih condong untuk membuat hal-hal yang lebih simple dan mudah dipahami dengan cepat.

web design

Baca juga : 5 Tren Teknologi & Desain Website Tahun 2018: Era Notifikasi & Bots

“Kehilangan kontak informasi”

Anda mungkin akan sangat terkejut ketika banyak pebisnis menyembunyikan contact information online mereka. Pada akhirnya para member kesulitan mencari kontak Anda. Pastikan dulu Anda memasukkan nomor telepon dan juga alamat email Anda di bagian “Contact Us”. Ya mungkin Anda akan dianggap spam dalam email mereka, tapi ini semua jauh lebih baik dari pada kehilangan member karena mereka kesulitan untuk menghubungi Anda.

web design

“Dead links”

Mungkin Anda sering mengalami hal ini. Ketika Anda membuka suatu website atau link yang ternyata link tersebut tidak bisa dibuka. Website testing sangat perlu untuk dilakukan sesering mungkin. Bahkan setelah Anda mengeceknya, cek terus link tersebut dan pastikan bahwa link tersebut benar-benar bekerja.

Baca juga : Mengubah Strategi Bisnis Agar Tetap Bertahan Di Era Digital

“Unresponsive templates”

Tahukah Anda lebih dari setengah akses website adalah melalui mobile? Dengan ini berarti Anda harus memiliki sarana aplikasi mobile yang bisa dijangkau dengan mudah oleh orang-orang. Kami sangat menyarankan Anda untuk menggunakan web template yang bisa disesuaikan di mobile maupun desktop. Jalan seperti ini akan sangat memudahkan para users Anda untuk mengakses web Anda melalui cara apapun.

“Pop-up Ads”

Banyak bisnis yang tidak menyadari betapa menyebalkannya penggunaan pop-up dalam suatu website. Kami menyarankan Anda menggunakan time delay untuk pop-up Anda. Biarkan dulu para users menikmati sejenak konten apapun yang ada di web Anda. Waktu sekitar 30 detik atau 1 menit rasanya cukup. Bahkan semakin Anda memberikan waktu yang lama untuk mereka menjelajahi web Anda, kemungkinan besar mereka akan mengklik ads Anda nanti. Walaupun sebenarnya kami lebih menyarankan Anda untuk menggunakan “Calls-to-Action”, semacam “call today” atau “register here” dari pada pop-up yang tiba-tiba muncul saat para users menjelajahi web Anda.

web desain

Baca juga : Belajar dari Go-Jek! 3 Cara Mengembangkan Usaha di Era Digital

Hal-hal tersebut alangkah baiknya bisa menjadi koreksi Anda sebagai pebisnis online untuk selalu memeriksa setiap hari apa-apa saja yang kurang dari website Anda. Jangan sampai Anda kehilangan calon-calon pelanggan Anda hanya karena website yang Anda kelola sama sekali tidak bisa membantu permasalahan mereka. Semoga bermanfaat.