Siapa yang tak kenal dengan nama gojek. Berawal dari startup (perusahaan rintisan) kecil, tak ada yang menyangka Go-Jek kini menjadi salah satu startup unicorn yang berhasil menguasai industri teknologi transportasi di Indonesia.

Layanan transportasi online sekaligus perusahaan pembayaran ini kabarnya akan segera mengumumkan ekspansi bisnis mereka ke negara lain di Asia Tenggara beberapa pekan kedepan. Hal ini berdasarkan sebuah email di kalangan internal Go-Jek yang sempat bocor dan dilihat oleh Reuters.

Baca juga : 5 Alasan Kenapa Anda Harus Bergabung Di Komunitas Startup

Perusahaan rintisan Indonesia yang telah menyandang gelar Unicorn (startup dengan nilai valuasi minimal US$ 1 miliar) ini kabarnya berencana untuk melakukan ekspansi bisnis ke empat negara Asia Tenggara tahun ini, begitu bunyi pernyataan CEO Go-Jek, Nadiem Makarim dalam email internal.

Dalam email internal tersebut Nadiem tak menyebut negara-negara mana saja yang akan disasar oleh layanan Go-Jek. Namun, beberapa waktu lalu, Chief Technology Officer Go-Jek Ajay Gore menyebut, Go-Jek berupaya menghadirkan layanan di Filipina pada tahun 2018.

“Persiapan sedang berjalan, dalam beberapa minggu ke depan peluncuran negara baru pertama kali akan diumumkan,” demikian yang dikatakan Nadiem dalam email tersebut. “Selanjutnya akan diikuti oleh tiga negara lain di Asia Tenggara pada pertengahan tahun ini,” kata Nadiem.

gojek

Baca juga : Belajar dari Go-Jek! 3 Cara Mengembangkan Usaha di Era Digital

Mengutip partner finansial Go-Jek yang tak disebut namanya, “Go-Jek percaya diri bahwa pihaknya memiliki dukungan untuk mengambil salah satu kisah pertumbuhan paling sukses di seluruh dunia, dari fenomenal di Indonesia hingga global.”

Nadiem sebelumnya menyebut, Go-Jek telah mendapatkan suntikan modal dalam jumlah besar yang bisa mendukung perusahaan melakukan ekspansi ke negara lainnya. Kabar ini datang setelah Uber menyerahkan operasional bisnisnya di Asia Tenggara kepada Grab melalui akuisisi yang diumumkan beberapa hari lalu. Grab sendiri menjadi rival besar Go-Jek di Tanah Air.

Bergabungnya operasional Uber dengan Grab merupakan konsolidasi terbesar pertama di Asia Tenggara yang dihuni oleh 640 juta orang. Hal ini pun dianggap memberi tekanan kepada Go-Jek yang belum lama ini mendapatkan suntikan dana dari Alphabet (induk usaha Google) dan Tencent Holdings dari Tiongkok.

Selain Google dan Tencent, investor Singapura Temasek dan Meituan-Dianping dari Tiongkok juga menjadi investor dalam pendaaan yang diterima Go-Jek pada putaran ini.

Dalam email tersebut, Nadiem Makarim juga menyinggung perihal langkah Grab yang mengakuisisi Uber di Asia Tenggara. Nadiem menganggap bahwa akuisisi Uber oleh Grab merupakan kesempatan yang lebih baik bagi Go-Jek. “Sebab, dengan lebih sedikit pemain, berarti jalur untuk melanjutkan dan memperdalam kepemimpinan pasar Go-Jek di Indonesia bisa lebih mulus,” kata Nadiem.

gojek

Baca juga : Ketatnya Persaingan Teknologi, Grab Resmi Mengakuisisi Uber

Di seluruh Asia, perusahaan transportasi online saling bersaing memberikan diskon dan promosi kepada penggunanya sehingga menurunkan margin keuntungan dan meningkatkan tekanan bagi para pemainnya untuk melakukan konsolidasi.

Sejak layanannya dirilis pertama kali delapan tahun lalu, Go-Jek telah berkembang pesat dan merajai pasar Tanah Air. Layanan tersebut bisa dibilang mengubah kebiasaan hidup masyarakat modern.

Sebagai tambahan, potensi bisnis Go-Jek pun dilirik oleh investor lokal dan global. Baru-baru ini, Go-Jek mengumumkan telah mendapat suntikan dana dengan total 1,2 miliar dollar AS (Rp 16 triliun) yang dipimpin perusahaan asal China, Tencent. Beberapa nama yang turut dalam pendanaan itu adalah Alphabet Google, Meituan-Dianping, Temasek, Astra, dan Djarum Group.

Baca juga : Apa Persamaan 44 Startup Calon Unicorn Asal Indonesia Ini???

Sepak terjang Go-Jek sebagai transportasi online besutan anak bangsa, memang tak lepas dari campur tangan investor. Tentu saja, kiprah Go-Jek memaksimalkan layanan yang kini begitu besar di Tanah Air juga karena bantuan suntikan dana dari para investor dengan jumlah yang bombastis.

 

(Sumber : Kompas.com & Liputan6.com)