Setelah berhasil membuat Google Asia Pacific Pte Ltd melunasi tunggakan pajaknya untuk tahun 2015, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati kini mengejar perusahaan multinasional berbasis IT lainnya, seperti Facebook dan Twitter.

Indonesia juga menjadi negara keempat yang berhasil memajaki Google, setelah sebelumnya Inggris, India, dan Australia.

“Jadi kalau kita lihat kemarin Google dan berbagai perusahaan yang memiliki aktivitas yang mirip, maka akan terus teliti dari sisi kewajiban pajaknya,” kata Sri Mulyani di Hotel Borobudur, Jakarta, Senin (4/11/2017).

Baca Juga : Anda Bukan Digital Entrepreneur Jika Belum Mencoba Beriklan Di Facebook, Kenapa?

Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia ini mengatakan, pemerintah Indonesia pada dasarnya melihat seluruh potensi penerimaan perpajakan yang berasal dari sektor digital, mulai dari provider, pengembang platform, hingga perusahaannya langsung.

“Tujuannya adalah untuk meng-create suatu bidang perpajakan,” jelas dia.

Sebagai informasi tambahan, hampir seluruh pemasukan Facebook diperoleh dari pengiklan yang ingin produknya dilihat oleh banyak orang. Nilai perolehan dari iklan ini mencakup 84 persen dari total pendapatan per kuartal.

Facebook memang memiliki basis pengguna yang sangat besar, sekitar 1,1 miliar orang per hari. Artinya, iklan yang ditayangkan di raksasa media sosial ini berkesempatan untuk menjangkau banyak orang.

Baca Juga : Trik Jitu Kebanjiran Order Melalui Facebook

Bisnis utama Facebook pun bertumpu pada iklan, tanpa banyak variasi. Meski demikian, hasil yang diperoleh dari iklan tersebut sudah sangat besar dan menarik minat banyak investor. Indonesia sendiri menjadi negara ke-4 terbesar pengguna Facebook. Dan Jakarta menjadi kota ke-3 terbesar pengguna Facebook di dunia.

Pengguna Facebook terbesar di dunia – Credit : Hootsuite

Sumber : Detik Finance, Kompas