Tak banyak yang tahu, bahwa Indonesia memiliki seorang entrepreneur muda yang bibit-bibit kemandiriannya telah terbentuk sejak ia masih duduk di bangku sekolah dasar. Hamzah Izzulhaq, nama pemuda yang tak pernah bisa mengingat secara pasti kapan pertama kali ia mulai menggeluti dunia bisnis perdagangan ini. Sejak kecil, ia mulai belajar berdagang mulai dari petasan, kelereng, koran, hingga menjadi tukang parkir. Awalnya, ia hanya ingin sekedar menambah uang saku, di sela-sela aktivitasnya sebagai seorang pelajar kelas 5 sekolah dasar. Namun, siapa yang tahu ternyata keisengan itu berujung pada kesuksesan besar.

Pemuda yang kerap disapa dengan sebutan Hamzah ini terlahir dari sebuah keluarga sederhana. Ayahnya adalah seorang dosen, sedangkan sang ibunda adalah guru SMP. Secara finansial, Hamzah tidak termasuk dalam golongan yang kekurangan. Ia selalu menerima uang saku yang lebih dari cukup. Namun, sifat mandiri dan ingin memiliki uang saku lebih banyak-lah yang membuat Hamzah akhirnya rela menukar waktu bermainnya untuk mencari penghasilan bersama beberapa orang teman lainnya yang secara finansial masuk dalam kategori kurang mampu.

hamzah izzulhaq
Hamzah Izzulhaq

Hamzah mulai terjun total ke dalam dunia bisnis saat ia mulai beranjak remaja, yakni ketika masih duduk di bangku kelas 1 SMA. Pemuda berusia 25 tahun ini tak pernah absen berjualan pulsa dan buku sekolah setiap pergantian semester kala ini. Ia bekerja sama dengan pamannya yang kebetulan bekerja di sebuah toko buku besar untuk menjadi distributor dengan diskon sebesar 30% per buku. Hamzah menjual buku-buku itu pada teman dan kakak kelasnya dengan memberikan diskon 10%. Alhasil, ia mendapatkan 20% dari setiap buku yang berhasil ia jual dengan profit senilai Rp 950.000 per semester.

Baca juga : Pailit Karena Hutang, Dini Mouza Bangkit dari Nol

Namun, kesuksesan Hamzah tak selamanya mulus. Ia juga pernah mencoba peruntungan bisnis berjualan pulsa dengan salah satu temannya. Bisnis itu terpaksa harus gulung tikar karena omzet yang didapat sering kali dipakai tanpa sepengetahuan dan seizin Hamzah. Tetapi, pemuda satu ini tak putus asa. Ia berusaha bangkit setelah membaca beberapa buku pengembangan diri dan bisnis seperti Ciputra Way dan Quantum Leap. Dengan bermodalkan sisa tabungan yang ada di bank, Hamzah kembali berjualan pulsa. Beberapa bulan setelahnya, Hamzah membeli alat mesin pencetak pin karena melihat peluang bisnis di sekolahnya yang sering mengadakan sejumlah acara seperti pentas seni. Order yang ia terima pun cukup besar, tetapi lagi-lagi Hamzah harus menelan kekecewaan karena merugi akibat kurang menguasai teknik sehingga tak sedikit produk yang gagal cetak dan mesin rusak.

Bukan Hamzah Izzulhaq namanya jika terus-terusan terpuruk. Sembari menanti saat yang tepat untuk kembali bangkit, ia membaca beberapa buku biografi pengusaha sukses. Ia pun mendapat ide untuk berjualan snack di sekolah, seperti roti dan kue. Profit yang berhasil ia dapatkan lebih dari cukup yakni sebesar Rp 5.000.000.

Baca juga : Michael Jovan dan Cita-citanya Mensejahterakan Petani Indonesia

Satu kesempatan lain datang ketika ia baru menginjak kelas 2 SMA. Saat itu Hamzah sedang mengikuti seminar dan komunitas bisnis pelajar bertajuk Community of Motivator and Entrepreneur atau COME. Di sanalah, Hamzah bertemu dengan partner bisnisnya yang menawarkan kerjasama usaha franchise bimbingan belajar atau bimbel bernama Bintang Solusi Mandiri. Berbekal laporan keuangan salah satu cabang bimbel yang kebetulan ingin di take over dengan harga sekitar Rp 175.000.000, Hamzah pun memberanikan diri untuk menyetujui penawaran tersebut. Ia terpaksa meminta bantuan dari ayahnya karena hanya memiliki modal sebesar Rp 5.000.000  saja. Sang ayah pun memodalinya sebesar Rp 70.000.000, dan sisanya dicicil dari keuntungan tiap semester yang akan didapatkan.

hamzah izzulhaq
Lembaga Bimbel yang Mengubah Hidup Hamzah Izzulhaq

Melalui franchise bimbel itulah, Hamzah mengembangkan sayap bisnisnya. Keuntungan demi keuntungan pun diraup dan selalu diputar kembali untuk mengembangkan bisnis tersebut. Saat ini, Hamzah mampu meraih omzet hingga lebih dari Rp 300.000.000 per semester dengan nett profit sekitar Rp 180.000.000. Sungguh angka yang fantastis bukan?

Demian kisah Hamzah Izzulhaq meraih sukses di usia belia berkat kemandirian dan ketekunannya untuk meraih impian. Semoga kisahnya dapat menginspirasi Anda.