Bersyukurlah para wanita yang dilahirkan menjelang era millenial, karena diberikan kebebasan dalam menentukan pilihan untuk masa depannya. Jika jaman dulu wanita identik dengan istilah dapur, sumur, dan kasur. Maka saat ini hal tersebut sudah tidak berlaku lagi. Wanita jaman sekarang bisa mengaktualisasikan dirinya menjadi apapun yang diinginkan.

Banyak wanita yang bisa membuktikan bahwa kaumnya patut diperhitungkan. Menjadi presiden, polisi, politisi, bahkan sopir ojek pun sudah banyak yang berjenis kelamin wanita. Mereka dapat memberikan kontribusi sama baiknya dengan laki-laki. Wanita mandiri dan memiliki kepribadian yang baik akan berkilau seperti permata.

Adalah seorang Indari Mastuti yang ingin memajukan kaum wanita, seperti halnya Kartini pada jaman dahulu. Ia ingin wanita mandiri secara pribadi dan finansial. Oleh karena itu, ia mendirikan komunitas untuk menularkan ilmu dan semangatnya. Melalui komunitas yang didirikan pada tahun 2010 yang berinteraksi menggunakan Facebook Grup, Ibu dari dua orang putra ini berhasil menetaskan bibit-bibit unggul di dunia bisnis dan tulisan. Komunitas tersebut adalah IIDN (Ibu-ibu Doyan Nulis) dan IIDB (Ibu-ibu Doyan Bisnis).

Indari Mastuti
Komunitas yang dibentuk oleh Indari Mastuti

Melalui IIDN dan IIDB, wanita yang akrab dipanggil Teh Iin ini, berharap bahwa menjadi ibu rumah tangga bukan halangan untuk maju dan berkembang. Karena kebanyakan anggotanya adalah ibu rumah tangga. Komunitas ini diperuntukkan bagi wanita yang ingin belajar tanpa batas ruang dan waktu. Teh Iin rutin membagikan ilmu menulis dan berbisnis berdasarkan pengalaman pribadinya. Saat ini anggotanya telah mencapai puluhan ribu, IIDN hampir 20 ribu dan IIDB hampir 30 ribu.

Baca juga : Peluang Bisnis Lewat Blogging

Sejak kecil Teh Iin memang memiliki cita-cita menjadi seorang penulis. Sejak kelas 4 SD ia telah hobi menulis. Ketika remaja ia mulai menekuni dan mengembangkan bakatnya di bidang penulisan. Dibuktikan dengan munculnya tulisan perdananya pada tahun 1996 di Majalah Gadis. Kala itu ia mendapat honor menulis sebesar 150 ribu rupiah. Sejak saat itu ia berpikir bahwa menulis itu menghasilkan dan menjadi penulis memiliki masa depan yang baik.

Akhirnya pada 2004 buku pertamanya terbit dengan nama pena Bunda Nanit. Hingga saat ini sebanyak 61 buku telah ia tulis dan 10 biografi tokoh di Indonesia. Teh Iin mematahkan kepercayaan bahwa menjadi penulis itu bakal hidup susah dan menderita. Seperti orang tua dulu yang mengajarkan anak-anak mereka untuk tidak bercita-cita jadi penulis.

Baca juga : Menjadikan Hobi Sebagai Peluang Bisnis Online yang Menjanjikan

Indari Mastuti
Salah satu buku Biografi yang ditulis oleh Indari Mastuti

Banyak artikel dan buku yang telah ditulisnya, ia juga mendirikan perusahaan di bidang jasa kepenulisan pada tahun 2007. Awal mula bisnisnya adalah sebuah agensi naskah. Namun kini telah berkembang menjadi bisnis jasa copywriting dan personal branding. Bisnis kepenulisan yang dibangunnya, Indscript Corporation, bersama suami tercinta kini telah memasuki usia ke 10.

Indari Mastuti
Indari Mastuti dan salah satu karya tulisnya

Baca juga : Pentingnya Personal Branding Untuk Promosi Bisnis Online

Selain mengembangkan bisnis dan dua komunitasnya, wanita berzodiak Cancer yang ramah ini juga tercatat sebagai pengurus di Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) dan pengurus di Indonesia Marketing Association (IMA).

Berkat kegigihannya dalam menulis dan berbisnis membuatnya pantas mendapatkan berbagai perhargaan. Antara lain sebagai Perempuan Inspiratif Nova 2010, finalis Kusala Swadaya 2011, sebagai juara 2 Wirausaha Muda Mandiri tahun 2012, Perempuan Terinspiratif Indonesia versi majalah Kartini 2012, finalis Wanita Wirausaha Femina 2012, juara 3 Kartini Awards 2012, finalis Kartini Next Generation 2012, sebagai 100 Perempuan Pilihan Indonesia mengubah dengan Cinta SunLight 2013, juara 1 Sekar Womenpreneur 2012 dan Superwoman Indonesia 2014.