Pemilik e-commerce terbesar di China, Jack Ma mengajak generasi muda Indonesia yang akan memulai usaha, pengusaha UMKM hingga pengusaha besar untuk mengembangkan dan membangun bisnisnya. Hal ini berkaitan dengan peran Jack Ma sebagai penasihat untuk pemerintahan Indonesia pada pengembangan sektor e-commerce negara.

Strategi Jack Ma untuk membangun ekonomi digital di Indonesia, ia merencanakan untuk kemungkinan membuka sebuah lembaga untuk melatih para pengusaha teknologi atau bisa diartikan seperti sekolah techpreneur di negara ini. Berkenaan dengan hal tersebut, Jack Ma tidak menjelaskan kembali secara terperinci.

Ma juga mengatakan bahwa penting bagi Indonesia untuk menginventasikan Sumber Daya Manusia (SDM) karena “only when people improve, when people’s mind change, when people’s skills improve, then we can enter the digital period”.

rencana jack ma bangun sekolah techpreneur
Pada gelaran IMF kemarin Jack Ma membahas banyak hal mengenai sektor bisnis digital di Indonesia, salah satunya adalah niatan beliau untuk membangun Sekolah Techpreneur di Indonesia

Menurut Ma, Indonesia masih kekurangan insinyur teknologi yang terlatih. Maka, Alibaba akan melakukan pelatihan pada developer dan engineer di bidang cloud computing untuk membantu Indonesia lebih mengerti digital. Selain itu, Ma juga menambahkan bahwa perusahaannya akan melanjutkan investasi di Indonesia, yang akan membantu pertumbuhan bisnis lokal juga.

Baca Juga: Jack Ma Tidak Mengundurkan Diri, Hanya Ingin Transisi di Alibaba

“Tidak hanya pada e-commerce, tetapi juga cloud computing, sektor logistik, serta infrastruktur lainnya”, kata Ma pada acara pertemuan International Monetary Fund dan Bank Dunia.

Berdasarakan data dari McKinsey yang dirilis pada 30 Agustus lalu mengestimasikan bahwa nilai pasar e-commerce Indonesia akan melonjak setidaknya hingga $55 miliar pada tahun 2022 dari $8 miliar pada tahun 2017.

Ma berkata pada sebuah diskusi panel IMF dan Bank Dunia bahwa “internet dirancang untuk negara-negara berkembang”, dengan “peluang besar juga di Afrika”.

Jadi, bagaimana menurut anda mengenai rencana Jack Ma untuk membangun sekolah Techpreneur tersebut? apakah hal tersebut memang solusi yang dibutuhkan Indonesia saat ini, mengingat hampir minim sekali sebuah sarana belajar teknologi digital yang ada di Indonesia ini.

Jika pun akhirnya niatan tersebut terlaksana, semoga Sekolah Techpreneur yang didirikan oleh Jack Ma dapat diakses oleh banyak kalangan yang ada di Indonesia.