Menjadi seorang pebisnis startup di dunia digital seperti saat ini pasti akan banyak muncul tantangan besar yang selalu menghampiri setiap saat. Dunia digital selalu mengalami perkembangan yang sangat pesat, itulah mengapa pebisnis di bidang ini membutuhkan mental dan juga motivasi yang luar biasa besar untuk selalu mengikuti perkembangan dan juga perubahan yang terjadi.

Berbagai kendala sangat mungkin dialami oleh para pebisnis startup, terutama mereka yang memiliki tingkat persaingan yang sangat tinggi. Hal serupa juga dialami oleh Jason Lamuda, pendiri Berrybenka yang sukses menjalankan bisnisnya hingga dapat bertahan dan berkembang dengan pesat seperti sekarang ini.

Di balik kesuksesan Berrybenka itu, ada sosok Jason Lamuda yang membesarkan. Jason mengawali bisnis Berrybenka dari garasi rumah tahun 2012. “Waktu itu kami masih sewa ruangan di rumah orang di kawasan Green Garden, Jakarta Barat. Kami cuma bertiga memulai usaha rumahan itu dengan modal Rp100 juta – 200 juta,” kenang Jason Lamuda, Founder dan CEO PT Berrybenka.

Baca juga : Mulai Usaha Sebaiknya Berangkat dari Problem, Ini Kata Founder Tiket.com Agar Startup Bisa Sukses!!!

berrybenka
Awali bisnis dari garasi rumah, kini jason lamuda sukses kibarkan berrybenka dan hijabenka.

Sebagai seorang pebisnis yang sukses, Jason Lamuda bahkan tidak mengawali karirnya dari perusahaan yang didirikannya sendiri. Pria yang menamatkan gelar masternya di Columbia University untuk jurusan Financial Engineering ini, justru mengawali karirnya di McKinsey & Company sejak bulan Agustus 2008. Bekerja sebagai Business Analyst selama 2 tahun, Jason akhirnya keluar dari McKinsey & Company dan memutuskan untuk memulai bisnisnya di bidang digital yaitu mendirikan berrybenka yang ia mulai dari nol.

Diakui Jason, pada awalnya kegiatannya di dunia startup itu sempat dilarang orangtua. Namun, pria kelahiran Jakarta, 30 September 1986 ini mampu meyakinkan orangtuanya. Di tangan Jason, Berrybenka bukan hanya menyasar pada sektor yang itu-itu saja, namun bisnis ini berkembang dan memiliki kemampuan bertumbuh semakin baik setiap harinya. Bukan hanya itu saja, Jason juga memperluas jangkauan pasar Berrybenka dengan cara menyediakan beragam kategori produk yang lebih variatif, seperti: make-up, kecantikan, dan bahkan beberapa apparel olah raga. Hal ini tentu akan menjadi sebuah nilai jual Berrybenka di tengah-tengah ketatnya persaingan di antara bisnis online yang berkembang di Indonesia.

Dalam perkembangannya, setelah bisnis Berrybenka Group berkembang, Jason mengajak teman lamanya saat sama-sama kuliah di Amerika Serikat untuk bergabung, yaitu Danu Wicaksana yang kini dipercaya sebagai orang nomor dua di perusahaan startup tersebut.

Baca juga : William Tanuwijaya, Sosok Dibalik Kejayaan Tokopedia

Jason Lamuda bukanlah orang yang hanya menunggu dan membiarkan bisnisnya jalan di tempat, dia membidik pasar baru lainnya yang dianggap memiliki potensi yang baik di dalam mendatangkan angka penjualan. Perkembangan Berrybenka dapat dilihat dari kelahiran Hijabenka yang secara khusus membidik pasar busana muslim untuk para kaum muda, ini tentu menjadi pangsa pasar yang unik dan menjanjikan, sebab jarang sekali orang membidik peluang tersebut di dalam bisnis mereka.

berrybenka
hijabenka.com

Sama dengan Berrybenka, Hijabenka juga memiliki kemampuan untuk bisa bertahan dengan baik di dalam ketatnya persaingan yang ada. Kehadirannya bahkan dapat menjadi jawaban atas tingginya kebutuhan akan produk tersebut di pasaran. Tidak hanya sampai di sana, Jason juga membidik pasar fashion pria sebagai lahan bisnis yang baru. Laki-laki ini berharap, sejumlah produk yang dijual di sana dapat memenuhi kebutuhan fashion para pria yang selalu ingin tampil dengan maksimal di semua kesempatan.

Baginya, bisnis digital bukanlah sebuah kondisi nyaman yang selalu tenang, namun justru bisnis ini memiliki sejumlah tantangan besar, termasuk kondisi keuangan yang tidak selalu stabil. Jason menggambarkan bisnisnya sebagai sebuah roller coaster, di mana semua bisa berubah naik turun sesuai dengan kondisi pasar yang berjalan. Untuk itu, akan selalu dibutuhkan sebuah tim yang solid untuk dapat melalui berbagai tantangan dan juga hambatan yang terjadi tersebut.

Baca juga : Kesuksesan Aria Rajasa Dalam Bisnis Clothing Anak Muda

Jason percaya dengan suasana lingkungan yang menyenangkan perusahaan akan mudah berkembang, terutama karena kondisi naik turun sebuah startup yang cepat dan bisa menimbulkan kelelahan mental. Maka dari itu menciptakan lingkungan kerja yang nyaman akan membuat produktivitas kerja para karyawan jauh lebih baik.