Andi Kurniaty Mangga Barani yang diakrab dengan panggilan Nuny adalah salah satu pemilik Instagram Business, Kanva. Nuny, seorang ibu rumah tangga dengan kesibukan mengurus dua orang anak dan keinginan untuk tetap berkarya.  Nuny pun mulai mencari hobi atau kesukaan pada dirinya.

 

Q: Bagaimana awal mula Kanva dibuat?

Kanva sudah berjalan sejak tahun 2015 yang fokus pada produk home décor. Pada awal bisnisnya Kanva mencoba mencari apa yang banyak diminati orang dan kemudian mulailah dengan custom produk. Setelah itu, Kanva berkmebang dengan memproduksi wall décor, seperti frame, dan kanvas print dengan berbagai quotes.

 

Q: Media apa yang digunakan Kanva untuk menjual hasil produksi?

Media awal yang digunakan untuk mem-publishpostingan oleh Kanva ialah Instagram. Mulai dari sana Kanva terus berkembang, peminat pun terus meningkat. Akhirnya, Kanva pun mulai menginvestasikan ke web store.

Setelah menggunakan di web store,Kanva menghadirkan jenis-jenis produk baru. Karpet, tempat perhiasan, dan bantal menjadi produk yang dikembangkan. Tetapi Kanva tetap fokus pada produk utamanya yaitu home décor.

“Jadi, saya berusaha menyeimbangkan untuk tetap mengurusi anak dan mengembangkan passion” kata Nuny seroang ibu dan pebisnis.

 

Q: Apa motivasi lain dari Nuny selain memiliki passion untuk berbisnis?

Motivasi lain dari Nuny untuk tetap berkarya adalah visi dan misi sendiri dari Kanva. Visi dan misi Kanva adalah ingin semua rumah memiliki produk Kanva, baik itu yang customatau produk siap jual. Selain itu produk Kanva ini ingin dilihat dan memiliki “sense of home”, karena produk Kanva dimulai dari rumah.

 

Q: Apakah Kanva melakukan produksi sendiri?

Kanva melakukan partnership dengan beberapa vendor dan craftmanshipyang memang dimulai dari bahan mentah. Hal ini sesuai dengan tujuan Kanva sendiri karena ingin dikenal dengan brand lokal. Karena persaingan home décor sendiri bersaing dengan pasar luar, yang memiliki harga lebih murah dibandingkan Kanva dan memilki store-store besar.

Namun, dengan persaingan itu justru membuat Kanva untuk tetap konsisten dan sesuai dengan idealisme dari Kanva.

“Ingin mengembangkan produk lokal dengan kualitas yang bagus dan mampu bersaing dengan produk luar, serta memberdayakan pengrajin dalam negeri, yang mana hal ini juga akan membantu meningkatkan ekonomi dalam negeri”, kata Nuny.

Kanva

Baca juga: Mohan Hazian, Sosok dibalik Brand anak muda Thanksinsomnia

Q: Apakah Nuny pernah memiliki ekspektasi untuk mengembangkan Kanva lebih besar?

Memulai sebuah usaha pasti punya keingingan untuk membesarkan usahanya.

Struggle in the middle, startpunya usaha sendiri pasti upsand downs-nya banyak, tapi dari situ kita perlu fightingsama sendiri”, tambah Nuny saat diwawancara.

Nuny pun menambahkan, mengurus anak dan rumah tangganya juga menjadi salah satu kesibukannya selain berbisnis. Maka, berbagi waktu antara keluarga dan bisnis sangat penting.

Mengurus keluarga juga bukan menjadi hambatan Nuny untuk berkarya dan berbisnis. Keinginan Nuny dan Kanvanya untuk dijadikan hadiah, dekorasi rumah, dekorasi kantor, bahkan hotel yang dapat menciptakan suasana feels like homedan cantik.

 

Q: Apa hambatan yang pernah dialami oleh Kanva?

Bagi Nuny hambatan yang dirasakan brandnya selama berjalan 3 tahun ini, ialah mencari resource yang sesuai dengan visi dan misi Kanva. Terkadang ada yang sudah memiliki passion tapi tidak sesuai dengan visi dan misi.

Kemudian, penjualan juga menjadi salah satu hambatannya. Karena menurutnya pada bisnis online, khususnya penjualan bisa saja tidak terjadi dalam waktu satu hari bahkan satu minggu. Hal seperti inilah yang menuntut nuny untuk memutar otak agar bisa tetap terus berjalan, konsisten, dan tidak menyerah begitu saja.

 

Q: Apa keunggulan Kanva dibandingkan dengan produk lainnya?

 Dibalik hambatan-hambatannya, Kanva juga tetap memiliki keunggulan. Seperti produk yang dapat di-custom sesuai pesanan, kuantitas yang tidak dibatasi, bahkan memproduksi produk yang tidak akan dimiliki oleh orang lain menjadi keunggulan yang ditawarkan Kanva.

Selain itu, Kanva juga dapat membantu konsumennya untuk mendesainkan produk sesuai keinginan. Hal ini juga menjadikan Kanva menjadi bisnis yang dinamis tetapi tetap fokus pada home décor. Sehingga kepuasan konsumen dapat menjadii kunci Kanva untuk menjadi pilihan kembali dari konsumennya.

 

Q: Bagaimana Nuny melihat media sosial Instagram dengan bisnisnya?

Followers pada sebuah akun bisnis juga menjadi salah satu perhatian. Hal ini karena dapat menentukan apakah bisnis yang dijalankan tersebut kredibilitas atau tidak, followers nya apakah dibeli atau memang sesungguhnya.

Memperhatikan feeddari instagram juga menjadi salah satu faktor untuk menentukan keputusan pembelian. Selain itu juga, customer service, kualitas produk, dan hal-hal lainnya juga menjadi perhatian Kanva untuk mengelola media Instagram.

Berbicara soal feed pada Instagram, Kanva memiliki pengelolaan yang baik. Nuny juga mengatakan untuk menciptakan sebuah feed yang menarik, kembali lagi pada brand identity sebuah produk. Seperti halnya Kanva, ia memilih tema yang minimalis, clean, dan white. Hal ini yang diusahakan Kanva agar tetap konsisten pada feed instagram bagaimana pun jenis produknya.

 

Q: Adakah rencana Kanva untuk mengekspansi bisnisnya ke internasional?

 Keinginan Kanva untuk mencapai internasional tentu menjadi salah satu harapannya. Tetapi, Nuny mengatakan bahwa perlu persiapan yang benar-benar matang untuk menuju tahap internasional. Selain itu, alasannya untuk menunda sementara waktu melebarkan bisnisnya, Kanva sedang fokus pada proses new line of product yang akan diluncurkan pada tahun depan.

 

Q: Bagaimana perbandingan penjualan antara Instagram dengan web store?

Karena bisnis Kanva merupakan one-on-onecustomer, jadi lebih banyak menggunakan Instagram, khususnya custom product. Sedangkan untuk barang ready stockjuga, beberapa konsumen langsung menggunakan web store.

 

Q: Apakah ada pesan atau motivasi buat teman-teman entrepreneur lainnya?

Lakukan eksekusi pada ide-ide bisnis yang sudah ada. Kemudian lakukan briefpada ide bisnis dan lakukan trial error. Kemudian, selalu up-to-datepada tren pasar bisnis anda dan tetap fokus pada visi misi utama, brand identitypada brandanda. Keep goingpada bisnis anda yangstuckdan mencoba mendengar keinginan dari konsumen anda. Hal ini menurut Nuny juga akan memberikan inovasi-inovasi pada produk bisnis.