Tokopedia, Shopee, Lazada atau Toko online anda sendiri?

Setelah anda menghabiskan waktu untuk research produk. Telah menemukan apa yang ingin anda jual, lalu apa langkah selanjutnya? Dimana anda harus menjual produk anda?

Banyaknya Marketplace Online memang memudahkan kita untuk menjual produk, tapi apakah kita akan terus bergantung pada pihak ketiga tersebut untuk perkembangan dan sustainability dari brand kita di masa mendatang?

Sekarang kita akan melihat keunggulan dan kekurangan marketplace dan web stores/toko online. Semoga setelah membaca artikel ini, anda akan tahu dimana sebaiknya mulai memutar roda bisnis online anda-atau dimana anda seharusnya mengubah fokus jika anda menjual pada tempat yang salah.

Kelebihan dan Kekurangan Marketplace

Tokopedia, Shopee, Lazada dan mungkin di sektor servis seperti Freelancer, Fiverer dan bahkan Go-Jek juga bisa dimasukan. Apa persamaan mereka? Mereka adalah penengah. Mereka membawa produk dan jasa anda ke depan mata orang-orang yang mencarinya.

5 Kelebihan berjualan di Marketplace

  • Sedikit Modal. Jika anda membangun Toko Online anda sendiri, anda akan membutuhkan lebih banyak sumber daya-Uang dan Waktu. Contohnya, Paket Plan Shopify termurah akan menghabiskan sekitar $384 (Lebih dari 5 juta untuk koversi sekarang) per tahun, belum lagi investment pada Desain Grafik, Branding, setup website nya, nama domain, dan lainnya. Dan hal tersebut bukan faktor penghalang jika anda menggunakan Lazada atau Tokopedia.
  • Audience yang lebih Engage. Dalam hal rantai pembelian Customer, audiens marketplace bisa dibilang melewati fase awarness. Mereka sudah sadar bahwa mereka menginginkan suatu produk tertentu.Para pembeli di marketplace berada dalam tahap Consideration dan Intent dalam Buying Cycle (rantai pembelian). Mereka sudah menyiapkan uang dan akan menggunakannya, seringkali secara impulsive.
  • Pendekatan yang Sederhana. Tokopedia mempunyai interface yang sederhana dan memudahkan anda untuk mulai menjual produk anda secara online. Shopee juga mempunyai fitur gratis ongkir dan membuat pengiriman jadi lebih mudah. Fitur-fitur tersebut membuat peran anda sebagai seller menjadi lebih mudah.
  • Trust. Saat orang-orang membeli produk anda dari Lazada, jarang sekali mereka memang berniat membeli dari anda. Mereka membeli dari anda karena anda berada dibawah nama Lazada-secara harfiah, dengan header Lazada. Dengan header tersebut munculah kepercayaan bahwa pembeli tidak akan ditipu. Jika mereka ditipu, mereka mempunyai kepercayaan dengan protokol Lazada untuk mengembalikan uang mereka.
  • SERP & SEO friendly. (SERP singkatan dari ‘Search Engine Result Page’). Marketplace yang kita kenal merupakan situs yang sangat mapan dan mempunyai otoritas yang bagus, jadi tentu saja rangking mereka dengan kata kunci yang populer akan sangat bagus. Hal ini memungkinkan produk anda akan lebih mudah dilihat jika seseorang mencari dengan kata kunci yang berhubungan dengan produk anda.

    Ranking marketplace yang sangat baik memungkinkan produk anda mudah ditemukan
    Ranking marketplace yang sangat baik memungkinkan produk anda mudah ditemukan

Baca juga : Kiat-kiat Membangun Mental Bisnis Yang Kuat

5 Hambatan saat Berjualan di Marketplace

  • Kompetisi yang kejam. Seorang pembeli mungkin menemui apa yang kamu jual tepat disamping item yang juga sama dengan punya anda. Tokopedia dapat jadi contoh dari betapa orang-orang mebanjiri marketplace. Pencarian sederhana untuk barang seperti aksesoris atau pakaian akan menunjukan bagaimana kompetitfnya kata-kata kunci tersebut. Hal ini juga berlaku untuk produk-produk elektronik di Lazada atau yang lainnya. Memang kita bisa stand-out diramainya marketplace, tapi membutuhkan waktu dan juga dana untuk melakukannya.
  • Biaya dan Perang Harga. Memang marketplace yang ada sekarang ‘masih’ gratis, tapi lihat bagaimana padatnya marketplace saat ini, dan hal itu juga akan terus berkembang seiring berjalannya waktu. Maka Marketplace sekarang pun sudah memberikan fitur iklan dan push product, dimana kita bisa mendorong produk kita agar tampil dan terlihat user saat melakukan pencarian yang terkait dengan produk kita. Dengan ini munkin kita sedikit memotong margin keuntungan karena dikurangi biaya iklan. Namun iklan kita mungkin saja tidak akan berlangsung lama, jika kompetitor/seller lain yang menjual barang serupa mulai melakukan perang harga. Dengan adanya perang harga maka sangat sulit sekali produk kita akan berkompetisi di Marketplace tanpa memotong margin lebih sedikit lagi.
  • Kehilangan Akuisisi Customer. Semua transaksi penjualan anda adalah milik marketplace, bukan anda sendiri. Karena itu, anda akan sangat sulit untuk menambahkan mereka ke dalam mailing list anda, anda tidak mendapatkan Facebook Pixel mereka, dan anda tidak bisa melakukan upsell dengan produk anda sendiri agar mereka menambah keranjang belanjaan mereka. Dan di era sekarang ini dimana Brand Loyalty adalah segalanya, hal ini merupakan suatu kemunduran. Ingat juga, bahwa marketplace dapat memilih untuk menutup toko anda kapanpun, tidak ada warning, tak ada kompensasi.
  • Branding dan Sales Experience. Seperti yang sudah disebutkan, anda tak memiliki penjualan anda di Marketplace. Selain itu, kebanyakan marketplace cukup restriktif tentang bagaimana anda dapat melakukan branding di toko anda. Seringkali, anda dapat memberi nama toko anda, lalu gambar header image atau thumbnail, dan mungkin juga ada yang menaruh ‘latest news’ area. Hal ini sebagian besar dikarenakan faktor “trust”. Marketplace sangat membatasi user dalam melakukan branding dan mengontrol sales experience agar seperti penjualan di Marketplace.
  • Not Truly ‘Global’. Apalagi untuk marketplace Indonesia, mungkin beberapa marketplace sudah menjangkau pasar Asia Tenggara. Namun kita juga sangat akan bergantung pada bagaimana marketplace itu perform di suatu negara tertentu. Jika produk anda berpotensi akan pasar global, maka jika anda berjualan di marketplace maka akan membatasi hal tersebut.

Kesimpulan Marketplace

  • Investasi kecil di depan yang berarti bahwa ini adalah tempat yang bagus untuk memvalidasi sebuah Ide karena audience di Marketplace memang sudah dalam kondisi engagement yang tinggi.
  • Sederhana nya marketplace memudahkan bagi mereka yang masih gaptek untuk dapat merasakan berjualan di E-commerce.
  • Seiring berkembangnya brand dan inventory anda, batasan-batasan dan biaya dapat membuat pertumbuhan dan profit anda semakin sulit.

Baca juga : Langkah Mudah Memulai Bisnis Online Sebagai Dropshipper

 

Kelebihan dan Kekurangan Web Stores / Toko Online

Web Store merupakan sebuah website yang menampilkan produk anda dan para pengunjung juga dapat langsung menambahkan produk ke cart dan membelinya. Dengan sebuah webstore yang dikhususkan untuk brand anda, anda dapat mengendalikan semuanya- jadi lebih baik atau lebih buruk.

5 Keunggulan Web Stores

  • Control pada Branding, Educarion dan Experience. Anda memiliki web store berarti anda memiliki semuanya. Anda mengontrol layout, desain, navigasi, dan sebagainya. Ingin membuat customer melakukan Journey dan menemukan brand anda dengan cara tertentu? Anda bisa melakukannya. Seorang entrepreneur yang menjual produk unik baru dapat menggunakan website untuk mengedukasi juga.

    Tampilan branding seperti Needlelogy ini yang akan sulit anda dapatkan Jika berjualan Hanya di Marketplace
    Tampilan branding seperti Needlelogy ini yang akan sulit anda dapatkan Jika berjualan Hanya di Marketplace
  • Acces ke data customer. Dengan website anda sendiri, Email-email yang terdaftar adalah milik anda yang bisa anda tambahkan dalam mailing lists. Dan katakan Hallo kepada Email Marketing. Tergantung pada platform apa yang anda gunakan, anda juga dapat mengakses purchase history, average cart spend dan banyak lagi data yang dapat digunakan untuk membangun fan base yang loyal untuk produk anda.
  • Pulang dengan Lebih Banyak Revenue. Tak adanya listing dan fee penjualan berarti lebih banyak uang yang akan masuk ke kantong anda. Fee bulanan untuk platform dan juga fee untuk beberapa payment gateways mungkin akan menjadi ongkos anda. Webstore membutuhkan keuletan, namun anda mengantongi semua keuntungannya.
  • Marketing yang lebih efisien. Menggunakan Facebook Ads atau Google Adwords dengan web store sendiri adalah kombinasi yang sangat potensial. Mengunakan iklan berbayar untuk mendatangkan traffic ke marketplace, (dimana pembeli seringkali harus membuat akun) adalah pemborosan, apalagi jika anda sudah membayar biaya listing dan fee penjualan.
  • Future proof. Mereka yang berusia 18-26 tahun lebih condong untuk membeli di online retailer independent- sebuah trend yang akan terus berlanjut. Seller dengan produk yang unik perlu untuk membuat pengalaman berbelanja yang memorable dan brand yang trustworthy untuk membuat follower yang loyal. Gunakan lah web store yang customizable untuk menyajikan cerita yang mengena dan kuat.

Baca Juga : Trik Ampuh Membuka Toko Online di Instagram

4 Kekurangan Web Store

  • Membutuhkan banyak Set up. Membuat web store anda sendiri membutuhkan banyak waktu. Gambar-gambar, branding, terms & conditions, dll. Memang mudah dan Cepat untuk membuat web store yang bagus, tapi memakan banyak waktu lagi untuk membuat web store yang lain daripada yang lain. Tidak ada yang mudah untuk sesuatu yang hebat!
  • Payment Gateways. Kepercayaan sangatlah penting untuk sebuah brand, terutama untuk urusan bagaiman customer anda akan membayar- mungkin saat ini metode yang paling dipercaya dan berlaku secara internasional adalah PayPal, Stripe dan Braintree. Namun jika produk anda bermain di sektor lokal akan ada banyak calon pembeli yang kurang familiar dengan beberapa metode diatas, mungkin anda bisa mengakalinya dengan mengedukasi mereka tentang Escrow atau Rekber. Selain keamanan, kenyamanan juga dibutuhkan saat ini pembayaran yang paling populer adalah dengan credit card, tapi jika ingin menjangkau yang lebih luas lagi pembayaran melalui gerai minimarket (alfamart/indomaret) bisa juga jadi pilihan. Tapi tentu saja hal ini butuh penyesuaian yang juga tidak mudah untuk web store anda.
  • Pemasaran manual. Jika marketplace mempunyai sistem marketing ‘otomatis’, penjualan pada web store anda akan sangat bergantung pada bagaimana anda melakukan iklan. Influencer dan content marketing begitu juga dengan SEO adalah teknik yang bagus untuk melakukan marketing gratis tapi membutuhkan waktu yang tidak sedikit untuk melakukannya. Kerumitan Facebook Ads atau Google Adwords bisa sedikit menyulitkan di awal, namun dua hal tersebut penting untuk mendatangkan traffic di Toko Online anda.
  • Tetap up to date. Dalam 18 bulan terakhir saja, Industri Ecommerce melihat live chat yang awalnya hanya sebagai pelengkap hingga menjadi fitur yang penting dan wajib dimiliki. Video produk juga mulai menjadi populer dan user yang didapat dari konten juga sudah menjadi hal yang penting untuk faktor Trust. Hal-hal seperti ini lah yang harus secara proaktif anda ikuti dan terapkan di Toko Online anda untuk dapat terus mendapatkan kepercayaan dari para pembeli.

Kesimpulan Web Store

  • Web store milik sendiri memberikan anda Kontrol untuk segalanya. Hal ini menimbulkan kerumitan tapi juga dapat meningkatkan kemampuan branding anda.
  • Data Customer berarti anda dapat membangun fan base yang loyal ke produk anda dan memberikan apa yang mereka inginkan.
  • Email marketing juga menjadi milik anda sepenuhnya, anda dapat menggunakanya untuk semakin memperkuat penjualan dan memelihara customer loyal anda.
  • Meskipun digital marketing tidak mudah, tapi anda bisa lebih mengatur pengeluaran marketing lebih terfokus dengan web anda sendiri, anda bisa menentukan mana channel marketing yang lebih cocok untuk produk anda dan lebih fokus terhadap channel tersebut.

Baca juga : 4 Ide Bisnis Kekinian untuk Para Generasi Millennial

 

Kenapa Tidak menggunakan KEDUA-nya saja???

Tidak ada aturan yang mengharuskan anda hanya menggunakan satu metode penjualan saja. Bahkan anda sekarang sudah ahrus memikirkan pendekatan multichannel. Anda dapat menggunakan seluruh keunggulan dari channel-channel yang anda masuki, dan menjadikan produk anda dapat dilihat oleh lebih banyak orang lagi. Jika jaring anda lebih besar, anda juga akan menangkap lebih banyak ikan bukan.

Penggunaan yang sinergis antara marketplace dan Web store malah semakin memudahkan customer anda sebagai contoh; Jika anda membutuhkan lebih banyak customer data anda dapat menggunakan Marketplace sebagai tempat promosi, namun anda dapat memberikan voucher diskon yang hanya bisa digunakan di Web store anda. Atau, ini cara yang juga sedang populer di Indonesia, dimana marketplace-marketplace di Indonesia sering menawarkan fitur cicilan 0%, hal tersebut dapat anda manfaatkan untuk anda yang menjual produk yang lebih premium, dan membiarkan buyer anda melakukan pembelian melalui marketplace dan mendapatkan fitur cicilan tersebut.

Maka bukan hal yang tabu jika anda harus menggunakan kedua channel tersebut, malah pada masa sekarang ini bahkan seharusnya anda sudah harus memikirkan bagaimana anda bisa memiliki keduanya. Jika anda sekarang hanya berjualan di Marketplace, maka mulailah untuk membangun brand anda sendiri dengan membuat sebuah Web Store. Jika anda masih bingung bagaimana membuat Web Store dan apa saja yang perlu disiapkan, sekarang ada yang namanya Easystore, mereka mempunyai platform yang memudahkan pengguna untuk membuat Toko Online secara instan, tidak terlalu ribet dan semuanya siap untuk digunakan menjual produk anda secara langsung.

marketplaces vs toko online
EasyStore

Lalu jika anda sudah mempunyai Web Store sendiri dan ingin meningkatkan penjualan dan menjangkau marketplace-marketplace mungkin anda bisa melihat-lihat ke Asia Commerce Network, pada dasarnya mereka adalah spesialis dari pengadaan barang, namun karena disana berkumpul para penggiat Ecommerce anda juga dapat berkesempatan untuk belajar melalui workshopnya, dan kabarnya mereka juga akan segera meluncurkan Multichannel Platform dimana anda bisa memanage seluruh marketplace-marketplace yang anda masuki (termasuk web site anda tentu saja) dalam satu platform.

Jadi jika anda malah sudah menjalankan kedua channel yang kita bahas ini, maka anda berada di tempat yang tepat. Dan semoga anda bisa semakin mengembangkan bisnis anda dengan menjadi pembaca DigitalEntrepreneur.ID ini, karena ingat ilmu Ecommerce dan Digital Business akan semakin berkembang seiring berjalannya waktu, dan DEID siap untuk memberikan anda wawasan akan perkembangan tersebut, So, Always Be Ready for Growth!!