Saya membaca sebuah blog menarik di LinkedIn yang ditulis oleh Ridi Fe mengenai opini nya tentang “Tempat Kerja yang Membahagiakan Hanya Mitos”. Mungkin angan-angan ini juga terdapat pada kita semua baik sebagai Digital Entrepreneurs, karyawan, maupun mantan Karyawan. Sebagai entrepreneur nantinya kita juga akan mempunyai pegawai atau paling tidak anggota team jika memang anda ingin menyebutnya seperti itu, dan ada saatnya kita akan berada dalam satu atap untuk bekerja mengerjakan daily routines, atau mencoba memecahkan suatu masalah yang dihadapi bisnis kita nantinya. Maka goal untuk menciptakan Lingkungan Kerja yang membahagiakan Karyawan pun menjadi concern tersendiri bagi leader agar produktivitas dan  sepak terjang bisnis kita berjalan lancar.

Jika kita melihat dari opini Ridi Fe, mungkin kita juga berpikir bahwa cukup mustahil menciptakan lingkungan kerja yang bisa membahagiakan semua orang, karena dalam blog tersebut dijelaskan bahwa perasaan Bahagia ada pada dalam diri seseorang dan melekat di pribadi bukan tempat. Maka lingkungan kerja hanyalah menjadi salah satu faktor eksternal yang meng-amplify sebuah kebahagiaan pribadi. Dan saya cukup setuju dengan pernyataan-pernyataan tersebut. Selanjutnya ia menyebutkan teori kebahagiaan pribadi yang terangkum pada Maslow’s hierarchy of needs, yang memberikan 5 kebutuhan dasar untuk mengidentifikasi terpenuhinya kebahagiaan pribadi seseorang.

  1. Kebutuhan Fisik meliputi makan, minum, pakaian tempat tinggal bahkan saat ini seperti kuota internet. Hal ini sudah jelas dibutuhkan talent anda, dan tak mungkin mereka bisa bahagia jika kebutuhan fisik ini tidak terpenuhi. Mungkin hal seperti ini tidak berpengaruh bagi perusahaan yang sudah besar, namun bagaimana jika kita adalah sebuah start up atau perusahaan yang baru mulai?
  2. Safety Need, uniknya disini Ridi Fe tidak hanya menyebutkan Safety Need hanya sebagai Jaminan keselamatan kerja, tetapi juga jaminan bisa makan besok, jaminan bisa ambil cuti, jaminan karir sebagai pegawai tetap, jaminan bisa pulang kampung, dan jaminan bisa menyekolahkan anaknya. Saya rasa masuk akal, terlepas hampir mirip dengan kebutuhan fisik, ‘keselamatan’ yang dimaksud di sini seperti kebutuhan batin yang terjamin untuk talent anda.

Baca juga : 5 Jenis Musik yang Bisa meningkatkan Produktivitas

  1. Social Belonging, bagi talent yang menghabiskan hampir separuh hidupnya di tempat kerja hal ini pun menjadi concern yang sangat penting. Suasana di sekitar saya sepertinya dapat membuktikan hal ini juga. Jika Ridi Fe menyebut sahabatnya yang berubah drastis dari yang awalnya murung hingga akhirnya menjadi lebih lively dikarenakan ada partner kerja baru yang mendukungnya, hal tersebut juga terjadi beberapa rekan kerja saya. Ada yang mengalami situasi serupa, ada juga yang mengalami situasi sebaliknya, karena ditinggal rekan kerjanya ia menjadi lebih murung. Karena manusia merupakan makhluk sosial sepertinya faktor yang satu ini memang tak dapat dilepaskan untuk mempengaruhi kebahagiaan seseorang.
Kolaborasi Tim Sebagai Cara untuk mendapatkan Social Belonging
Berbagai karakter di lingkungan kerja
  1. Esteem atau keinginan untuk lebih dihargai, sudah seyogyanya manusia ingin dihargai, dalam dunia kerja mungkin beberapa penghargaan yang bisa didapatkan oleh seorang talent adalah diajak ngobrol, diketahui keberadaannya, dan dilibatkan dalam sebuah pekerjaan. Selain itu mungkin penghargaan dari hasil kerja, pencapaian dan segala hal yang menghargai eksistensinya.
  2. Aktualisasi Diri, mungkin yang satu ini yang merupakan ultimate poin bagi penentu kebahagiaan seseorang. Setelah mendapatkan keempat poin diatas dan ternyata orang tersebut masih merasa tidak bahagia, maka hanya point ini yang bisa menjawabnya. Mungkin untuk merealisasikan point ini tidak mudah bagi sebuah perusahaan apalagi start-up yang baru memulai perjalanan bahteranya. Aktualisasi diri yang dimaksud disini merupakan potensi atau keinginan terbesar dalam hidup talent anda. Ridi Fe mencontohkan melalui seorang temannya yang mempunyai perusahaan di daerah Papua dan memfasilitasi aktualisasi setiap talentnya dengan cara seperti memberi kesempatan Umroh bagi talent nya yang rajin beragama, lalu memfasilitasi talent yang suka bola dengan memberi waktu khusus bahkan difasilitasi menonton liga tersebut. Memang bukan urusan mudah bagi perusahaan untuk memberikan fasilitas aktualisasi diri kepada talentnya, namun jika talent tersebut dirasa layak, mungkin akan ada orang-orang seperti Melinda Gates atau Satya Nadella yang terbukti Aktualisasi diri mereka bermanfaat untuk banyak orang.

Baca juga : Belajar dari Go-Jek! 3 Cara Mengembangkan Usaha di Era Digital

Jika sudah melihat 5 poin diatas apakah anda merasa masih begitu berat untuk membuat lingkungan kerja yang membahagiakan talent anda? Karena sejatinya kebahagiaan direfleksikan terhadap pribadi masing-masing maka dengan 5 faktor diatas saya rasa bukanlah hal yang mustahil untuk membuat lingkungan kerja yang membuat karyawan anda bahagia. Saran berikut dapat membantu anda para pemilik perusahaan atau start up untuk mempersiapkan atau merubah perusahaan anda menjadi lingkungan kerja yang membahagiakan bagi para karyawan.

Bangun Komunikasi Yang Baik dengan Para Talent

Seperti dasarnya kebahagiaan tadi, bahwa sebenarnya kebahagiaan tergantung pada diri masing-masing maka anda juga perlu tahu apa yang sebenarnya perlu dan dibutuhkan oleh para talent anda. Dengan komunikasi yang baik ini, anda dapat saja memecahkan problem yang didasari semua faktor diatas. Lalu langkah apa untuk mewujudkan komunikasi yang baik. Mungkin bagi perusahaan yang sudah sangat besar dengan ratusan karyawan cukup susah untuk menjalin komunikasi satu per satu dengan mereka. Tapi hal tersebut bukan alasan untuk tidak menjalin komunikasi yang baik bukan?

Jika memang anda tidak dapat menjangkau satu per satu karyawan anda. Pilihannya ada terdapat pada leader-leader yang ada di tim anda, manfaatkan mereka untuk membantu menjangkau para talent. Atau anda dapat mengadakan survey, jika di perusahaan anda sudah terbentuk tim HRD, anda dapat membuat survey melalui mereka. Survey selain dapat membantu anda untuk mengidentifikasi problem, nantinya juga bermanfaat untuk peningkatan kualitas tim anda karena dari hasilnya mungkin akan mempengaruhi beberapa keputusan yang anda buat untuk masa depan perusahaan.

menciptakan lingkungan yang membahagiakan untuk karyawan
Ciptakan komunikasi yang baik

Jika perusahaan anda masih berupa tim kecil maka survey tak perlu dilakukan, tetapi anda juga harus tetap menjalin komunikasi yang baik dan senantiasa memberikan pondasi yang kuat untuk 5 faktor diatas karena saya yakin saat ini anda mempunyai tujuan yang sama untuk memenuhi poin-point diatas. Jika anda masih memiliki limited resources maka anda juga harus dapat mengkomunikasikannya dengan baik kepada tim anda.

 

Tetapkan Beberapa Program yang mendukung Talent

Selain komunikasi tentu saja anda dapat membuat program yang dapat mendukung talent anda dan juga perusahaan anda. Program-program tersebut adalah seperti career progression, professional development dan insurance, yang selain dapat memenuhi safety needs dari para talent perusahaan anda juga akan mendapatkan para talent-talent yang lebih berkulitas. Anda juga dapat memberikan achievement recognition setiap bulan kepada para talent, gamification di sebuah project, lalu mengadakan selebrasi-selebrasi untuk ulang tahun atau durasi bekerja seseorang untuk meningkatkan penghargaan pada para talent.

Kemudian program yang memungkinkan terbentuknya suatu kolaborasi tim, dimana beberapa kepala akan saling dipertemukan. Jika dalam dunia digital mungkin bisa dibentuk suatu pair programming atau bentuk kolaborasi lainnya. Namun yang perlu ditekankan adalah program ini bukan hanya bertujuan untuk pemahaman bahwa dua kepala lebih baik dari pada satu kepala, melainkan juga untuk memenuhi faktor Social Belonging bagi para talent.

Baca juga : Langkah Mudah Mengubah Ide Menjadi Bisnis Digital Sukses

Sementara untuk aktualisasi diri, jika memang anda atau perusahaan anda belum sanggup untuk memberangkatkan umroh talent anda atau yang setara dengan itu. Anda selalu dapat memulainya dari hal kecil. Dalam lingkungan talent anda, membuat komunitas yang didasari pada kesukaan yang sama dapat memfasilitasi talent anda untuk melakukan aktualisasi diri. Contonya seperti tadi, mereka yang suka bola dapat melakukan nonton bareng atau futsal bareng, lalu mereka yang suka bersepeda dapat melakukan aktivitas gowes atau berangkat kerja bersama dengan bersepeda, dan yang rajin beribadah dapat difasilitasi untuk menggalang acara amal yang bisa juga difasilitasi oleh perusahaan.

menciptakan lingkungan yang membahagiakan karyawan
Pahami karakter talent

Menurut anda dari 5 faktor diatas, manakah yang sudah dapat dipenuhi oleh perusahaan anda terhadap talent-talent anda? jika anda merasa sudah memenuhi semuanya, tapi ternyata belum merasa puas dengan kinerja talent anda mungkin anda perlu mereview lagi dan memperbanyak komunikasi lagi dengan talent anda. Karena seyogyanya perkembangan perusahaan juga didasari faktor dari kebahagiaan para talentnya. Jika ternyata anda belum menerapkan program untuk pemenuhan kebutuhan talent anda tersebut, sepertinya anda harus mulai memikirkannya sebelum anda kehilangan talent-talent terbaik anda.