Michael Jovan Sugianto adalah salah satu pemuda Indonesia yang kini menjadi ikon bagi anak muda. Lewat startup TaniHub, dia menjadi semacam titik cerah bagi petani yang selama ini menjadi pihak yang justru tidak ikut menikmati ketika terjadi kenaikan harga dasar kebutuhan pokok.

Sejak masih kuliah, Michael dan teman-temannya sering mengadakan perjalanan ke daerah pertanian di wilayah Bogor bahkan sampai ke Yogyakarta. Berdasarkan pengamatan langsung di lapangan tersebut, Michael dapat melihat langsung bahwa kehidupan petani di daerah tersebut masih tergolong miskin. Sebuah realita yang ironis karena Indonesia merupakan negara agraris. Antara pemilik tanah dan petani penggarap nasibnya pun tidak jauh berbeda.

Kenaikan harga kebutuhan petani sendiri, dan juga kenaikan harga produk pendukung kebutuhan pertanian seperti bibit dan pupuk menjadikan kehidupan petani menjadi semakin terpinggirkan. Hal tersebut menjadi salah satu pemantik kepedulian pada diri Michael untuk melakukan sesuatu. Tentu saja sesuai dengan bidang dan keahlian yang dimilikinya.

michael jovan
Petani Indonesia yang masih kesulitan memasarkan hasil panen mereka

Baca juga : Ryan Gondokusumo, Sang Dewa Freelancer Indonesia

“Sebuah Langkah Awal”

Keinginan pria kelahiran Bandung 1 Nopember 1993 ini, terwujud saat mengikuti Startup Weekend 2005 di Conclave Working Space, Jakarta Selatan. Di ajang tersebut dia bertemu dengan orang-orang yang akhirnya bisa mewujudkan idenya.

Adalah William Setiawan, Miftahul Choiri, Wawan Setyawan, dan Wahyu Nugroho. Yang dengan keahlian masing-masing akhirnya menciptakan startup yang berbasis Android dan diberi nama TaniHub Fresh from Farmers. TaniHub diluncurkan secara resmi pada Januari 2016. Hingga kini aplikasi ini telah diunduh lebih dari 2.000 kali.

Prinsip kerja TaniHub, menurut Michael Jovan, adalah memutus rantai panjang distribusi yang diisi oleh para perantara, yang pada akhirnya justru lebih banyak merugikan petani. Dengan memperpendek rantai distribusi, bahkan menghilangkannya, maka antara petani dan konsumen dapat sama-sama mendapatkan keuntungan.

“Manfaat dan Produk TaniHub”

michael jovan
Tampilan Aplikasi TaniHub

Dengan TaniHub, maka jarak antara petani dan konsumen akan dipersingkat bahkan dihilangkan. Tidak akan ada lagi penghubung di antara produsen dan konsumen. Jika dulu petani mendapatkan harga murah untuk hasil pertaniannya, yaitu hanya mendapat harga dasar maka dengan TaniHub, maka melalui TaniHub petani bisa menjual dengan harga lebih tinggi. Sementara keuntungan bagi konsumen, akan mendapat harga lebih murah dari harga pasar.

Sampai saat ini TaniHub telah mengakomodasi sekitar 24 petani yang memasarkan hasil pertaniannya. Petani yang tergabung di TaniHub diantaranya petani beras, sayur, buah, bahkan ternak dan telur. Ke depannya, TaniHub akan memfokuskan ke pasar beras, karena beras merupakan kebutuhan pokok masyarakat Indonesia. Menurut Michael Jovan, walaupun saat ini baru sedikit petani yang tergabung dalam TaniHub itu tidak menjadi masalah. Keuntungan yang sedikit tapi berkelanjutan dirasa olehnya lebih baik daripada keuntungan besar tapi tidak ada kontinuitas.

Sementara keuntungan bagi Konsumen, mereka bisa langsung mendapatkan hasil pertanian yang berkualitas dan masih segar. Ada tim khusus dari IPB yang menjadi konsultan TaniHub untuk menjaga kualitas produk petani.

Baca juga : Pailit Karena Hutang, Dini Mouza Bangkit Dari Nol

“Inovasi ke Depan TaniHub”

michael jovan
TaniHub sebagai salah satu prospek startup unicorn Indonesia

TaniHub semakin dikenal luas masyarakat Indonesia setelah beberapa saat lalu Menteri Kominfo Rudiantara di Kantor Indosat Ooredoo, Jakarta, Kamis (16/11/2017) memperkenalkan beberapa startup asli Indonesia yang bisa menjadi unicorn di masa depan. Bahkan TaniHub sendiri dicantumkan di nomor satu dalam list tersebut. Tim TaniHub tengah mengembangkan inovasi agar aplikasi ini dapat dioperasikan pada HP yang menggunakan sistem operasi Windows dan iOS.

Selain itu, pihak Kementerian Komunikasi dan Informasi Republik Indonesia juga memberikan dukungan langsung pada TaniHub karena visinya yang luar biasa ini. Semoga apa yang telah dilakukan Michael Jovan dan teman-temannya dapat menginspirasi bagi semua pihak, terutama para pemuda Indonesia dan juga para pemegang kebijakan, agar dapat melakukan hal yang nyata agar dapat menaikkan kesejahteraan petani Indonesia.

 

Don’t Miss it

Event DEID minggu ini dimana kami akan mengundang salah satu founder calon startup unicorn yang sudah kami jelaskan di atas. Rico Satria Chandra, founder PlazaKamera.com, akan hadir dan membagikan strategi “Cultural Awareness” dalam berbisnis. Apa itu Cultural Awareness? Dan bagaimana kita menerapkannya? Apa manfaatnya untuk para entrepreneur?

Dapatkan semua jawaban dan rahasianya dengan registrasi di link berikut

—> http://digitalentrepreneur.id/deid-event-surabaya/

michael jovan
Aware Adapt Achieve with Rico Satria Candra