Pembayaran via mobile phone (ponsel) atau mobile payment semakin banyak digunakan dewasa ini. Cara pembayaran ini menjadi satu tren favorit masyarakat di seluruh dunia. Pada tahun 2020, diprediksi transaksi bisnis pembayaran mobile di Indonesia akan mencapai jumlah yang sangat fantastis, sekitar 459 triliun rupiah. Sementara di Negara China yang memiliki e-commerce raksasa Alibaba, pembayaran mobile-nya sudah melebihi angka 23 triliun yuan (3,5 triliun dolar AS) pada akhir kuartal kedua 2017.

“Teknologi Chip vs Teknologi Server”

mobile payment
Mobile dan digital akan menggantikan kartu kredit dan debit

Berdasarkan tulisan dalam laporan PBB tentang perdagangan internasional, menyebutkan bahwa “sistem pembayaran secara online, mobile dan digital akan menggantikan kartu kredit dan debit, sebagai cara pembayaran e-commerce yang paling banyak digemari di seluruh dunia pada 2019”. Teknologi pembayaran digital melalui chip seperti pada kartu kredit dan diperkirakan turun 46% pada 2019 debit dalam pembayaran global.

Penggunaan teknologi server seperti pada dompet elektronik atau e-wallet telah menyebar dengan cepat. Hal ini didorong oleh peningkatan jumlah e-commerce di seluruh dunia. Seperti Alipay milik raksasa internet China,  PayPal yang berbasis di AS, di Indonesia juga telah ditemui hal serupa yaitu Gopay yang merupakan aplikasi pembayaran dalam Gojek. Sementara itu diikuti pula oleh Grab yang akan meluncurkan fitur GrapPay, ada juga TCASH dan OVO juga menyediakan layanan transaksi pembayaran via mobile. Selain untuk membayaran jasa yang mereka berikan, system mobile payment  ini juga bisa dimanfaatkan oleh konsumen untuk melakukan transaksi di berbagai merchant secara offline.

Baca juga : Perkembangan Bisnis E-ticket Di Indonesia

“Teknologi Kode QR”

mobile payment
Kode QR dalam teknologi mobile payment

MDI Ventures melihat bahwa pemanfaatan mobile payment juga akan bisa dimplementasikan untuk toko-toko offline seperti toko kelontong dan pedagang kaki lima. Hal ini ternyata memang didukung oleh temuan teknologi yang bernama QR Code. Kata QR Code adalah singkatan dari Quick Response Code, artinya adalah kode yang dapat memeberikan informasi dengan cepat serta respons yang cepat pula.

Kode berbentuk persegi dengan sejumlah simbol acak pada bagian tengahnya ini dikembangkan oleh Denso Wave yang merupakan divisi Denso Corporation, perusahaan teknologi terkemuka asal Jepang. QR Code menampung lebih banyak informasi, secara infrastruktur lebih murah, dan sangat mudah digunakan. Anda hanya perlu menghidupkan fitur pemindai QR Code dan mengarahkan kamera smartphone pada QR Code yang akan diakses.

Baca juga : Benarkah Whatsapp Bisa Digunakan sebagai Alat Pembayaran???

“Big Data”

mobile payment
BI mewajibkan setiap penyelenggara layanan yang menggunakan teknologi mobile payment untuk melaporkan diri

Karena teknologi ini bisa menyimpan berbagai informasi dan data mengenai transaksi, maka Bank Indonesia mewajibkan setiap penyelenggara layanan yang menggunakan teknologi tersebut untuk melaporkan diri. Hal ini dilakukan untuk keperluan standardisasi dan perlindungan konsumen. Seiring dengan regulasi tersebut, MDI Ventures dan Mandiri Sekuritas juga menekankan pentingnya penerapan big data. Adanya data yang luas ini, sangat berguna untuk berbagai keperluan seperti pendeteksi penipuan, karena dari data yang tersimpan bisa ditelusuri merchant-merchant yang asli atau palsu. Demikian juga untuk menentukan tingkat risiko dari sebuah transaksi, karena setiap merchant yang terpercaya akan memiliki track record dan datanya sudah terverivikasi. Data ini juga bisa membantu merchant menganalisis konsumen mereka, karena dalam data tersebut akan terlihat bagaimana pola belanja serta banyak transaksi yang sudah dilakukan oleh konsumen. Data ini juga bisa diolah untuk menghasilkan credit scoring yang bisa digunakan oleh pihak lain.