Thanksinsomnia, sebuah brand asal Indonesia yang bergerak dalam industri fashion yg dijalankan oleh seorang pria berusia 27 Tahun bernama Mohan Hazian. Mulai berjalan dari tahun 2011 hingga eksis sampai sekarang, mungkin banyak dari kita yang belum tahu bahwa Thanksinsomnia pada tahun 2011-2012 hadir hanya sebagai sebuah vendor. Barulah ketika memasuki tahun 2013 Thanksinsomnia mulai untuk memproduksi produknya sendiri dan benar-benar aktif sebagai sebuah brand. Berikut merupakan sesi QnA yang dilakukan oleh tim Digital Entrepreneur.ID dengan Mohan Hazian di office sekaligus store dari Thanksinsomnia di Jln. Angsana Raya Sektor 1.1 A 1/6 RT 005/RW 01 Rawa Buntu, Serpong, Tangerang Selatan

 

Q: ASAL USUL NAMA THANKSINSOMNIA?

Gua bikin Twitter Bot namanya Thankinsomnia, jadi ketika mengetik insomnia itu keluar. Itu akun iseng sih, tapi setelah gua coba-coba cari merek itu jauh sebelum 2011. Kenapa nggak nama ini aja sih? Bagus. Tapi nggak ada hubungan sama penyakit insomnia, begadang, terus karena gua begadang gua bikin sesuatu yang bisa dijual, nggak. Bukan karena namanya insomnia terus gua insomnia”

Logo dari Thanksinsomnia

Q: HAL APA YANG BISA MEMBUAT THANKSINSOMNIA MENJADI BESAR?

“Sejauh ini sih gua bikin produk, gambar, itu sih ya gua nggak bisa ngebayangin sampai segede ini. Gede atau kecil kan itu relatif, tergantung orang gitu. Gua tuh dari dulu, sampe sekarang itu bikin sesuatu yang mungkin bisa diterima di masyarakat, bisa gua jual, dan gua juga nggak mikirin gimana nih caranya bisa jadi gede. Gua cuma berkarya, terus bisa diterima masyarakat, dan gua ngehasilin sesuatu, orang-orang terdekat gua bisa dapet impact positif dari apa yang gua buat.”

 

 Q: SEBERAPA BESAR PENGARUH INSTAGRAM UNTUK THANKINSOMNIA?

“Bukan hanya instagram aja sih ya, tapi sosial media lainnya apapun itu seperti Facebook. Jadi semuanya sih sangat berpengaruh di dunia digital sekarang ini. Ketika sebuah sosial media ngebantu campaign atau marketing itu bagus, ya itu sangat-sangat diperlukan. Apalagi apabila dagangnya hanya online saja yang nggak punya offline store atau toko fisik”.

 

Q: SUDAH BERJALAN SEJAK 2011, APA HAMBATAN TERBESAR YANG PERNAH DIHADAPI?

“ada beberapa hambatan yang besar untuk yang mau bisnis kayak gua ataupun yang gua rasain adalah kurangnya saling dukung antara sesama pedagang, lebih mentingin egonya dan nggak mau saling support”

 

 Q: APA PLANNING UNTUK THANKSINSOMNIA KEDEPANNYA?

Rencana yang paling dekat adalah kita mau buka store. Jadi yang pengen dateng langsung, terus pengen hand-feeling. Ada beberapa orang yang masih pengen ngerasain dateng langsung, untuk liat langsung produknya, untuk langsung coba produknya. Kalau beli online kan banyak kendalanya juga. Rencananya kita akan buka toko, tokonya juga masih di daerah BSD ini juga, karena yang kemarin kan udah tutup.

 

Q: DI INDONESIA, THANKSINSOMNIA SUDAH CUKUP POPULER. APA ADA NIATAN UNTUK EXPAND KE LUAR NEGERI?

“Kalau itu sih, dari beberapa website luar udah ada mengajak untuk distribusi ke mereka cuman kita memang untuk produksi barangnya sendiri juga belum terlalu banyak jadi kita masih coba untuk memuaskan pasar lokal dulu”.

 

Q: PESAN UNTUK PARA ENTREPRENEUR

“ketika lo menyukai sesuatu hal terus itu bisa menghasilkan, itu akan jauh lebih menyenangkan. Jadi ketika lo suka makanan ya lo coba untuk jual makanan, dan ketika clothing itu passion lo di situ ya kenapa enggak? Tetapi jangan memaksakan ketika lo melihat seseorang baik di bidang itu, terus lo pengen coba di bidang itu padahal lo nggak suka di bidang itu, jangan maksain. ”

           

Semoga hal ini bisa menjadi inspirasi bagi para entrepreneur untuk tetap semangat dan mengembangkan usaha yang sedang dijalankan. Sebuah umur bukan menjadi halangan dan hambatan untuk bisa sukses dalam sebuah usaha, salah satu bukti nyata tentu adanya sosok Mohan Hazian dengan Thankinsomnia-nya di Indonesia yang sudah sukses di industri fashion/clothing saat ini. Let our dream still alive untill we reach it!