UKM (Usaha Kecil Menengah) merupakan pola wirausaha mandiri yang mengacu kepada jenis usaha kecil. Besaran omzetnya maksimal 200 juta rupiah tidak termasuk tanah dan bangunan tempat usaha. Beberapa jenis UKM yang ada di Indonesia antara lain di bidang kuliner, fashion, pendidikan, otomotif, agribisnis, teknologi internet, dan lain sebagainya. Jenis usaha ini dapat dijangkau dengan modal yang tidak terlalu besar.

Dukungan pemerintah pada jenis usaha skala kecil ini, membuat para pelakunya memiliki ruang gerak yang lebih leluasa dalam berkreasi serta menuangkan konsep jenis usaha yang dipilih. Jumlah para pelaku usaha UKM ini telah mencapai puluhan juta orang, sehingga tingkat persaingan dalam pola pemasaran pun menuntut kreativitas si pemilik usaha. Namun baru sekitar 10% saja yang memilih pola pemasaran UKM berbasis online. Tidak terkecuali para pemilik toko online, yang memproduksi sendiri barang yang dipasarkannya melalui sistem online.

Jika dari sisi produksi sudah tidak lagi menjadi kendala, demikian pula dalam pemasarannya di era yang serba canggih. Era perdagangan bebas menjadikan para pelaku UKM ikut tertantang untuk memperkenalkan produknya di dunia internasional. Ada banyak cara pemasaran UKM berbasis online ini, salah satunya dengan memanfaatkan marketplace. Platform penjulan menggunakan marketplace yang tersedia di dalam dan luar negeri memberikan jangkauan pemasaran yang lebih besar lagi. Beberapa marketplace dengan scoop lokal tersebut antara lain: Tokopedia, Buka Lapak, Lazada, Shopee, JD, OLX, dan beberapa lainnya. Sedangkan yang menjangkau pasar internasional dapat kita temukan di marketplace seperti: Alibabagroup (Alibaba dan Ali Express), eBay, Amazon, Taobao, Tmall, Flipkart, SnapDeal, Walmart, Bestbuy, Jabong, dan masih banyak lagi.

Baca juga : Presiden Minta E-Commerce Tidak Hanya Jual Barang Impor

Pemasaran UKM berbasis online ini, bekerja sama dengan kurir atau ekspedisi yang memiliki kompetensi tinggi untuk memberikan pelayanan terbaik kepada customer. Tidak terkecuali soal layanan purna jual yang menjadi harga mati dalam pola pemasaran UKM berbasis online. Pelayanan terbaik inilah yang akan mengangkat citra pola pemasaran berbasis online menjadi satu-satunya alternatif terbaik di masa kini. Karena melalui pemasaran UKM berbasis online, jangkauannya menjadi lebih luas dan tidak terbatas. Konsumen dapat menemukan produk kita dimana pun mereka berada selama terdapat internet untuk mengaksesnya. Apalagi UKM berbasis online memberikan banyak kemudahan bagi konsumen untuk berbelanja, diantaranya adalah dalam hal memilih barang, pembayaran, dan pelanggan tidak perlu jauh-jauh untuk datang ke toko. Pelanggan cukup duduk manis di rumah bersama gadget dan akses internetnya untuk mengakses toko virtual UKM.

Bagi para pelaku UKM yang tidak ingin repot-repot mengakses marketplace, dapat menempuh beberapa cara seperti di bawah ini:

  1. Memiliki Toko online (WEBSITE)
membangun website bisnis online
Pentingnya website untuk bisnis online

Website menjadi satu kebutuhan yang tidak terelakkan. Bagi UKM yang ingin memperluas jaringannya hendaknya memiliki website sebagai tempat untuk mendisplay hasil produksi serta menjadi wadah komunikasi antara pelaku UKM dengan calon konsumen. Pelaku UKM juga dapat menjalankan teknik-teknik optimasi untuk mendatangkan banyak pengunjung ke websitenya. Hal ini juga akan mempengaruhi tingkat kepercayaan calon pelanggan serta memperbesar peluang untuk terjadi transaksi jual beli.

  1. Media Sosial Sebagai Jendela Branding Dan Iklan

Para pelaku UKM dapat menggunakan berbagai media sosial untuk melakukan branding agar lebih dikenal di masyarakat luas. Selain itu media sosial juga menjadi tempat untuk beriklan gratis, tapi harus sesuai dengan patron yang ditetapkan. Anda bisa menggunakan Facebook, Instagram, Twitter, Line, dan sebagainya. Ini merupakan peluang besar bagi pelaku UKM untuk mengiklankan usaha secara covert selling atau soft selling, namun fungsi utamanya masih sebagai media branding dan memperluas  jangkauan cold market.

Baca juga : Tips Dan Strategi Social Media untuk Memulai Bisnis Online

  1. Packaging Yang Menarik Untuk Iklan

Hal ini berkenaan dengan penampilan yang “layak” jual. Selain agar tampilannya menarik pengemasan juga berfungsi untuk menjaga kesegaran produk. Gunakan bahan kemasan yang sesuai dengan jenis produk dan memenuhi syarat kesehatan (untuk makanan dan kosmetik).

  1. Email marketing
pemasaran ukm
Email marketing

Untuk strategi pemasaran online yang selanjutnya Anda bisa menjalankan email marketing. Gunakan Strategi pemasaran online UKM dengan penawaran-penawaran menarik seperti konten copy writing. Menggunakan email marketing ini masih mendapat banyak respon baik dari calon konsumen.

  1. Gunakan situs penyedia iklan

Untuk metode pemasaran online UKM yang kelima, Anda bisa memasang iklan melalui situs penyedia iklan seperti, Google adwords, Facebook Ads, InstagramAds, dan masih banyak lagi. Dengan menggunakan platform iklan ini, pengiklanan produk UKM akan semakin luas dan optimal. Mereka akan membantu traffic pengunjung ke toko online menjadi semakin tinggi.

Baca juga : Perjuangan Achmad Zaky Meningkatkan Gengsi UKM Indonesia

Dengan seiring berkembangnya teknologi dan modernisasi, UKM pun dituntut untuk bisa sejalan dengan kemudahan dan efektifitas yang dibutuhkan masyarakat. Tidak hanya produk yang bagus, tetapi bagaimana masyarakat bisa menemukan Anda dengan mudah dan bisa mendapatkan produk Anda dengan mudah pula. Semoga tips sederhana kami bermanfaat.