Sosok anak muda sukses kali ini yang akan dibedah adalah seorang Reza Nurhilman. Reza merupakan inti atom dari berkembangnya produk keripik singkong kekinian yang ngehits, Keripik Maicih. Sebagian besar orang tentu sudah pernah merasakan sensasi pedas Keripik Maicih. Selain keripik, juga ada variasi lain buatan Maicih, yakni seblak, macaroni, basreng, dan gurilem.

Anak muda yang mempunyai misi mengembangkan panganan khas sunda menjadi makanan berkelas, tidak serta merta meraih kesuksesan seperti saat ini. Semua ada prosesnya, jatuh bangun, tersungkur, dan bangkit lagi ia alami. Kejadian seperti itu harus dilewati oleh setiap pengusaha yang ingin berhasil. Kegigihan adalah kunci utama dalam mengembangkan bisnisnya, selain juga ilmu dan relationship.

Baca juga : Tips Sukses Memulai Bisnis Kuliner Online

Perkenalan Reza dengan keripik singkong yang membuatnya berjaya berawal dari kunjungan ke rumah sahabatnya di Cimahi. Ia disuguhi keripik singkong pedas yang menurutnya berbeda dari yang lainnya. Rasanya sampai terbayang-bayang hingga ia pulang ke rumah.

Kemudian Reza mendatangi kembali sahabatnya, untuk menanyakan siapa pembuatnya dan apa resepnya hingga dapat membuat keripik seenak itu. Ternyata pembuatnya adalah tetangga dari sahabatnya. Dari situ muncul lah ide bisnis yang menari di benaknya. Ia ingin membuat keripik ini terkenal dan menjadikannya panganan khas Bandung.

Reza Nurhilman
Reza Nurhilman dan produk Maicih

Awal 2010 ia menjajakan keliling kampung dan menawarkan kepada teman juga kerabatnya. Respon mereka terhadap keripik yang dijualnya sangat bagus. Produksi awal sebanyak 50 bungkus perhari dengan modal yang dikeluarkan oleh Reza sebanyak 15 juta rupiah. Jenis yang pertama kali di produksi adalah keripik dan gurilem dengan level kepedasan 1 sampai 5. Saat ini produksi Maicih telah mencapai 2000 bungkus per hari dengan omset mencapai tujuh miliar per bulan dengan varian lebih beragam.

Baca juga : Langkah Mudah Mengubah Ide Menjadi Bisnis Digital

Reza menggunakan media sosial Twitter dan Facebook sebagai sarana untuk mempromosikan Maicih. Kekuatan media sosial sudah tidak diragukan lagi. Seperti pernyataan tokoh komunikasi, Wilbur Schramm, yang terkenal dengan Teori Pelurunya. Audience adalah sekumpulan orang yang mudah dipengaruhi sehingga pesan yang disampaikan mudah diterima.

Ternyata strategi ini berhasil membuatnya menjadi milyarder muda di Indonesia. Pemasaran melalui media sosial merupakan inovasi dalam mempromosikan produk dan dapat menghemat banyak biaya. Selain itu juga lebih efektif dalam membidik konsumen.

If your life was spicy, keep it Shrimple with Maicih..!!

A post shared by Maicih (@infomaicih) on

Penamaan Maicih pada produknya merupakan suatu spontanitas belaka. Tidak ada alasan khusus menamai produknya dengan Maicih. Ketika ditanya apa nama keripik ini? Reza langsung menjawab ‘Maicih’. Karena dibenaknya, yang biasa menjual keripik adalah nenek-nenek. Di daerah sunda biasa disebut emak. Maicih merupakan tokoh fiktif yang digambarkan dengan seorang emak memakai ciput. Logo Maicih dibuat oleh istrinya (dulu masih pacar) yang memang jago dalam mendesain.

Reza Nurhilman
Logo Maicih, credit : Khairul Atma

Maicih dilahirkan pada Juni 2010 dengan susunan manajerial seperti pemerintahan atau disebut juga Republik Maicih. Inovasi yang dibuat oleh Reza selain produk keripik adalah memberikan penamaan atau istilah baru di bisnisnya. Seperti Presiden, yang dijabat oleh Reza Nurhilman, selaku CEO PT Maicih Inti Sinergi. Lalu ada Menteri Pangan, Menteri Perhubungan, Menteri SDM, Menteri Kominfo, dan Menteri Keuangan. Sedangkan penyebutan bagi agen adalah Jendral, yang dibagi menjadi empat kategori. Jendral Sepuh, Jendral Batch 1, Jendral Batch 2, dan Jendral Batch 3.

Baca juga : Ide Bisnis untuk Generasi Millennial yang Sangat Menguntungkan

Selain sebutan bagi Republik Maicih, Reza juga menamakan admin media sosialnya sebagai ’emak’ dan customer sebagai ‘cucu’. Ia berharap ada kedekatan emosional antara manajemen dan pembeli dengan sebutan itu. ‘Icihers’ adalah sebutan bagi penggemar Keripik Maicih. Ada juga ‘tericih-icih’ untuk menyatakan ketagihan pada rasa pedas Keripik Maicih dengan mengusung tagline ‘For Icihers with Love’.

Reza Nurhilman
Reza Nurhilman tidak ragu merekrut warga sekitar sebagai karyawan Maicih

Pria kelahiran 29 September 1987 ini mengaku, bahwa teknik penjualan yang dilakukannya merupakan hasil dari pemikiran dan pengalamannya. Ia ingin memasarkan produk dengan cara yang berbeda dan ingin mengekslusifkan keripik singkong menjadi makanan berkelas. Dulu orang memandang remeh keripik singkong, sekarang ia dapat disejajarkan dengan makanan dari luar negeri sekali pun.

Berkat usahanya mendirikan Republik Maicih. Reza akhirnya mampu membantu dan menyejahterakan warga di lingkungan sekitar. Ia memberdayakan masyarakat setempat untuk memproduksi Keripik Maicih. Keripik singkong yang dulunya dianggap murah meriah, kini mampu menjadi primadona dan meningkatkan taraf ekonomi Reza dan juga warga sekitar.