Ketika akan melakukan campaign media sosial, bagi sebagian pelaku bisnis mungkin akan kebingungan untuk cara mengikat audiens dengan post mereka. Hal ini tidak mudah untuk menentukan antara berapa banyak anda bisa memposting dan berapa banyak anda harus memposting.

Jika anda pernah berpikir apabila waktu yang terbaik untuk memposting pada bisnis jaringan yang berbeda adalah sama, dapat dipastikan anda salah. Audiens akan berbeda dan berubah pada setiap jaringan per industri.

Mengelola media sosial memerlukan pengetahuan wawasan lebih yang dapat ditindaklanjuti dan disesuaikan untuk meningkatkan strategi media sosial mereka. Pada pembahasan berikut ini akan dibahas mengenai analisa media sosial sesuai dengan industri.

  1. Real Estate

Milenial saat ini sudah mencapai 66% dari pasar pembeli rumah pertama kali, dan 99% dari mereka yang sedang mencari rumah menggunakan internet untuk meneliti properti. Para calon pembeli rumah pun kini sudah menyertakan hashtag terkait properti dan mengumpan media sosial dalam penelusuran mereka.

Pada industri real estate ini adalah industri yang paling banyak posting pada media sosial. Hal ini karena industri real estate merupakan inventaris yang konstan. Semakin banyak rumah yang dijual, semakin banyak dibutuhkan posting untuk membantu memindahkan inventaris. Berikut ini bagaimana cara pelaku industri real estate posting pada media sosial.

  1. Marketing Services

Industri jasa pemasaran merupakan posting tertinggi rata-rata kedua per minggu, termasuk PR (Public Relation), media sosial, dan konsultan pemasaran. Pada perusahaan ini adalah membantu perusahaan lainnya lebih baik dari mereka dala pemasaran.

 

Jika anda bergerak di industri, anda harus mempraktikan apa yang telah anda ajarkan tentang pemasaran media sosial. Sekitar 60% pada industri ini sedikitnya mereka posting satu kali seminggu di Facebook. Sedangakan 19% dari perusahaan memposting ke twitter.

Baca Juga: Kapan Waktu yang Tepat untuk Posting Di Instagram???

  1. Software / Tech

Industri teknologi adalah pemain kuat dan lebih banyak menggunakan Facebook dan Twitter untuk meluaskan bisnis mereka ke dunia. Berikut ini bagaimana industri software/tech posting dalam seminggu:

Pada industri teknologi ini, seperti yang anda lihat sebanyak 66% hanya memposting satu kali seminggu di Facebook. Namun, dalam jumlah 3-10 posting dalam seminggu juga dapat meningkatkan interaksi dengan para followers atau audiens. Apabila anda merupakan perusahaan baru cobalah untuk memulai dengan 1 post setiapa minggu. Dan apabila anda sukses dan memilki banyak konten, cobalah lakukan 5 kali per minggu.

  1. Hardware

Tidak jauh berbeda dengan software/teknologi, pada industri perangkat keras (hardware) juga berada direntang 3-10 post setiap minggu. Namun, yang perlu diketahui bahwa persentase posting dengan gambar dalam waktu 1-3 kali seminggu akan lebih tinggi.

Perusahaan industri ini dapat membagikan kontennya mengenai produk perangkat keras mereka, ulasan, dan atau berita mengenai industri hardware. Tetapi, jika ada berencana untuk melakukan 10 post dalam waktu satu minggu, pertimbangkan kembali waktu yang anda akan habiskan.

  1. Nonprofit / Education

Pada industri nonprofit/edukasi, media sosial merupakan media yang bagus untuk para marketer memasarkan jasa dan layanannya untuk menjangkau skala audiens yang besar. Pada industri ini memungkinkan untuk melakukan lebih banyak banyak posting pada media sosial.

memposting media sosial untuk Pendidikan Non profit

Hal yang menarik pada industri ini, para marketer dapat memposting sebanyak yang diinginkan. Tetapi, hal itu tidak menjamin akan memberikan interaksi yang  banyak. Anda dapat memposting sebnayk 2-3 kali dalam seminggu itu lebih baik. Dalam setiap post juga gunakanlah gambar atau visual yang menarik karena akan menjadi kekuatan untuk mendapatkan interaksi dengan audiens.

  1. Business /Financial Services

Perusahaan pada industri bisnis/jasa keuangan ini secara signifikan masih menggunakan Facebook untuk post pada media sosial. Rata-rata pada industri ini melakukan satu atau dua kali dalam seminggu. Selain itu, post berupa tweet juga menjadi media yang digunakan selain Facebook.

memposting media sosial untuk Finance

Jika kebanyakan pada industri ini juga mengandalkan marketing channels (seperti email), anda juga perlu menimbang kembali untuk memvisualisasikannya untuk menjadi postingan di media sosial. Hal ini karena dapat menarik lebih banyak klik oleh audiens yang mengarah pada aksi yang lebih berarti.

Baca Juga: 8 Kesalahan Marketing Campaign di media sosial

  1. Healthcare

Industri dunia kesehatan ini sebenarnya lebh banyak menggunakan situs web untuk berbagi informasi. Hal ini karena pada industri kesehatan terdapat peraturan dan adanya beberapa informasi yang sensitif untuk dikonsumsi umum. Oleh karena itu, industri kesehatan memiliki rata-rata post yang lebih sedikit dalam satu minggu.

memposting media sosial untuk kesehatan

Namun, bukan berarti industri kesehatan tidak dapat membuat post untuk di media sosial. Industri ini tetap dapat membagikan konten dan menggunakan fungsi pencarian pada jejaring sosial untuk menunjukkan kehadiran bisnis kesehatan anda.

  1. Consumer Goods / Retail / Ecommerce

Media sosial menjadi media yang diandalkan pada industri barang konsumsi/ ritel/ e-commerce. Industri ini memiliki banyak kesempatan untuk membagikan konten dengan jejaring sosial, khususnya gambar.

memposting media sosial untuk ecommerce

Rata-rata postingan pada industri ini tergolong rendah, tetapi platform Facebook memiliki posisi keempat tertinggi per minggu dari sembilan industri. Meskipun industri ini terhitung jarang untuk memposting ke media sosial, mereka lebih cenderung fokus pada platform yang tepat untuk mereka.

  1. Manufacturing

Industri manufaktur menjadi posisi terendah dalam postingan per minggu. Sebanyak 74% perusahaan manufaktur memposting sekali dalam seminggu yang memilih platform Facebook. Namun, media sosial tidak menjadi sumber utama sebagai pembuatan prospek atau berbagi konten pada industri manufaktur.

memposting media sosial untuk Manufaktur