Menjamurnya aktivitas jual-beli online kadang justru membuat pembeli bingung dan ragu dalam memilih. Di sinilah seorang penjual atau sebuah toko online harus pandai memenangkan hati para calon pembeli. Pemerhati e-commerce, Kun Arief Cahyantoro mengatakan, “media sosial menjadi salah satu kunci”. Misalnya saat produk atau penjual sering beredar di media sosial, atau produknya digunakan para pesohor (artis atau selebgram), dan diunggah ke media social. “Kalau menang di medsos berarti menang di brand,” kata Kun Arief dalam acara Shopee di JSC Hive, Kuningan, Jakarta, Jumat (9/3/2018).

Baca juga : 6 Tips Social Media Untuk Memulai Bisnis Online

Kun Arief menambahkan, berdasarkan data yang ada, jumlah transaksi e-commerce di Indonesia pada 2017 mencapai 5,6 miliar dollar AS. Namun, saat ngobrol dengan salah satu owner platform e-commerce, angka tersebut ternyata lebih banyak disumbang oleh para pelaku bisnis e-commerce non-platform (melalui media sosial). Dari total transaksi, jumlah transaksi pelaku bisnis itu mencapai sekitar 60 persen.

social media
Media sosial menjadi salah satu kunci sukses para pebisnis online.

Baca juga : Instagram Atau Facebook, Mana yang Lebih Cocok untuk Bisnis Online Anda???

“Seperti Shopee, Lazada, itu platform. Yang non-platform (melalui social media) seperti jualan pribadi di Facebook dan Instagram, nah itu lebih besar,” tuturnya. Mengenai isu keamanan dalam berbelanja online di media social, Kun Arief mengatakan para penjual non-platform memiliki trik tersendiri. Misalnya, dengan mengandalkan rekomendasi “teman ke teman” sehingga para calon pembeli mendapatkan rasa aman. Sementara, dari sudut pandang bisnis, social media memang kerap dipandang sebagai titik awal unutk memulai bisnis. “Sekarang ini anak-anak muda cenderung mulai dengan Instagram dulu.”

“Setelah Instagram sukses baru masuk ke marketplace karena biasanya untuk masuk marketplace ada aturannya,” kata Vice President Business Development Lima Group, Agni Pratama beberapa waktu lalu. Agni mencontohkan, seperti aturan pada salah satu platform e-commerce yang mewajibkan penjual untuk deposit sejumlah uang, dan adanya uang denda jika penjual kehabisan stok barang saat pembeli memesan. Agni pun kerap menyarankan para pebisnis pemula untuk mulai dari social media. “Jadi (di marketplace) harus sangat tertib memasukkan di data entry, kontrol harus kuat. Saya sih menyarankan media sosial dulu aja,” kata dia.

Baca juga : 10 Strategi Promosi Bisnis Melalui Instagram Story

Sebagai tambahan, social media saat ini memang menjadi ajang bagi para pebisnis online berlomba-lomba untuk memasarkan produknya. Salah satu kunci sukses bagi pebisnis online adalah dengan mengenal pelanggannya lebih dekat. Dengan memasarkan produk anda melalui social media maka anda akan lebih mudah berinteraksi secara langsung dengan para pelanggan dan membantu anda untuk menemukan konsumen serta mencari konsumen yang potensial.

Dengan menggunakan social media anda juga tidak perlu menggeluarkan biaya yang besar untuk mengiklankan brand anda kepada masyarakat, karena modal untuk biaya endorsement tidak semahal biaya mengiklan di televisi. Bayangkan besaran uang yang harus anda keluarkan jika promosi dilakukan menggunakan iklan di televisi dan radio. Promosi dengan endorsement melalui social media ini hanya perlu mengirimkan produk ke artis atau selebgram yang anda pilih dan melakukan transfer biaya endorse sesuai dengan tarif yang sudah ditentukan. Hanya dengan cara ini, produk anda sudah dilihat oleh jutaan orang di social media. Maka secara tidak langsung juga biaya pemasaran anda bisa ditekan.

 

(Sumber : kompas.com)