Industri startup Indonesia terus mengalami pertumbuhan. Dari data lembaga riset Center for Human Genetic Research (CHGR), setidaknya di tahun 2016 saja ada sebanyak 2.000 startup lokal di Tanah Air, tertinggi di Asia Tenggara. Pada 2020, CHGR memproyeksi jumlahnya bisa mencapai 6,5 kali lipat atau 13.000 startup.

Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara menginginkan Gerakan Nasional 1000 Startup Digital dapat diselesaikan sebelum tahun 2020. Selain itu, ia berharap The Next Unicorn Indonesia atau NextICorn dapat menemukan talent yang diinkubasi melalui Program Gerakan Nasional 1000 Startup Digital ini.

Baca juga : 3 Unsur Ini Sangat Penting Untuk Menjalankan Bisnis Startup

“Saya akan senang apabila the Next Unicorn Indonesia datang dari Program 1000 Startup ini”, ungkapnya saat membuka Rapat Kerja Gerakan Nasional 1000 Startup Digital di KE{M}BALI Innovation Hub, Seminyak, Kuta, Badung, Bali, Kamis (1/3/2018).

Ia pun kembali menekankan dalam memulai perusahaan rintisan bidang digital saat ini tidak perlu izin lagi, cukup daftar secara online saja. Kemudahan ini bertujuan agar anak muda Indonesia bisa berkreasi dan terus berinovasi dalam menghadapi perkembangan teknologi digital.

startup indonesia
Saya akan senang apabila the Next Unicorn Indonesia datang dari Program 1000 Startup ini – Rudiantara, Menkominfo.

“Startup kan success rate tidak sampai 5%, belum usaha sudah minta izin, kan belum tentu berhasil, jadi Kominfo sudah menerapkan light touch regulation, tidak memperketat dan mempermudah hanya cukup daftar online dan registrasi,” jelasnya.

Baca juga : 5 Poin Penting yang Wajib Dimiliki oleh Para Startup

Menteri Kominfo optimistis dengan dibukanya salah satu co-working space di Pulau Bali dapat memberikan nilai tambah bagi program ini dengan pengembangan ekosistem startup digital terutama di Bali. Ia berharap ruang kerja bersama ini dapat menciptakan ekosistem bidang digital agar saling berkolaborasi.

Gerakan Nasional 1000 Startup Digital merupakan kerja sama sejumlah pihak tidak hanya Kemkominfo saja, melainkan ekosistem lain termasuk Kibar. Saat ini sudah ada lebih dari 32 ribu peserta yang mendaftar di program yang telah berlangsung di 10 kota di Indonesia tersebut. Sebanyak 6.500 orang sudah mengikuti pembinaan di semua kota.

Total perusahaan rintisan yang sudah melalui proses inkubasi sekitar 123 startup. Tahun ini, program Gerakan Nasional 1000 Startup Digital akan menyasarkan langsung kepada lima sektor utama yang memiliki peluang inovasi lebih besar seperti Agrikultur, Pendidikan, Kesehatan, Pariwisata dan Logistik.

startup indonesia
Menkominfo tegaskan, pemerintah tidak ingin mempersulit anak muda yang ingin memulai usaha.

Rapat Kerja Gerakan Nasional 1000 Startup Digital 2018 digelar untuk menyamakan sasaran Gerakan Nasional 1000 Startup. Dimulai dari ekspektasi yang ingin dicapai pada tahun ini, hingga harapan ekosistem digital kepada pemerintah. Sebaliknya, ekspektasi dari pemerintah dalam hal ini Kementerian Kominfo bagaimana agar program 1000 startup dapat selaras dengan program prioritas yang ada di Kementerian Kominfo seperti Literasi Digital, 100 Smart City, Digitalisasi Sektor Strategis dan lainnya. Hadir menjadi peserta rapat kerja ini adalah perwakilan Kementerian Kominfo bersama partner lokal dari 10 kota di Indonesia.

Ia pun menekankan dalam memulai perusahaan rintisan (startup) bidang digital, kini tidak lagi memerlukan izin. Melainkan cukup mendaftarkan usahanya secara online. Kemudahan ini bertujuan agar anak muda Indonesia bisa berkreasi dan terus berinovasi dalam menghadapi perkembangan teknologi digital.

Baca juga : Apa Persamaan 44 Startup Calon Unicorn Asal Indonesia Ini?

Rudiantara mengatakan pemerintah tidak ingin mempersulit anak muda yang ingin memulai usaha. Oleh karena itu, dipilih regulasi yang lebih sederhana.

Sebagai tambahan, besar kemungkinan startup Indonesia bisa meraih kapitalisasi yang tidak kalah dari startup Amerika. Hal ini dibuktikan Bank Indonesia yang melaporkan nilai transaksi e-commerce pada tahun 2017 mencapai 1,9 miliar dolar AS. Angka ini akan terus berkembang dan startup di Indonesia diprediksi akan memiliki nilai kapitalisasi jumbo dibandingkan negara di Asia Tenggara lainnya, tutur CEO DailySocial, Rama Mamuaya.

 

(Sumber : kominfo.go.id)