Apakah anda terpikir untuk membuat website sendiri untuk bisnis anda? Atau anda sudah memiliki website sendiri? Mungkin anda perlu memerhatikan beberapa hal yang cukup penting saat anda membuat website sendiri.

Bagi sebuah ukm memiliki website mungkin bukan tujuan utama, Russel Brunson pun mengamini hal tersebut, dan mengatakan bahwa bisnis kecil tidak perlu memiliki website lagi, TAPI membutuhkan Sales Funnel.

Bagi anda yang tidak tahu apa itu sales funnel, itu merupakan sistem corong yang dianalogikan sebagai sistem perjalanan pembeli terhadap produk kita.

Dan website, biasa disebut sebagai top of the funnel atau bagian paling atas dari corong tersebut. Bagian ini biasanya berfungsi untuk mengenalkan perusahan kita dan produk-produk kita dalam tahap awal, dan calon pembeli masih dikategorikan sebagai cold lead hingga warm lead.

Jadi pada dasarnya Website dan Sales Funnel adalah sama saja (bagi bisnis), kehadiran anda dalam web pun tidak harus melalui ClickFunnel (milik Russel Brunson). Anda tetap dapat mengarahkan Cutomer untuk menghubungi anda.

Namun secara garis besar pernyataan Russel ada benarnya juga: Apa gunanya website jika tidak dapat membantu bisnis anda berkembang?

Jika website anda ketinggalan jaman, desainnya jelek, atau ada banyak typo dan gambar yang pecah-pecah, calon customer anda tak akan ragu untuk menekan tombol X dan malah kembali ke google untuk menghubungi atau membeli jasa kompetitor anda – saya juga begitu.

Maka dari perselancaran di web ada beberapa trend di Web Design yang bisa kita temukan yang mungkin membuat website anda seperti sia-sia. Berikut adalah tips untuk membuat orang tertarik dan engage terhadap website anda.

Pertama, sudah jelas…

1. Proofread Website anda

Proofread adalah kegiatan untuk mengecek bacaan, membaca ulang, dan memperbaiki kesalahan. Tidak hanya typo yang perlu anda cek. Anda juga perlu memastikan bahwa kata-kata yang tertulis di Website anda dapat dibaca dan dimengerti oleh orang lain.

Jadi coba suruh beberapa orang membaca tulisan-tulisan di web anda. Jika ada tnada baca yang kurang tepat, lalu typo, hal tersebut dapat berpengaruh pada image anda.

Mungkin anda berpikir, “ya jelaslah ndak boleh ada typo,” namun typo sangatlah mudah untuk dilakukan dan agak sulit untuk disadari (apakah anda melihat salah satunya di paragraf sebelumnya?!)

Dan di sisi lain

Saya telah melihat website yang bahkan salah menulis nama perusahaannya sendiri, atau meminta anda untuk mengecek “Face Book” page mereka.

Cara termudah untuk melakukan cek untuk spelling ini adalah dengan menyalin konten anda ke microsoft word atau software lain yang mempunyai fitur spell check.

Selanjutnya adalah hal-hal general mengenai Formatting

2. Hindari tulisan yang kecil

Tentu saja susah untuk dibaca orang, dan jika ada tulisan kecil-kecil di paragraf yang padat itu malah menjadi hal yang lebih buruk lagi, teks itu tidak akan pernah dibaca.

Coba ambil contoh artikel ini. Teksnya dipisahkan dalam paragraf yang pendek-pendek. Ada Judul dengan nomor. Ada point-point. Beberapa ada yang di italicised alias dimiringkan.

‘Beberapa ada yang di quotes’

Anda bisa lihat kan bagaimana hal-hal tersebut membuatnya lebih mudah untuk dibaca dibanding membaca seonggok teks berukuran 10?

3. Hindari penggunaan Font yang klise

Pastikan Font anda mudah dibaca, tidak terlalu sering digunakan dan klise, dan tidak berada di list Worst Font in the World. Hal ini akan membantu anda untuk tampil sebagai brand dengan ‘feel’ yang unik dan membuat semuanya terlihat sedikit lebih profesional.

Baca Juga: 3 Website Terbaik Di Indonesia Tahun 2017 yang Bisa Menjadi Kiblat Anda Di Tahun 2018

4. Konsisten

Gunakan font yang sama di seluruh website

Text dalam satu paragraf seharusnya mempunyai font, ukuran, dan warna yang sama. Heading dapat memiliki font, ukuran dan warna yang berbeda tapi mereka juga perlu untuk konsisten. Dan pastikan setiap halaman di website anda mempunyai skema yang serupa.

Jika anda ingin memberi penekanan terhadap kata tertentu, anda dapat menggunakan Heading, membuatnya bold, atau menaruh kalimat di baris yang baru.

N.B. Teks warna putih di background hitam memang ada masanya, namun sebenarnya sangat sulit untuk dibaca.

Bagaimana dengan gambar? Saya gak mungkin salah bukan?

5. Pastikan gambar anda tidak penyet dan pecah-pecah

Gambar dan grafis High-quality jelas terlihat lebih bagus.

Untuk menghindari hal ini, anda dapat terlebih dulu melakukan preview sebelum mempublish situs anda, jadi anda dapat memperbaiki semua isu yang berhubungan dengan gambar anda mulai dari gambar yang terlihat penyet, pecah atau terpotong di tempat yang tidak seharusnya.

(Fitur preview biasanya hadir di jasa pembuatan website dengan template seperti Wix.com atau Squarespace.com, di wordpress juga ada di tema tertentu, jadi masalah-masalah gambar ini biasanya jarang terjadi)

6. Gunakan gambar anda sendiri

Tunjukan kegiatan bisnis anda dengan menggunakan gambar anda sendiri.

Tidak perlu sampai memanggil fotografer professional atau model. Sekarang, bahkan dengan menggunakan iPhone pun bisa mendapatkan kualitas yang bagus.

Anda dapat menambahkan beberapa stock images (yang izin pemakaiaanya anda punya). Tapi tentu saja sertakan gambar anda sendiri juga – jika tidak maka orang-orang tidak akan merasakan bisnis anda secara keseluruhan dan situs anda akan terlihat generic.

Jangan gunakan gambar milik bisnis lain …

Tentu saja anda dapat menyertakan logo dari brand yang digunakan oleh bisnis anda. Contohnya, jika anda merupakan salon rambut atau kecantikan dan anda hanya menggunakan produk-produk tertentu, maka tidak ada masalah mencantumkan logo dan mengubungkannya dengan situs mereka atas seijin mereka tentu saja.

Namun seringkali kita lihat website yang menggunakan gambar brand lain hanya untuk menunjukan kalau mereka sebenarnya mempunyai bisnis serupa.

Selain melanggar hak cipta, menggunakan gambar orang lain mungkin dapat menunjukkan bahwa anda tidak tahu bagaimana melakukan service tersebut. Dan anda mungkin akan kehilangan kesempatan untuk menunjukan hasil kerja anda sendiri.

N.B. anda bisa mendapatkan banyak sekali gambar stock profesional melalui website seperti Pexels.com dan Unsplash.com

7. Gunakan thumbnail Sosmed yang benar

Menggunakan logo twitter dari sepuluh tahun lalu dapat menunjukan usia website anda. Maka, anda sebaiknya melihat branding dari social media dan thumbnail terbaru di link berikut:

Instagram

Facebook

Twitter

8. Pastikan gambar anda mempunyai bakcground transparan

Jika anda ingin memasukkan logo atau badge, akan lebih bagus jika gambarnya memiliki background yang transparan. Begini maksudnya:

Gambar diatas akan jauh lebih profesional jika latar putih dari logo tersebut dihilangkan bukan?

Untungnya ada solusi singkat untuk mengatasi masalah-masalah seperti ini: anda dapat mengupload gambar anda di Lunapic untuk menghilangkan background putih tersebut.

 

Bagaimana juka website saya adalah template? Kan desainnya sudah digarap oleh profesional – jadi saya gak bisa salah kan.

Inilah beberapa kesalahan yang sering terlihat dibelantara sana dan dapat dihindari pada saat memilih atau mengedit template.

9. Hapus bagian yang tidak relevan dari template tersebut

Apakah anda memiliki blog?

Apakah anda berencana memiliki nya?

Jika tidak . . . maka hapus bagian blog pada template anda. 😉

Sebagai pengunjung, tidak ada yang lebih mengecewakan daripada mengeklik bagian blog pada website brand yang anda suka, hanya untuk melihat bahwa tidak ada apapun disana, atau hanya tulisan “Coming Soon”.

Lebih baik menempatkan Blog Section tersebut jika anda sudah setidaknya memiliki 5 post yang siap dibaca. Dengan begitu, dapat menjadi sebuah blog yang berfungsi dan dapat dikunjungi oleh visitor anda untuk mendapatkan info yang bermanfaat.

10. Jangan gunakan Template Blog jika itu bukan sebuah blog

Biasanya website memiliki halaman-halaman yang bisa dijangkau melalui link-link pada halaman home atau dari menu utama.

Jika anda bukan blog, mungkin lebih baik menghindari penggunaan format blog untuk halaman informasi anda. Akan lebih mudah bagi pembaca dengan tidak perlu melakukan scroll ke bawah untuk mencari informasi yang mereka butuhkan. Melainkan memberikan mereka akses lebih mudah melalui top menu.

Jika anda memang harus menggunakan template blog untuk website anda, carilah cara untuk menghilangkan hal-hal yang tidak perlu seperti—tanggal, tags, dan kategori. Cobalah untuk memaksimalkan template sesuai dengan kebutuhan anda.

11. Cek semua link yang ada di main menu anda

Ini mungkin terdengar basic dan mungkin bukan anda…

Namun saya sering menemukan website-website dengan brokenlink di menu maupun sub-menunya. Dan ini sangat menjengkelkan bagi kita para user, itu artinya kita tidak bisa mendapatkan informasi yang kita butuhkan dan harus mencarinya ke tempat lain.

Dan sekarang hal-hal yang benar-benar random

12. Jangan gunakan gambar sertifikat yang tidak anda miliki izinnya

Menaruh logo visa atau mastercard mungkin menunjukan bahwa anda menerima pembayaran melalui situs tersebut. Namun ada beberapa website yang menaruh gambar bahkan sertifikat yang sebenarnya mereka tidak memiliki izin atasnya.

Meskipun bermaksud untuk memberi kepercayaan namun hal tersebut malah dapat mengarahkan anda pada tindak kriminal.

Tentu saja hal yang harus dihindari

13. Gunakan platform web dengan bahasa yang sesuai target customer anda.

Atau setidaknya pastikan ganti semua bahasa asal dari template anda dengan bahasa dari target customer anda.

Saya pernah menemukan website yang contact form nya menggunakan bahasa yang tidak saya mengerti. Meskipun cukup jelas kalau tombol dibawahnya bertulis ‘Submit’, namun saya masih merasa kebingungan.

Bahkan hal kecil seperti ini dapat menjadi penghalang untuk total profesionalism dan trust yang anda butuhkan untuk mengkonversi customer anda.

Baca Juga: Pentingnya Testimoni Dalam Bisnis Online

14. Pastikan anda memiliki nama domain anda

Hal ini sedikit lucu, tapi ada sebuah page di Facebook yang menyertakan link website tapi saat diklik tidak mengarah kemanapun.

(Bahkan link tersebut juga disertakan di Gambar profil mereka.)

Dan ternyata perusahaan ini bahkan bukan pemilik nama domain tersebut.

Hal seperti ini malah lebih menjengkelkan karena bagi yang mengklik link tersebut harapanya adalah menemukan website anda, bahkan ada resiko besar jika anda melakukan hal seperti ini.

Jika anda tidak memiliki nama domain yang anda klaim dan sebar sebagai milik anda, jika belum ada yang memiliki, bisa saja nama domain tersebut dibeli oleh kompetitor anda. Dan ribuan follower halaman anda yang susah payah anda kumpulkan lalu mengklik di link website anda akan dibawa ke website kompetitor anda. Dan mungkin saja mereka membeli dari customer anda dengan mengira bahwa itu anda yang menjual.

Jadi pastikan anda memperbarui doman anda – dan jika anda tidak menggunakan domain tertentu lagi, maka hilangkan juga nama domain tersebut dari sosial media anda.

Dan yang terakhir …

15. Apakah anda mempunyai ‘mata’ Desain?

Mungkin yang satu ini mengenai self-awareness …

Anda HEBAT dalam hal yang anda kerjakan. Karena itulah bisnis anda sukses.

Namun desain bukanlah secangkir teh untuk semua orang, dan hal itu bukanlah masalah.

Dengan begitu …

Website yang warnanya tidak cocok, textnya yang tidak lurus, box nya yang tidak tepat di tengah …

Dan terlihat seperti tahun 90an atau amatir

… maka akan membuat para potential customer pergi.

Tentu saja ada sisi seni dalam hal ini yang tidak bisa dirangkum melalui bullet point, maka jika anda ragu.. carilah orang untuk membantu anda!

Kesimpulan

Semoga petunjuk dan tips ini dapat membantu anda memkasimalkan desain website anda sehingga dapat menarik potential customer anda, dan tidak membuat mereka pergi.

Namun ada beberapa keluhan yang sering terdengar

  • Saya tidak memiliki ‘mata’ desain
  • Saya tidak tahu bagaimana membuat grafis terlihat bagus
  • Saya tidak bisa mengupdate website saya – saya harus menghubungi IT saya untuk melakukannya dan dia selalu mencharge saya setiap kali meminta.
  • Saya tidak punya biaya melakukan revamp
  • Saya sudah punya seseorang yang mengurus website saya (meskipun dia tidak memperdulikan isu-isu ini)
  • Saya tidak tahu caranya coding
  • Saya tidak punya waktu

Sebagai pemilik bisnis kecil atau UKM, sangatlah dipahami jikan mungkin anda tidak memiliki waktu untuk hal-hal seperti ini, dan dapat dipahami pula jika anda tidak memiliki semua skill yang dibutuhkan dan menjalankannya.

Namun selalu ada bantuan yang tersedia! Diatas sudah disebutkan pulah beberapa resource gratis yang bisa digunakan dalam tips-tips ini – dan tentu saja anda selalu bisa mencari dan menemukan orang tepat yang bisa menolong. Karena anda TAHU ini hal yang anda BUTUHKAN, outsourcing mungkin bisa menjadi cara untuk maju!

You can do it! 💪🏽

 

Source: Medium