Maraknya para pebisnis online di sektor e-commrce membuat Kiprah OSAL (Online Shop AbaL AbaL) yang mengusung tema Batam dan marak menjalankan aksinya di tahun 2012-2014. Namun pelan tapi pasti para OSAL tergerus oleh e-commerce seperti Tokopedia, Lazada, Bukalapak, JD.id dan Shopee yang memberikan jaminan keamanan kepada para pembelinya dan adanya jaminan uang penjual yang diterima akan di tahan oleh perusahaan e-commerce dan dikembalikan jika barang tidak dikirimkan oleh penjual.

E-commerce sendiri umumnya merupakan perusahaan dengan modal besar yang memiliki izin usaha dan domisili yang jelas dan dapat dipertanggungjawabkan. Bahkan, banyak e-commerce asal Indonesia berhasil menarik investasi triliunan rupiah dari investor asing sehingga kredibilitasnya tidak diragukan.

Baca juga : 4 Alasan Mengapa Customer Belum Percaya dengan Produk Anda

Namun karena persaingan antar perusahaan e-commerce yang semakin ketat, maka perusahaan e-commerce berlomba-lomba melebarkan cakupan usahanya, meningkatkan portfolio usahanya, dengan membuka pintu lebar-lebar bagi para pelaku usaha yang ingin berjualan di platform mereka.

Disinilah muncul kembali para pemain online shop abal-abal yang memanfaatkan celah yang ada. Celakanya, tidak sulit untuk menemukan OSAL sebagai penjual di situs e-commerce.

Trik utama OSAL untuk menarik korbannya adalah dengan menawarkan harga yang super murah dengan diskon 80% – 90% dari harga resmi untuk perangkat elektronik populer seperti gadget, TV dan komputer dan alat elektronik lainnya.

Bagi masyarakat awam yang gaptek dan belum mengerti cara kerja e-commerce, mereka akan mengira online shop abal-abal ini perwakilan resmi dari e-commerce besar. Mereka ini kemungkinan besar akan menjadi korban. Padahal, perusahaan e-commerce sudah bolak-balik mensosialisasikan agar jangan pernah melakukan transfer langsung ke rekening penjual atau melakukan pembayaran di luar layanan e-commerce itu sendiri.

Ciri Online Shop Abal-abal

Selain memberikan iming-iming harga dengan diskon yang tidak masuk akal, online shop abal-abal akan berusaha mengelabui korbannya melakukan transfer dana atau mengirimkan uang muka untuk mendapatkan barang murah tersebut.

Untuk mengelabui korbannya, mereka akan memanfaatkan jalur komunikasi di luar yang disediakan oleh perusahaan e-commerce. Biasanya, jalur komunikasi yang akan digunakan adalah komunikasi melalui WhatsApp.

Sebenarnya, hal ini sudah dilarang oleh perusahaan e-commerce dengan ancaman terminasi akun bagi pelanggar. Namun tampaknya online shop abal-abal tidak khawatir dengan hal ini, karena dalam bilangan jam, mereka akan langsung membuat akun baru untuk kemudian berjualan dan mencari korban baru.

waspadai dampak osal
Online shop abal-abal akan mengiming-iming harga jauh lebih murah dengan diskon hingga 80-90% dan tidak memiliki reputasi atau reputasinya sangat rendah.

Baca juga : Marak Penipuan Belanja Online, Ini 5 Tips Lindungi Saldo Toko Online Anda

Adapun ciri-ciri online shop abal-abal di e-commerce adalah :

  1. Memberikan penawaran super murah.
  2. Berusaha berkomunikasi di luar jalur yang disediakan oleh penyedia layanan e-commerce. Biasanya menggunakan nomor telepon atau WhatsApp supaya aktivitasnya tidak terpantau.
  3. Meminta pembeli melakukan transfer dana ke rekening bank penipu dengan berbagai dalih seperti DP atau tanda jadi.
  4. Penjual baru bergabung beberapa jam atau beberapa hari. Hal ini terjadi karena aktivitas membuat akun baru, setiap kali akun mereka diblokir oleh penyedia e-commerce
  5. Penjual tidak memiliki reputasi atau reputasinya sangat rendah.

Bagaimana Mencegah Online Shop Abal-abal?

Dalam hal ini ada tiga pihak terkait yang harus berperan aktif mencegah aksi online shop abal-abal. Pihak pertama adalah pembeli dan pihak kedua tentunya pemilik aplikasi e-commerce.

Selain pembeli dan pemilik aplikasi, peran pihak pemangku kepentingan, pemerintah dan penegak hukum akan sangat membantu menekan aktivitas penipuan ini.

Pasalnya, aksi ini akan menurunkan kepercayaan masyarakat terhadap industri e-commerce yang saat ini mulai menjadi penyumbang perkembangan perekonomian nasional.

Baca juga : Sukses Bisnis Fashion Online Lewat E-Commerce

Turunnya kepercayaan masyarakat terhadap e-commerce akan berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi. Hal ini harus disikapi secara serius. Bila konsumen melakukan belanja online, harap selalu ingat untuk melakukan semua transaksi keuangan hanya di dalam sistem keuangan penyedia layanan dan tidak pernah melakukan transfer langsung ke rekening penjual dengan alasan apapun.

Bagi pemilik e-commerce, memang menjadi pekerjaan yang tidak berkesudahan menangani online shop abal-abal. Kemudahan membuka toko online yang sebenarnya sangat bermanfaat bagi masyarakat dan berpotensi memberikan kontribusi dalam pertumbuhan ekonomi digital, justru malah disalahgunakan sekelompok penipu.

Selain tambahan tenaga administrator dan saringan yang lebih ketat bagi penjual baru, ada baiknya di setiap halaman produk yang dijual diberikan satu tombol tambahan yakni tombol ‘Laporan’.

Hal ini dimaksudkan untuk memudahkan pengguna layanan yang ingin melaporkan kejanggalan atau penipuan ke perusahaan e-commerce. Secara tidak langsung, hal ini juga akan sangat membantu tugas admin dalam mengelola puluhan ribu penjual dan jutaan halaman situs yang hampir tidak mungkin diawasi satu persatu.

Baca juga : Kenapa Harus Menggunakan Software Akuntansi Berbasis Cloud Untuk Mengembangkan Bisnis Anda???

waspada dampak osal
Jangan ragu untuk memposting testimoni dari para pelanggan anda agar mereka percaya bahwa olsop anda bukan olshop abal-abal.

Bagi pemangku kepentingan, pemerintah dan pihak berwajib harusnya memiliki akses atas sarana yang digunakan oleh penipu seperti nomor rekening bank dan nomor telepon yang digunakan dalam komunikasi.

Dengan makin membaiknya pengelolaan kependudukan, seharusnya pemerintah bisa memutus rantai penyedia kartu identitas palsu yang digunakan untuk membuka rekening penampungan dana penipuan.

Dengan wajib daftar nomor seluler yang sudah berlaku efektif, harusnya pihak terkait bisa dengan mudah mengidentifikasi dan melakukan tindakan hukum kepada penipu.

Karena selain aktivitas ini melanggar hukum, dampaknya terhadap perkembangan ekonomi nasional juga akan menjadi sangat besar jika sampai terjadi banyak kasus penipuan  dan terjadi penurunan kepercayaan terhadap e-commerce.

Baca juga : Membangun Kepercayaan Konsumen Terhadap Bisnis Travel Online

Sebagai tambahan, bagi anda para pemilik bisnis online untuk bisa membuat pelanggan percaya terhadap toko online anda, salah satunya yaitu dengan memberikan pelayanan terbaik dan tidak ragu untuk memposting testimonial pelanggan yang sudah pernah berbelanja. Lebih dari itu, calon pelanggan akan percaya dengan produk apa yang anda posting melalui e-commerce, social media, website, bahkan email penawaran yang anda kirimkan kepada para pelanggan. Karena bisnis online lebih mengandalkan media online yang tidak bisa terlihat dan tersentuh manusia secara langsung. Sehingga rasa percaya harus sudah ada bahkan ketika calon pelanggan hanya membaca tulisan kita.

 

(Sumber : detikinet.com)