Pada April lalu, perusahaan digital Tencent telah dinobatkan masuk ke dalam 10 Perusahaan  Terbesar di Dunia berdasarkan Market Value-nya. Tencent berhasil menyalip sebuah perusahaan jasa keuangan Wells Fargo, dan berada dibawah raksasa digital, seperti Apple, Facebook, Microsoft dan Amazon.

Tencent Menembus 10 Besar diatas Wells Fargo
Source: Bloomberg

Pada hasil terakhir, Revenue dari Tencent mencapai RMB 106,158 juta, sebuah peningkatan sebesar 57% dari paruh pertama 2016.

Mungkin beberapa dari anda masih cukup asing soal Tencent ini, tapi apakah anda tahu beberapa waktu lalu Tencent ini juga mengucurkan dana untuk Go-Jek sebesar US$ 1.2 milliar. Hal ini membuktikan besarnya Tencent juga sangat berpengaruh di geliat eknomi dalam Bisnis Digital di Indonesia.

China sendiri tak dipungkiri memiliki jumlah pengguna Internet terbesar dibanding negara lain di Dunia, tapi mereka juga punya penyensoran yang sangat ketat, dengan pengawasan digital dan larangan aktifitas online secara anonim.

Akses ke Facebook, Twitter, Instagram, dan Snapchat dilarang, maka Tencent muncul dengan platform sosial media yang didesain khusus untuk Audience dari China.

Didirikan pada 1998 oleh pemimpin dan CEO, Ma Huateng (Juga dikenal sebagai Pony Ma), awalnya fokus Tencent berada pada sebuah online messaging, tapi jangkauannya terus berkembang hingga sekarang. Berkat Tencent, Pony Ma menyalip bos Alibaba Jack Ma untuk menjadi orang terkaya se-Asia, dan menjadi ke 18 di Dunia, dengan kekayaan sebesar US$ 37 milliar, berdasarkan Forbes real-time billionaires ranking.

Apa yang dilakukan oleh Tencent?

Berawal dari kemunculan QQ pada 1999: Layanan pesan instan yang memberikan para remaja di China untuk menemukan teman dengan ketertarikan yang sama, dan berkomunikasi secara Online.

Dikenal juga dengan maskot pinguin yang menggunakan syal merah, QQ masih mempunyai sekitar 860 juta active user bulanan, dan lebih dari 266 juta yang terekam menggunakan nya secara bersamaan dan terus menerus.

Maskot QQ dan Pony Ma
Pony Ma berpose dengan maskot QQ.com

Setelah QQ muncul layanan multi-media social networking Qzone, yang diluncurkan pada 2005 dan menjadi platform jejaring sosial terbesar di China. Qzone memungkinkan para penggunanya untuk mengunggah Foto dan video, melakukan video live stream, menulis blog, menyimpan diary, dan bermain games.

Tapi yang menjadi platform yang paling populer dari Tencent tidak lain adalah WeChat, diluncurkan pada tahun 2011 dan sekarang mempunyai 938 pengguna aktif bulanan.

WeChat (yang dikenal juga dengan sebutan Weixin) adalah sebuah aplikasi sosial media dan messenger, seperti halnya Facebook dan Whatsapp yang digabung jadi satu. Tapi uniknya WeChat juga digunakan untuk komunikasi Bisnis, mengirim dan menerima uang, pembayaran mobile, bermain game, memesan makanan dan taxi, dan sebagainya.

Tencent juga merupakan perusahaan game online terbesar di Dunia. Salah satu game mereka “Honour of Kings” menjadi mobile game dengan pendapatan terbesar di dunia pada kuartal pertama tahun ini.

Baca JugaBelajar dari Go-Jek! 3 Cara Mengembangkan Usaha di Era Digital

Seperti halnya Gaming dan Komunikasi, Tencent juga menjalankan sistem pembayaran mobile Tenpay, WeChat pay dan Qqpay.

Salah satu fitur paling populer di WeChat adalah “red packet”, yang terinspirasi dari tradisi memberi Angpao pada tahun baru imlek. Pengguna WeChat tercatat mengirim 46 milliar angpao digital selama tahun baru imlek di 2017.

Tahun lalu, Konsumen di China menghabiskan US$ 5.5 triliun melalui platform pembayaran mobile, dengan para remaja dan wanita menjadi yang terbanyak. Angka tersebut sekitar 50 kali lebih besar dibandingkan di US.

Selain yang sudah kita ketahui bahwa Tencent berinvestasi di Go-Jek, mereka juga berinvestasi di berbagai sektor seperti Cloud Service dan teknologi AI. Mereka juga mengaku telah membuat suatu terobosan di beberapa area termasuk Go Chess AI, Face Recognition dan Medical Imaging. Investasi yang mereka lakukan menjangkau area yang sangat luas mulai dari Driverless Car (termasuk Tesla baru-baru ini) hingga layanan kesehatan.

Bagaimana Jika Dibandingkan?

Facebook masih menjadi platform media sosial yang paling populer, dengan WhatsApp dan Facebook messenger.

Facebook & Tencent
Source: Statista

Tapi QQ dan WEChat tidak lah sangat jauh tertinggal (Pengguna Aktif bulanan WeChat meningkat drastis setelah chart ini dibuat- terakhir berada pada 937.8)

Pengguna Aktif WeChat yang terus Meningkat
Source: Statista

Uniknya, user menghabiskan waktu lebih banyak di WeChat dibandingkan dengan Facebook, Instagram, Snapchat, dan Twitter digabungkan. Lebih dari sepertiga dari seluruh pengguna menghabiskan setidaknya empat jam sehari pada layanan WeChat. Sebagai perbandingan, rata-rata waktu yang dihabiskan di Facebook adalah sekitar 22 menit per hari.

Baca juga : Ini yang diperlukan Saat Dua Perusahaan Menjadi Satu

Revenue Tencent tidak lah jauh tertinggal dibanding dengan Facebook. Faktanya, hinga setidaknya 2015, Tencent lebih menguntungkan dibanding dengan Facebook. Harga saham Tencent, seperti yang ditunjukan oleh analisa dari Statista, melonjak naik lebih dari 60% sejak Agustus 2016, sementara Facebook mencapai sekitar 35%.

Raksasa Media Sosial dari China vs Facebook
Source: Statista

Menjangkau Pasar Global

Meskipun pada awalnya layanan mereka terinspirasi dari perusahaan sosial media yang lain, kesuksesan Tencent pun mendapat ‘perhatian’ dari raksasa-raksasa Silicon Valley. Perusahaan ini juga sudah masuk dalam 100 perusahaan paling inovatif, peringkat 24 tepatnya.

Dan tentu saja tidak heran jika akhirnya mereka menjangkau pasar Global, melakukan kerjasama dengan Perusahaan Besar dari Barat. Bulan ini Apple mengatakan mereka menerima pembayaran melalui WeChat Pay pada app store di China. Apple sendiri sebelumnya sudah berpartner dengan Alipay, mobile wallet terbesar di China.

 Dan beberapa waktu lalu Tencent juga telah menandatangani perjanjian dengan Universal Music untuk bisa melakukan stream musik mereka di China, dengan ini Tencent sudah berpartner 3 Label musik besar dari Barat.

Dan mungkin tidak akan berhenti disitu, dengan partnership yang mereka lakukan dengan Go-Jek, menjadi bukti bahwa mereka juga tertarik dengan pasar di Asia Tenggara. Dan hal ini bisa jadi kesempatan bagi para start up di Indonesia khususnya untuk dapat bermitra dengan Raksasa dari negeri tirai bambu ini.